Liwa (Netizenku.com): Pandemi Covid-19 terus menelan korban jiwa, tidak terkecuali di Kabupaten Lampung Barat, bahkan Jumat (9/7) terdapat lima orang meninggal dunia dan dimakamkan dengan protokol kesehatan.
Tetapi yang menjadi pertanyaan sejumlah masyarakat, yang menjadi perbincangan di sosial media dan group WhatsApp tentang pemakaman di Kecamatan Batu Brak, yang tidak menggunakan peti mati. Sementara yang bersangkutan merupakan pasien isolasi suspect Covid-19 (Swab AG+) di RSUD Alimuddin Umar Lampung Barat.
Menanggapi terkait tidak menggunakan peti mati yang menjadi syarat pemakaman korban Covid-19, Sekretaris Satgas Covid-19 Lampung Barat, Maidar, mengatakan pihaknya kehabisan stok.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Stok kita saat ini habis dan sedang melakukan pemesanan, karena kami tidak mengira akan tingginya angka kematian masyarakat yang terpapar Covid-19, apalagi hari ini saja petugas melakukan pemakaman dengan protokol kesehatan sebanyak lima orang,” kata Maidar, Jumat (9/7).
Tetapi untuk prosedur protokol kesehatan lainnya tetap dijalankan, dari proses pemandian jenazah, pengkafanan sampai pemakaman. Dan mudah-mudahan peti mati yang telah dipesan akan segera tiba di Lampung Barat.
Terkait kejadian tersebut, Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Lampung Barat, Ismun Zani, sangat menyesalkan. Karena menurut dia kejadian tersebut merupakan kelalaian Satgas, padahal anggaran yang untuk penanganan Covid-19 sangat besar.
“Ngeri, kasian dengan petugas pemakaman dan masyarakat, karena peti mati itu merupakan keharusan yang telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai syarat pemakaman jenazah korban Covid-19, jadi menurut saya kejadian ini merupakan preseden buruk,” kata Ismun.
Jangan sampai kata Ismun, kejadian tersebut menjadi dasar masyarakat tidak percaya dengan Pemkab Lampung Barat. Karena kalau itu terjadi, di tengah ancaman pandemi saat ini akan merusak suasana ketenangan di tengah-tengah masyarakat.
“Akhir-akhir ini masyarakat kita yang terpapar Covid-19 terus meningkat, itu harus menjadi pertimbangan Satgas dan Pemkab, jangan sampai kejadian seperti itu terulang dan timbul rasa empati dari masyarakat, tentu akan berpengaruh terhadap suasana daerah kita yang terkenal dengan aman dan nyaman,” tandasnya. (Iwan/len)








