FJPI Lampung Bedah Film Perjuangan Jurnalis Perempuan Bongkar Kekerasan Seksual

Redaksi

Sabtu, 11 Maret 2023 - 21:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandarlampung (Netizenku.com): Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Lampung bekerjasama dengan AJI Bandarlampung menggelar acara nonton dan diskusi film jurnalistik berjudul “she said” di Kafe Maharindu, Bandarlampung, Sabtu (11/3/2023).

She Said merupakan film tentang perjuangan dua jurnalis The New York Times bernama Jodi Kantor dan Megan Twohey (Carey Mulligan). Film garapan sutradara Maria Schrader dan naskahnya ditulis oleh Rebecca Lenkiewicz itu mengisahkan kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh Harvey Weinstein, seorang produser Hollywood yang diduga banyak melakukan pelecehan seksual terhadap aktris dan model.

Film ini membuat sesak penonton
karena menampilkan rasa frustrasi dari para jurnalis yang mengajak berjuang mendapatkan pengakuan dan bukti dari para narasumber. Kisah memilukan juga terlihat dari sudut pandang korban yang tak bisa berbuat banyak. Terlebih, film ini diangkat dari sebuah kisah nyata yang kelam di industri hiburan Hollywood.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Usai menonton film berdurasi 2 jam tersebut peserta, diskusi bersama empat narasumber perempuan dari berbagai profesi salah satunya Nada Bonang dari Komunitas Klub Nonton mengatakan, film tersebut sudah menjelaskan secara naratif, tapi secara sinematik tidak terlalu banyak.

“Semua film yang kritis pada umumnya akan rugi, mungkin salah satunya diboikot secara diam-diam, kita tahu marvey itu penguasa perfilman di hollywood, itu bisa saja terjadi kalau bicara secara industri. Untuk di Indonesia, misalnya film Jagal dan senyap tidak diizinkan untuk tayang di Indonesia,” jelasnya.

Baca Juga  65 Ribu Siswa Bandar Lampung Jadi Sasaran BIAS

Nada mengatakan, langkah terpenting dilakukan saat ini adalah bagaimana mencegah kasus kekerasan seksual itu terjadi. Selain itu menurutnya, film di indonesia seharusnya bisa mengangkat suara korban kekerasan seksual.

Narasumber lainnya dari Lembaga Advokasi Perempuan Damar, Anna Yunita Pratiwi menyampaikan, berdasarkan data Komnas perempuan, Lampung menjadi provinsi urutan ke-7 kasus kekerasan seksual dari seluruh provinsi di Indonesia.

“Ini harus jadi wacana kita semua, tidak hanya komunitas yang peduli perempuan saja, tetapi semua, karena baik di perfilm an, tempat kerja, jurnalis, sekolah, pesantren, dan ruang cyber juga rentan terjadinya kekerasan seksual,” kata Anna.

Disampaikan Anna, masih menjadi tantangan saat adalah bagaimana mengadvokasi melalui cyber spice. Sebab, tidak didapat secara konvensional, maka ada viral justice.

“Diviralkan dulu baru dapat keadilan. Ada juga media yang masih cenderung melanggengkan relasi kekuasaan dalam kasus kekerasan seksual. Misalnya kasus Mesuji, keluarga korban meminta dukungan masyarakat hingga ke hotman paris, tetapi masih ada narasi-narasi dari media yang menyerang balik korban kekerasan seksual,” terangnya.

Selanjutnya narasumber diskusi dari AJI Bandar Lampung, Kiki Novilia menyampaikan, kasus kekerasan seksual di Lampung hampir terjadi setiap hari, dari Kota Bandar Lampung sampai Kabupaten Mesuji setidaknya ada satu kasus setiap hari.

Baca Juga  PPM Bandarlampung Gandeng Kodim 0410/KBL Gelar LKBB Tingkat SMP

“Liputan jurnalis di lapangan, editing di redaktur, menjadi “PR” untuk semua, karena tidak semua jurnalis dan editor memiliki perspektif memihak kepada korban,” ujarnya.

Menurutnya persoalan tersebut akan menjadi perjalanan panjang sebab berkaitan dengan pengetahuan dan pemahaman jurnalis dan redakturnya yang tidak dipungkiri menyebabkan masih adanya tulisan-tulisan yang menyudutkan korban.

“Aji Bandar Lampung basisnya organisasi jurnalis, sehingga membantu akses bantuan hukum ke LBH, Damar, jadi kita supporting korban,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Lampung, Vina Oktavia menyampaikan, bahwa film tersebut bisa merefleksi bagaimana jurnalis melakukan tugas secara profesional dengan pendekatan humanis dan empati dalam meliput kasus-kasus kekerasan seksual.

“Perlu pendekatan yang soft, tidak mudah membuat korban satu per satu korban mengungkap kekerasan seksual yang dialaminya. Mungkin peliputan ini tidak membantu korban secara langsung, tetapi membantu orang lain agar tidak mengalami kejadian serupa,” kata Vina.

Jurnalis Harian Kompas itu menekankan, pemberitaan kasus kekerasan seksual yang berperspektif gender penting untuk mengadvokasi korban, mengungkap pelaku, hingga mencegah terjadinya kasus serupa.

“Kalau kita jurnalis melakukan kerja jurnalistik dengan mematuhi kode etik dan profesional, maka hasilnya juga akan bermanfaat dan berdampak,” kata Vina.

Baca Juga  Bandar Lampung Peroleh Bantuan 300 Bedah Rumah BSPS

Lebih lanjut Vina menyampaikan, FJPI sendiri merupakan komunitas bagi jurnalis dalam meningkatkan kemampuan dan kompetensi sebagai jurnalis yang memiliki perspektif gender. Selain itu, lanjutnya, melalui kegiatan-kegiatan tersebut, FJPI ingin membuka perspektif teman-teman jurnalis di Lampung.

“Bagaimana melakukan pendekatan ke pemerintah, bagaimana pemerintah menfasilitasi pelatihan dan workshop untuk penulisan berperspektif korban bagi jurnalis di Lampung,” terangnya.

Vina mengatakan, selain nonton dan diskusi film jurnalistik, kegiatan hari ini juga berupa kampanye sosial kepedulian terhadap korban kekerasan seksual bekerjasama dengan Campaign.com. Caranya, menggalang donasi tanpa uang melalui 4 langkah aksi.

“Jadi aksi dari teman-teman nanti akan dikonversikan dalam bentuk uang. Kami butuh 100 supporter melakukan aksi ini agar donasi bisa dicairkan untuk disalurkan kepada korban kekerasan seksual,” kata Vina.

Eka Tiara Chandra perwakilan dari Lembaga LAdA Damar memberikan masukan untuk FJPI agar melakukan penguatan perspektif gender dan keberpihakan terhadap korban.

“Membuat sistem pencegahan dan perlindungan jurnalis perempuan, ada 12 pedoman pemberitaan ramah anak, jurnalis mintra strategis mendorong keadilan bagi korban. Sekarang sudah ada UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual, ini perlu kita bedah bersama-sama,” ujar Eka. (Rls/Leni)

Berita Terkait

Gerak Jalan Beregu Pramuka Bandar Lampung Dorong Semangat Kebersamaan
APBD Perubahan Bandar Lampung Disepakati, Pemkot Kejar Realisasi Program dalam Tiga Bulan
Pemkot Bandar Lampung Salurkan Bantuan Beras untuk Warga Terdampak Kemarau
PPM Bandarlampung Gandeng Kodim 0410/KBL Gelar LKBB Tingkat SMP
Bunda Eva Siapkan 5 Sumur Bor untuk Atasi Kekeringan, Tahun Depan Tambah 50 Titik
LVRI, PIVERI, dan PPM Bandar Lampung Gelar Gathering, Rawat Semangat Perjuangan Antargenerasi
HUT Ke-81 RI, Pemkot Bandar Lampung Gelar Upacara dan Lomba Bersama Forkopimda
Eva Dwiana jadi inspektur upacara HUT ke-81 RI

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:08 WIB

Manajer Minisocer PWI Lampung Dorong Tim Perkuat Fisik dan Mental Jelang Porwanas

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:55 WIB

RSUDAM Pastikan Pembayaran Remunerasi Pegawai Sesuai Verifikasi

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:53 WIB

Pemprov Lampung Perkuat SDM Desa Lewat Program Satu Desa Satu Sarjana dan Hafiz Quran

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:45 WIB

Putra Jaya Umar Dorong Penindakan Tegas Jaringan Narkoba yang Libatkan Anak

Minggu, 4 Oktober 2026 - 11:53 WIB

Cegah Rabies, Petugas Jemput Bola Vaksinasi Hewan Peliharaan di Lampung Selatan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 11:51 WIB

Sampah Organik Lampung Dibidik Jadi Pupuk, Dorong Ekonomi Pertanian

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Forum Ekosistem Jaringan Jalan Tol MTI Resmi Dikukuhkan di Lampung

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 21:21 WIB

RSUDAM Siapkan Fertility Center, Perkuat Layanan Kesehatan Reproduksi

Berita Terbaru

Pringsewu

Bupati Pringsewu Ajukan R-APBD 2027 Senilai Rp1,138 Triliun

Senin, 5 Okt 2026 - 18:09 WIB