Bank Lampung ‘Disrimpung’

Ilwadi Perkasa

Senin, 5 Agustus 2024 - 02:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bank Lampung (ist)

Bank Lampung (ist)

Bandarlampung (Netizenku.com) – Bank Lampung baru saja menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu, 31 Juli 2024 lalu di Hotel Sheraton Lampung. Sehari setelah itu, bank daerah kebangganan masyarakat Lampung itu ‘disrimpung’ oleh pemberitaan ‘babibu’ oleh sejumlah media lokal.

Pemberitaan ‘babibu’ tersebut menyebutkan adanya timbunan kredit macet sebesar Rp300 miliar di bank ini. Itu adalah angka yang sangat fantatis untuk bank daerah sekelas Bank Lampung yang diketahui masih kesulitan meningkatkan permodalannya.

Beredar pula kabar bahwa mundurnya Direktur Utama Bank Lampung Presley Hutabarat terkait dengan kredit macet tersebut. Presley harus bertanggungjawab. Ia tidak bisa mundur begitu saja. Presley tidak boleh hengkang sebelum menjelaskan semuanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sayangnya, tidak ada keterangan resmi dari eks dirut Bank Lampung ini. Ia sudah pergi. Penggantinya, Pelaksana Tugas (Plt), Mahdi Yusuf, direksi senior di Bank Lampung, pun sampai hari ini belum pula memberikan klarifikasi.

Berita Hoaks

Media ini mencoba menelisik apa sebenarnya yang terjadi, dengan meminta keterangan resmi kepada Komisaris Utama Bank Lampung Fahrizal Darminto pada 1 Agustus 2024 lalu.

Saat ditanya, Fahrizal kaget. “Dari mana informasi itu,” tegasnya.

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung ini memastikan berita kredit macet Rp300 miliar di Bank Lampung tersebut adalah hoaks.

“Saya sudah tanya ke direksi. Tidak ada kredit macet sebesar itu. Mungkin yang nulis berita khilaf,” tegasnya, Jumat, 2 Agustus 2024.

Fahrizal juga menjelaskan bahwa Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Bank Lampung pada akhir Juli lalu tidak ada mengagendakan pembahasan kredit macet dimaksud karena memang tidak ada kredit macet seperti yang diberitakan itu.

Baca Juga  Pemprov Lampung Kembangkan Ekonomi Biru-Hijau melalui Potensi Nilai Ekonomi Karbon

“Kami heran kok tiba-tiba ada berita ada kredit macet di Bank Lampung sebesar itu. RUPS sama sekali tidak membahas itu,” tegasnya lagi.

Fahrizal juga menjelaskan berhentinya Dirut Bank Lampung Presley Hutabarat adalah natural lantatan sebentar lagi masa jabatan Presley berakhir.

“Presley berhenti natural. Tidak karena hal lain,” tegasnya.

Diketahui, RUPS Luar Biasa Bank Lampung dipimpin oleh Komisaris Utama, Fahrizal Darminto. Dihadiri Pj Gubernur Samsudin dan para pemegang saham.

RUPS LB Bank Lampung membahas tiga hal, yakni:
1. Pengesahan Modal Setor terkait (a) Usulan Pengesahan Setoran Modal menjadi Modal Setor dan (b) Keputusan terhadap Usulan Pengesahan Setoran Moda, menjadi Modal Setor.

Baca Juga  Gubernur Lampung Raih Penghargaan Pendukung Zakat Terbaik di Grand BAZNAS Awards 2026

2. Tindak Lanjut KUB Bank Lampung, terkait: (a) Laporan Progress Pelaksanaan KUB Bank Lampung dengan Bank Jatim sebagai Bank Induk, (b) Pemaparan terkait Sharehorders Agreement (SHA) sebagai salah satu persyaratan KUB, (c) Perubahan Putusan RUPSLB 28 Februari 2024, (d) Keputusan terhadap SHA dan Perubahan Putusan RUPSLB 28 Februari 2024.

3. Laporan akan Berakhirnya Masa Jabatan Pengurus, terkait:
(a) Laporan akan berakhirnya masa jabatan Direktur Utama pada 26 September 2024, (b) Usulan atas akan berakhirnya masa jabatan Direktur Utama pada 26 September 2024, (c) Keputusan atas akan Berakhirnya Masa Jabatan Direktur Utama.(iwa)

Berita Terkait

Andhika Wibawa Dukung Standar Akademik untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan
Cuaca Panas dan Angin Kencang, Eva Dwiana Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Pendaftaran Ditutup, Wirahadikusumah dan Adi Kurniawan Jadi Pendaftar Tunggal Ketua PWI Lampung
Karhutla TNWK Mulai Mereda, Asap Masih Tersisa di Lahan Gambut
Mantan Ketua KI Lampung Juniardi Daftar Calon Komisioner Periode 2026–2029
Andika Wibawa Dukung Larangan Vape di Sekolah, Waspadai Penyalahgunaan Narkoba
Mikdar Ilyas Sebut Harga Singkong Rp3.150 per Kg Hasil Perjuangan Pansus
Wamenaker Ajak JARNAS.INDO Perkuat Sinergi Pembangunan Ketenagakerjaan

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:26 WIB

Andhika Wibawa Dukung Standar Akademik untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:36 WIB

Pendaftaran Ditutup, Wirahadikusumah dan Adi Kurniawan Jadi Pendaftar Tunggal Ketua PWI Lampung

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Karhutla TNWK Mulai Mereda, Asap Masih Tersisa di Lahan Gambut

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:45 WIB

Andika Wibawa Dukung Larangan Vape di Sekolah, Waspadai Penyalahgunaan Narkoba

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Mikdar Ilyas Sebut Harga Singkong Rp3.150 per Kg Hasil Perjuangan Pansus

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:29 WIB

Wamenaker Ajak JARNAS.INDO Perkuat Sinergi Pembangunan Ketenagakerjaan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Demokrat Lampung Siapkan Muscab, Edy Irawan Bidik Kursi Pimpinan DPRD

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Gubernur Lampung Fokus Tangani Karhutla TNWK, Lima Hektare Dipadamkan per Hari

Berita Terbaru