Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung, mulai memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah melalui kegiatan edukasi kepada peserta didik sejak awal Tahun Ajaran 2026/2027.
Tulang Bawang Barat (Netizenku.com): Langkah tersebut dilakukan melalui kegiatan monitoring Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) sekaligus sosialisasi bahaya narkoba yang berlangsung di SMP Negeri 06 Mulya Asri, Kecamatan Tulang Bawang Tengah (TBT), Jumat (17/07/2026).
Kepala Disdikbud Tubaba, M. Cheri Sopian, S.H., M.H., mengatakan edukasi bahaya narkoba menjadi bagian dari rangkaian kegiatan MPLS setelah pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), sesuai dengan Surat Edaran Menteri Pendidikan Nasional Nomor 10 Tahun 2025.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kegiatan tersebut, Disdikbud Tubaba menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) Lampung Timur untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai dampak penyalahgunaan narkotika serta pentingnya pencegahan sejak dini.
“Mulai tahun ajaran baru 2026/2027 ini, kita mulai menggencarkan penyuluhan terkait bahaya penggunaan narkoba di kalangan pelajar. Pada kegiatan MPLS ini kami menghadirkan tim dari BNN Lampung Timur untuk memberikan edukasi kepada peserta didik,” ujar Cheri.
Menurutnya, upaya pencegahan narkoba di lingkungan pendidikan membutuhkan kerja sama berbagai pihak, tidak hanya pemerintah daerah dan sekolah, tetapi juga melibatkan lembaga terkait seperti BNN.
“Kita melakukan deteksi dini karena persoalan narkoba harus ditangani secara kolaboratif. Selain memberikan edukasi kepada peserta didik, pemahaman juga perlu diperkuat kepada para guru,” katanya.
Cheri juga meminta seluruh kepala sekolah di Kabupaten Tubaba meningkatkan peran guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam melakukan pemantauan terhadap perkembangan peserta didik, terutama apabila ditemukan perubahan sikap maupun perilaku yang berpotensi mengarah pada penyimpangan.
“Saya meminta kepala sekolah memperkuat kembali peran guru BK agar lebih memperhatikan kondisi anak-anak apabila terdapat perubahan sikap maupun perilaku,” tegasnya.
Kegiatan sosialisasi di SMP Negeri 06 Mulya Asri tersebut diikuti sekitar 250 peserta didik baru hasil penerimaan melalui SPMB. Selain siswa, kegiatan juga dihadiri jajaran tenaga kependidikan sekolah.
Materi penyuluhan disampaikan oleh narasumber dari BNN Lampung Timur, Winingsih, S.ST., M.Kes., yang memberikan pemahaman terkait bahaya narkoba, dampak bagi kesehatan dan masa depan pelajar, serta pentingnya membangun lingkungan sekolah yang aman.
Disdikbud Tubaba memastikan kegiatan edukasi bahaya narkoba akan terus dilaksanakan secara bertahap di berbagai sekolah.
“Kegiatan ini ke depan akan kita padukan dengan program Forkopimda Masuk Sekolah serta kembali melibatkan BNN agar edukasi pencegahan narkoba dapat menjangkau lebih banyak pelajar,” pungkas Cheri.(*)








