oleh

Dishub Diminta Kaji Ulang Wacana Pelegalan Lahan Parkir Liar

Bandarlampung (Netizenku): Walaupun bertujuan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), DPRD Kota Bandarlampung minta Dinas Perhubungan (Dishub) kaji ulang wacana pelegalan lahan parkir yang selama ini banyak dikuasai oleh oknum preman.

Anggota Komisi III DPRD Bandarlampung, Ahmad Riza menyarankan agar Dishub melakukan pendekatan persuasif secara intensif dalam bentuk kerjasama dengan pihak pengelola parkir.

\”Kalau sudah tahu bahwa lahan-lahan parkir dikuasasi oleh oknum preman, harusnya dilakukan pendekatan persuasif secara intensif. Karena meskipun ada yang mengelola, keamanan kendaraan pengunjung dimanapun, kalau yang mengelola bukan dari Dishub, tidak ada yang bisa menjamin keamanannya,\” ujar Riza saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (20/3).

Baca Juga  HUT TNI ke-73, 4.320 Peserta Ikut Pecahkan Rekor MURI

Dimintai tanggapan tentang wacana pelegalan lahan parkir liar, Riza berpendapat bahwa hal tersebut harus dikaji ulang, jangan sampai dianggap sebagai pungutan liar (pungli) oleh masyarakat. \”Saya menyarankan untuk mengkaji ulang, jangan sampai masyarakat menganggap hal itu pungli. Jika membolehkan yang tidak resmi, takutnya nanti malah menjadi kesan yang buruk,\” tegasnya.

Dirinya juga berharap, Dishub dapat segera menindak para oknum yang sengaja mengubah fungsi trotoar dan badan jalan sebagai lahan parkir. \”Naikin PAD banyak caranya, tidak harus seperti itu. Tapi saya minta Dishub segera bereskan para oknum yang jelas melanggar aturan. Contohnya para oknum yang secara sadar merubah fungsi trotoar sebagai lahan parkir, itu kan merugikan pejalan kaki. Jangan malah ikut dilegalkan,\” tandasnya.

Baca Juga  Herman HN Minta Pemprov Bentuk Satgas Covid-19 Awasi Instansi Vertikal

Sebelumnya diberitakan, Kepala Bidang (Kabid) Perparkiran, Dishub Bandarlampung, Afrully AT, menyatakan akan melakukan terobosan dengan melegalkan lahan parkir tak resmi, guna¬† mendongkrak PAD disektor parkir. \”Iya kalau kita melihat, ada lahan parkir yang berstatus ilegal. Oleh karena itu kami berencana akan mengubah status dari ilegal menjadi legal,\” jelas dia.

Diketahui, sejauh ini upaya tersebut telah membuahkan hasil, lantaran lahan parkir ilegal yang terletak di depan Chandra Karang telah berubah status menjadi legal.

Baca Juga  Gubernur Anugerahkan Penghargaan kepada 18 Inovator Lampung

\”Alhamdulillah, upaya itu berhasil, baru yang di depan Chandra Karang yang berhasil kita upayakan statusnya menjadi legal, dan sekarang sudah memberikan sumbangsih bagi PAD,\” imbuhnya.(Agis)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *