Disdikbud Lampung Terapkan Dua Pola Pembelajaran

Redaksi

Selasa, 22 Juni 2021 - 18:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Sulpakar. Foto: Netizenku.com

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Sulpakar. Foto: Netizenku.com

Bandarlampung (Netizenku.com): Menyambut Tahun Pelajaran 2021/2022 pada 12 Juli 2021 mendatang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung akan menerapkan dua pola pembelajaran di masa pandemi Covid-19.

“Di masa pandemik ini kita akan melaksanakan dua pola pembelajaran yaitu Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) kemudian Pembelajaran Tatap Muka (PTM),” kata Kepala Disdikbud Provinsi Lampung, Sulpakar, ketika ditemui di Ruang Rapat Disdikbud setempat, Selasa (22/6).

Sulpakar menyampaikan PTM dilakukan di daerah penyebaran Covid-19 Zona Hijau, Kuning, dan Oranye.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Semua (zona) boleh kecuali Zona Merah, selain Zona Merah pendidikan dilaksanakan sesuai peraturan teknis Mendikbud mengacu pada SKB 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran,” ujar dia.

PTM, lanjut dia, dilakukan secara terbatas dimana orang tua/wali siswa masih diperbolehkan menyampaikan sikap keberatan apabila anaknya masuk sekolah mengikuti pola PTM.

“Maka sekolah berkewajiban juga untuk melayani siswa yang belum mendapatkan izin dari orang tuanya. Tidak bisa kita paksakan,” kata dia.

Sekretaris Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Provinsi Lampung, Hendra, mengatakan dua pola pembelajaran tersebut tentunya akan membebani tenaga pendidik.

“Pasti membebani guru di sekolah tapi itu adalah konsekuensi kita dalam keadaan darurat seperti ini,” kata Hendra ketika ditemui dalam Rapat Kepala SMA se-Bandarlampung di SMA Negeri 2 Bandarlampung.

“Kalau suasananya darurat pasti membebani tapi ini sebagai komitmen kita melayani pendidikan anak-anak. Ketika kita darurat memang harus banyak pengorbanan di situ,” lanjut dia.

Hendra menjelaskan selama satu tahun pandemi Covid-19 berlangsung, belajar dari rumah sudah menjadi beban tersendiri bagi guru dan siswa. Namun pola PJJ berjalan mulus tanpa kendala.

“Guru harus lebih mempersiapkan segala sesuatunya, kemudian melaksanakan pembelajaran secara daring membutuhkan energi yang lebih, evaluasinya juga begitu karena harus dikoreksi satu-satu tapi itu adalah salah satu konsekuensi dalam sebuah kedaruratan,” kata Hendra. (Josua)

Berita Terkait

Refleksi Pendidikan Lampung 2025: Akses Hampir Universal, Kualitas Guru di Hulu Jadi Penentu
TPT SMK Lampung Tertinggi, Kolaborasi Pemprov–CSR Jadi Jalan Baru
Thomas Amirico Raih IWO Award 2025
Gubernur Mirza dan Jembatan Pendidikan Tampang Muda:  Gotong Royong Pemerintah untuk Masa Depan Anak Pelosok
Peminat Sekolah Negeri Menurun, Ini Kata Akademisi ITBA DCC
Kemendikdasmen Berencana ‘Hidupkan’ Kembali Jurusan SMA dan Kurangi Muatan Pelajaran SD-SMA
Satker Mitra Kerja Dilarang Berikan Gratifikasi ke Pegawai Kanwil DJPb Provinsi Lampung
Presiden Prabowo Wanti-wanti Mendikti Agar Mahasiswa Tidak Terhasut

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 14:33 WIB

Pemkot Bandar Lampung Tertibkan Kabel Provider Semrawut

Senin, 3 Agustus 2026 - 14:28 WIB

Bandar Lampung Gandeng Solok Jaga Pasokan Cabai dan Bawang

Senin, 3 Agustus 2026 - 14:23 WIB

BPBD Bandar Lampung Siagakan Empat Tangki Air Bersih

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:45 WIB

80 KK di Way Laga Terima Bantuan Air Bersih

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:08 WIB

Eva Dorong Pelestarian Kuliner Tradisional Lampung

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:42 WIB

Pemkot Bandar Lampung Rotasi Pejabat, Dua Camat Dilantik

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:35 WIB

Pemkot Bandar Lampung Siapkan Rp2,5 Miliar untuk Olok Gading

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:25 WIB

Eva Dwiana Siapkan Strategi Hadapi Banjir

Berita Terbaru

Pringsewu

Pringsewu Perkuat Pendidikan Politik bagi Generasi Muda

Kamis, 6 Agu 2026 - 15:16 WIB