BERBAGI
Calon Kada Bandarlampung Dukung Pilkada di Tengah Pandemik
Debat Kandidat Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandarlampung Putaran Ketiga di Hotel Emersia, Jumat (4/12) malam. Foto: Dokumentasi KPU Bandarlampung

Bandarlampung (Netizenku.com): Tiga pasangan calon kepala daerah (calon kada) di Pilwakot Bandarlampung Tahun 2020 mendukung terlaksananya pilkada di tengah pandemi Covid-19.

Penyataan dukungan disampaikan dalam jumpa pers bersama awak media usai Debat Kandidat Pilwakot Bandarlampung putaran terakhir di Hotel Emersia, Jumat (4/12) malam.

Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Rycko Menoza-Johan Sulaiman, mengaku mendukung jalannya pilkada dengan terpaksa.

“Terpaksa mendukung karena kepentingan politik penguasa dan pemerintah, kalau maunya kita ya tidak mendukung apalagi di tengah kekuasaan. Apalagi hari ini salah satu calon masih menjabat, menurut saya tidak adil bagi pasangan yang lain,” kata Rycko Menoza.

Sementara Calon Wali Kota Yusuf Kohar yang berpasangan dengan Tulus Purnomo mendukung pilkada karena sudah ditentukan oleh undang-undang.

Dia menilai tidak ada masalah pilkada dilaksanakan di tengah pandemik sepanjang protokol kesehatan dijalankan dengan benar.

“Tidak ada masalah. Tapi kadang-kadang kan kita ini mengimbau untuk Covid-19 ini supaya menjalankan protokol kesehatan dengan gugus Covid-19, tapi kenyataannya kita sendiri yang ‘ngumpulin orang banyak-banyak, kan enggak boleh,” ujar Yusuf Kohar yang merupakan petahana.

Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Eva Dwiana-Deddy Amarullah, mendukung penuh pilkada sesuai amanah undang-undang dan menerapkan protokol kesehatan.

“Iya kita mendukung. Karena ini kan harus berjalan, dan untuk Kota Bandarlampung insyaallah sudah semua dilakukan protokol kesehatan,” kata Eva Dwiana.

“Menurut Bunda, kalau kita menjaga protokol kesehatan sesuai dengan aturan, kenapa tidak,” tegas istri Wali Kota Bandarlampung Herman HN ini.

Sebelumnya, KPU Kota Bandarlampung mewajibkan 15.300 Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang akan bertugas di 1.700 tempat pemungutan suara (TPS) untuk mengikuti rapid test Covid-19 mulai 26 November-4 Desember di 31 Puskemas yang tersebar di 20 kecamatan se-Bandarlampung.

Dari hasil pemeriksaan tersebut tercatat 1.533 KPPS dinyatakan reaktif.

Sementara Pengawas TPS jajaran Bawaslu Kota Bandarlampung, berdasarkan data yang dirilis Bawaslu Provinsi Lampung pada 2 Desember lalu, dari 1.700 Pengawas TPS ada 1.398 orang yang belum melakukan rapid test pada 26 November lalu.

Sementara dari 302 yang rapid test tercatat Reaktif 34 orang dan Non Reaktif 268 orang. (Josua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here