oleh

Fraksi NasDem Desak Pemkot Bandarlampung Atasi Kelangkaan Minyak Goreng

Bandarlampung (Netizenku.com): Fraksi NasDem Pembangunan DPRD Bandarlampung mendesak pemerintah kota (pemkot) setempat mengatasi kelangkaan minyak goreng.

Ketua Fraksi NasDem Pembangunan, Pepys Asih Wulandari, meminta Pemkot Bandarlampung menindak tegas pengusaha minyak goreng yang nakal melakukan penimbunan. Serta melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gudang-gudang suplier dan produsen minyak goreng.

“Jangan sampai ada penimbunan yang dilakukan oleh pengusaha minyak goreng karena ini adalah salah satu bahan pokok masyarakat,” kata Pepy, Minggu (20/2).

Baca Juga  Pelepasan Logistik Pilwakot Bandarlampung Diiringi Istighotsah

Dia juga meminta Pemkot Bandarlampung melakukan operasi pasar setiap hari dengan titik yang berbeda.

Hal senada disampaikan anggota Komisi I, Sudibyo Putra. Dia menyampaikan pihaknya dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan koleganya yang duduk di Komisi II DPRD Bandarlampung.

“Kan di Bandarlampung ini banyak distributor dan produsen minyak goreng, ada PT Bumi Waras, PT Sinar Laut dan lainnya. Masa iya sih langka. Dan kepada pengusaha retail setiap harinya kami minta menyediakan minyak goreng, sehingga tidak terjadi kerumunan antrean pembelian minyak goreng,” ujar dia.

Baca Juga  2.860 Liter Minyak Goreng di Pasar Murah Kemiling Habis Dalam Dua Jam

Fraksi NasDem Pembangunan, lanjut Sudibyo, akan menaruh perhatian terhadap masalah kelangkaan minyak goreng di masa pandemi Covid-19.

“Kasihan warga setiap hari antre membeli minyak goreng. Jika tidak ada penimbunan minyak goreng saya yakin tidak terjadi kelangkaan,” kata dia.

Sementara Tigeri Prabowo meminta Pemkot Bandarlampung bersikap tegas kepada para pengusaha yang terbukti melakukan penimbunan minyak goreng.

Baca Juga  Pemkot Apresiasi KPU dan Bawaslu Kota Bandarlampung

“Pemkot kan pasti sudah ada tim. Dengan tim gabungan ini, razia itu gudang minyak goreng, cabut izin usahanya. Antrean kerumunan perlu kita hindari, apalagi Bandarlampung PPKM Level 3. Makanya kita akan minta izin pimpinan, turun sidak ke gudang-gudang dan pelaku usaha ritel, dan toko-toko, kalau terbukti juga akan kita rekomendasikan tindakan tegas,” kata Tigeri. (Josua)