Dua Kali Negatif, Dirut RSUD Sebut Kasus Pasien 01 Tanggamus Unik

Redaksi

Jumat, 22 Mei 2020 - 02:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kotaagung (Netizenku.com): Menyikapi informasi yang marak beredar di masyarakat, dengan adanya pasien ODP yang telah meninggal dunia pada 10 Mei, dinyatakan Positif Covid-19,  Kamis (21/3) kemarin.

Gugus Tugas Covid 19 Kabupaten Tanggamus, menggelar Konferensi Pers (Konpers) di Sekretariat Gugus Tugas Covid 19 Kabupaten Tanggamus, Kamis (21/5) malam.

Konpers dihadiri oleh Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Tanggamus dr. Eka Apriyanto, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Taufik Hidayat, Kalak BPBD Ediyan Toha, Dirut RSUD Batin Mangunang dr. Diyan Ekawati dan Kabid Humas Ismail.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam keterangannya, dr. Eka membenarkan informasi yang ada. Pasien yang meninggal adalah seorang pria berusia 69 tahun dan memiliki riwayat perjalanan ke Gowa, Sulawesi Selatan, yang merupakan warga Kecamatan Pulau Panggung.

Ia menerangkan riwayat kesehatan pasien sebelum meninggal sampai keluarnya hasil Tes Swab yang menyatakan pasien Positif Covid 19.

Baca Juga  RAPBD Tanggamus 2027, Belanja Daerah Diusulkan Rp1,64 Triliun

\”Pada 22 Maret, pasien batuk dan badan panas. Tindakan farmalogis yang dilakukan adalah pengobatan simtomatis sesuai keluhan. Kemudian tindakan non farmakologis berupa edukasi dan isolasi mandiri selama 14 hari di rumah,\” kata Eka.

Pada 7 April, waktu isolasi mandiri selesai. Empat hari berikutnya, pasien mengeluh sesak nafas saat melakukan aktivitas ringan. Ia kemudian dibawa ke Rumah Sakit Panti Secanti Gisting, berdasarkan rujukan Puskesmas, dengan diagnosa CHF.

“Tanggal 12 April, pasien dirawat di RS Panti Secanti dengan diagnosa CHF dan TB Paru. Kemudian 15 April, dilakukan Rapid Tes dengan hasil nonreaktif.\”

\”Keesokan harinya, pasien diperbolehkan pulang dan rawat jalan. Lalu pada 2-8 Mei, ia menjalani perawatan di Rumah Sakit Mitra Husada Pringsewu dengan keluhan sesak nafas dan diagnosa CHF dan TB Paru,\” tutur Eka.

Eka melanjutkan, pada 3 Mei, kembali dilakukan Rapid Tes di RS Mitra Husada dengan hasil nonreaktif (negatif). Lalu dilanjutkan pemeriksaan Swab. Pada 8 Mei, pasien dalam kondisi perbaikan dan diperbolehkan pulang. Namun dua hari kemudian, ia meninggal dunia di rumah.

Baca Juga  Kapolres Tanggamus Atur Lalu Lintas di Kota Agung, Soroti Lampu Merah Mati Tiga Bulan

Selama itu, pihak medis terus mengawasi pasien sejak awal tiba, lalu saat adanya keluhan, sampai meninggal dunia. Dalam proses pemakaman juga tidak menerapkan prosedur Covid-19.

\”Namun berdasarkan hasil pemeriksaan tes Swab, Kamis (21/5), pasien tersebut dinyatakan Positif Covid-19,\” jelas Eka.

Selanjutnya atas hasil tersebut, Tim Covid-19 Tanggamus telah melakukan sejumlah langkah, diantaranya tracking perjalanan pasien dan melakukan pendataan orang yang memiki riwayat kontak dengan pasien.

“Jumat (22/5), Tim akan melakukan Rapid Tes kepada 38 orang yang sempat kontak dengan pasien,” kata Eka.

Sementara Direktur RSUD Batin Mangunang dr. Diyan Ekawati yang juga hadir dalam konferensi pers mengungkapkan, sesuai tahapan, usai rapid tes, akan dilakukan tes Swab.

Baca Juga  RAPBD Tanggamus 2027, Belanja Daerah Diusulkan Rp1,64 Triliun

“Untuk Swab, kemungkinan akan dilakukan terhadap keluarga pasien positif Covid-19. Hal itu untuk menemukan adanya orang lain yang bisa saja terinfeksi Covid-19,\” jelasnya.

Menurut dr Diyan Ekawati, pasien 01 adalah kasus unik karena baru 43 hari diketahui Positif Covid-19. Hal ini berbeda dengan pasien yang selama ini ada, yakni tujuh hari sudah timbul.

\”Kasus ini adalah unik karena semula menunjukkan negatif dari hasil Rapid Tes dua kali. Tapi setelah hasil swab ternyata positif. Untuk itu pada orang yang terdekat dan dengan gejala Covid, bisa direkomendasikan untuk melakukan swab,\” ujar Diyan.

Selanjutnya Kadiskes Taufik Hidayat meminta pers sama-sama menyadarkan masyarakat untuk mengikuti anjuran Pemerintah, sebab di Tanggamus sudah ada kasus Positif Covid 19.

\”Kami minta sama-sama menyadarkan masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan untuk pencegahan Covid-19, terlebih saat mendekati Idul Fitri ini,\” pungkas Taufik. (Arj)

 

http://netizenku.com/wp/pasien-odp-positif-covid-19-pejabat-tanggamus-masuk-daftar-tracing/

Berita Terkait

RAPBD Tanggamus 2027, Belanja Daerah Diusulkan Rp1,64 Triliun
Kapolres Tanggamus Atur Lalu Lintas di Kota Agung, Soroti Lampu Merah Mati Tiga Bulan
Bupati Tanggamus Pastikan Relokasi Pasar Talang Padang Berlanjut, Pedagang Digratiskan Sewa Selama 12 Bulan
Delapan Siswa SMPN 1 Talangpadang Alami Keluhan, Sampel Makanan Diuji Laboratorium
Tanggamus Jajaki Beasiswa dan Investasi dengan Turki
RSUD Batin Mangunang Akui Minim Sosialisasi SOP Pelayanan
DPRD Tanggamus Setujui LKPj Bupati 2025, Rekomendasikan Perbaikan Kinerja Pemerintahan
Sekda Tanggamus Minta Pekon Prioritaskan Layanan Kesehatan Primer

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:49 WIB

HUT ke-62 Golkar, DPD Lampung Selatan Santuni 20 Anak Yatim-Piatu

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:06 WIB

PWI Lampung Selatan dan Grand Elty Krakatoa Jajaki Kerja Sama Promosi Wisata

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:44 WIB

Pemkab Lampung Selatan Perkuat Pemantauan Harga Cabai untuk Kendalikan Inflasi

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Pemkab Lampung Selatan Gandeng ITB, Empat Desa Pesisir Disiapkan Hadapi Tsunami

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:45 WIB

PUPR Lampung Selatan Sertifikasi 100 Tenaga Kerja Konstruksi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:44 WIB

Bukan karena Anggaran, Gaji PPPK Paruh Waktu Lamsel Tertunda Tunggu SK

Rabu, 30 September 2026 - 20:09 WIB

PWI Lampung Selatan Jalin Sinergi dengan Grand Elty Krakatoa untuk Promosi Wisata

Rabu, 30 September 2026 - 20:05 WIB

Got Talent 2026 Jadi Panggung Talenta Muda Lampung Selatan

Berita Terbaru

Tanggamus

RAPBD Tanggamus 2027, Belanja Daerah Diusulkan Rp1,64 Triliun

Selasa, 3 Nov 2026 - 16:59 WIB