Festival Sekala Bekhak (FSB) ke-11 Tahun 2025 kembali digelar meriah. Namun di tengah kemegahan acara budaya tersebut, kritik pedas datang dari Anggota DPRD Lampung Barat, Bambang Kusmanto.
Lampung Barat (Netizenku.com): Menurut Bambang, festival yang seharusnya menjadi ajang pelestarian budaya justru berubah menjadi panggung pertunjukan para pejabat dan satuan kerja perangkat daerah (Satker).
“Lenggak-lenggok para pejabat bersama pasangan di atas panggung, mengenakan pakaian mewah, sangat tidak layak dipertontonkan. Apakah mereka tidak malu lebih menonjolkan gaya ketimbang kinerja?” ujar Bambang, Senin (21/7/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menilai, sikap yang ditampilkan para pejabat mencerminkan gaya hidup hedonis, yang kontras dengan kondisi masyarakat yang masih menghadapi kesulitan ekonomi dan buruknya pelayanan publik.
“Yang seharusnya ditampilkan adalah kinerja dan solusi atas keluhan rakyat, bukan tontonan yang justru menyakitkan bagi masyarakat,” tambahnya.
Bambang juga menyoroti minimnya ruang partisipasi masyarakat dalam festival tersebut. Menurutnya, FSB hanya dipenuhi kegiatan seremoni dan formalitas belaka.
Ia berharap ke depan, Festival Sekala Bekhak bisa lebih berorientasi pada nilai-nilai budaya dan kebutuhan masyarakat.
“Bukan sekadar seremoni, tapi harus menyentuh nilai edukatif, melibatkan masyarakat, dan mendorong peningkatan ekonomi lokal,” tegasnya.
Festival Sekala Bekhak sendiri dikenal sebagai perayaan adat dan budaya masyarakat Lampung Barat. Namun pada pelaksanaan tahun ini, kembali menuai pro-kontra karena dinilai tak lagi mencerminkan semangat kebudayaan yang sejati. (*)








