Fenomena Baru Inflasi Lampung, Tak Lagi Sekadar Pangan

Ilwadi Perkasa

Jumat, 8 Agustus 2025 - 10:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hati-hati! inflasi di Lampung pada Juli 2025 telah menyalib tingkat inflasi bulan yang sama tahun sebelumnya. Situasi ini pertama kali terjadi, di mana inflasi pada bulan-bulan sebelumnya selalu di bawah tingkat inflasi Januari-Juli 2024.

Provinsi Lampung mencatat tingkat inflasi year-on-year (yoy) sebesar 2,63 persen pada Juli 2025 dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 109,96. Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan inflasi pada periode yang sama tahun sebelumnya (Juli 2024) sebesar 2,55 persen.

Meskipun perbedaannya tergolong tipis, penyalipan tingkat inflasi yang lebih tinggi pada Juli 2025 terhadap Juli 2024, tetap menjadi indikator penting bagi pengambil kebijakan untuk segera mengambil langkah-langkah pengendalian. Pengabaian terhadap fenomena ini berpotensi mengakibatkan tingkat inflasi terus meningkat.

Perbandingan tingkat inflasi year-on-year (yoy) dari Januari hingga Juli menunjukkan bahwa secara umum, tekanan inflasi di tahun 2025 masih fluktuatif namun menunjukkan kecenderungan meningkat dalam jangka pendek.

Baca Juga  Batin Wulan Promosikan Mocaf dan Ikan Cobia Lampung di Ajang Kuliner Internasional

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bulan Inflasi yoy 2024 Inflasi yoy 2025
Januari 3,28% 1,04%
Februari 3,28% -0,02%
Maret 3,45% 1,58%
April 3,29% 2,80%
Mei 3,09% 2,12%
Juni 2,84% 2,27%
Juli 2,55% 2,63%

Inflasi tertinggi pada Juli 2025 tercatat di Kabupaten Lampung Timur sebesar 3,35 persen (IHK 112,72), sementara inflasi terendah berada di Kota Metro sebesar 2,26 persen (IHK 107,77).

Dibandingkan tahun lalu, Lampung Timur mengalami penurunan inflasi dari 3,63 persen, namun tetap mempertahankan posisi sebagai wilayah dengan inflasi tertinggi di provinsi ini.

Pergeseran Tekanan Inflasi dari Kebutuhan Pokok ke Sektor Jasa

Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), kenaikan harga di kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi penyumbang utama inflasi, dengan inflasi sebesar 4,44 persen. Namun yang patut menjadi perhatian adalah kenaikan signifikan di sektor rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 6,87 persen, serta sektor pendidikan yang naik 5,86 persen.

Baca Juga  Tim Mini Soccer PWI Lampung Menang 7-1 dalam Tiga Laga Trofeo

Kenaikan ini menunjukkan bahwa tekanan inflasi tidak lagi terbatas pada kebutuhan pokok, melainkan mulai bergeser ke sektor jasa dan layanan publik. Perubahan ini mencerminkan pola konsumsi masyarakat yang berubah serta penyesuaian harga oleh lembaga pendidikan dan penyedia jasa hiburan.

Sebagai perbandingan, pada Juli 2024, inflasi sektor makanan lebih tinggi di angka 5,45 persen, namun sektor pendidikan hanya mencatat inflasi 2,39 persen. Artinya, kenaikan di sektor jasa pada 2025 terjadi cukup tajam dan signifikan.

Baca Juga  Pemprov Lampung Arahkan APBD 2027 untuk Hilirisasi dan Pemerataan Pembangunan

Kelompok kesehatan juga mencatat inflasi sebesar 2,19 persen, berbalik dari kondisi Juli 2024 yang justru mengalami deflasi ringan sebesar -0,02 persen. Hal ini bisa mengindikasikan kenaikan biaya layanan medis atau penurunan subsidi pada obat-obatan.

Secara umum, inflasi Lampung pada Juli 2025 masih tergolong terkendali. Namun, pergeseran tekanan dari kebutuhan primer ke sektor jasa menandakan perubahan struktur konsumsi dan potensi lonjakan biaya layanan publik. Pemerintah daerah dan instansi terkait perlu memperkuat pengawasan terhadap sektor pendidikan, kesehatan, dan jasa rekreasi. Menjaga kestabilan harga bahan pokok, terutama makanan dan energi dan mengantisipasi lonjakan harga menjelang akhir tahun, agar inflasi tetap berada dalam kisaran yang wajar.

Berita Terkait

Winarti Minta Komang Koheri Prioritaskan Pertanian dan Infrastruktur Lampung Tengah
Lantik Komang Koheri, Mirzani Tekankan Sinergi Pembangunan dan Integritas
Lampung Perkuat Infrastruktur dan Layanan untuk Perluas Pasar Ekspor
Komang Koheri Resmi Dilantik, Siapkan Agenda Pembangunan Lampung Tengah
Mikdar Ilyas Dorong Penguatan Distribusi Pupuk untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani
Mirza Ajak Generasi Muda Kembangkan Hilirisasi Komoditas Unggulan Desa
Wagub Jihan Pastikan Pembangunan Kampung Nelayan Berjalan Sesuai Rencana
Wagub Jihan Salurkan Bantuan Sosial dan Alat Bantu Disabilitas di Pesisir Barat

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:49 WIB

HUT ke-62 Golkar, DPD Lampung Selatan Santuni 20 Anak Yatim-Piatu

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:06 WIB

PWI Lampung Selatan dan Grand Elty Krakatoa Jajaki Kerja Sama Promosi Wisata

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:44 WIB

Pemkab Lampung Selatan Perkuat Pemantauan Harga Cabai untuk Kendalikan Inflasi

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Pemkab Lampung Selatan Gandeng ITB, Empat Desa Pesisir Disiapkan Hadapi Tsunami

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:45 WIB

PUPR Lampung Selatan Sertifikasi 100 Tenaga Kerja Konstruksi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:44 WIB

Bukan karena Anggaran, Gaji PPPK Paruh Waktu Lamsel Tertunda Tunggu SK

Rabu, 30 September 2026 - 20:09 WIB

PWI Lampung Selatan Jalin Sinergi dengan Grand Elty Krakatoa untuk Promosi Wisata

Rabu, 30 September 2026 - 20:05 WIB

Got Talent 2026 Jadi Panggung Talenta Muda Lampung Selatan

Berita Terbaru

Tanggamus

RAPBD Tanggamus 2027, Belanja Daerah Diusulkan Rp1,64 Triliun

Selasa, 3 Nov 2026 - 16:59 WIB