Arinal Menolak Jadi Raja Tega

Ilwadi Perkasa

Minggu, 3 November 2024 - 15:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengucapkan selamat kepada Arinal Djunaidi setelah dilantik menjadi Gubernur Lampung di Istana Negara, Rabu (12/06/2019)

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengucapkan selamat kepada Arinal Djunaidi setelah dilantik menjadi Gubernur Lampung di Istana Negara, Rabu (12/06/2019)

MARI  kita lihat dan rasakan atmosfer yang berkembang di lingkungan Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Lampung pada saat musim kampanye pemilihan gubernur (pilgub) hari-hari ini. Nuansanya sangat kental dengan “intervensi” salah satu calon gubernur. Tapi dipastikan bukan Arinal Djunaidi (ARD) yang dimaksud.

Biarpun ARD juga peserta pilgub, bahkan dia petahana gubernur, realita di lapangan justru tidak memperlihatkan pengaruhnya untuk “menyandera” para Aparatur Sipil Negara (ASN). ARD tidak bermanuver cawe-cawe.

Mungkin akan ada yang nyeletuk, kalau nuansa lingkup Pemprov Lampung cenderung lebih kental kepada calon gubernur lain, itu boleh jadi pertanda ARD tidak populer di kalangan ASN. Lantas apa salahnya kalau ada calon gubernur lain yang ternyata lebih “bisa diterima” oleh para pejabat di sana?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bahkan, saking akrabnya sampai sempat beredar di media sosial foto Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Fahrizal Darminto, sedang berpose bersama (diduga) tim pemenangan salah satu calon Gubernur Lampung (sekali lagi, bukan TS ARD).

Baca Juga  Imelda Minta Publik Bijak Sikapi Informasi Gunung Anak Krakatau

Setelah fotonya viral, buru-buru Fahrizal berkilah, foto itu memang diabadikan saat dia dan beberapa tamunya sedang berada di ruang kerjanya. Tapi dia coba meyakinkan bahwa pertemuan mereka bukan dalam konteks urusan politik, apalagi membicarakan perihal pilgub.

Sekda Fahrizal tentu bebas memberi pernyataan, tetapi publik juga memiliki keleluasaan untuk menafsirkan foto yang viral itu sebagai sebuah fakta. Apalagi di dalam foto, jelas terlihat salah satu dari dua tamu Fahrizal mengenakan baju beratribut kontestan pilgub.

Sementara di kalangan jurnalis yang rutin bertugas di lingkup Pemprov Lampung, ada keterkejutan saat melihat foto viral tadi. Sebab, jurnalis yang data medianya terdaftar di Diskominfotik sekalipun, mengakui sangat susah untuk bisa mewawancarai sekda di ruang kerjanya.

Sekda dikenal sangat selektif menerima tamu. Belum lagi akan ada staf ajudan yang ikut menyeleksi siapa-siapa saja yang diperbolehkan masuk ke ruang kerja atasannya. Menjadi naif, ketika ada seseorang beratribut salah satu kontestan pilgub, tapi dibiarkan lolos melenggang melewati mereka tanpa dihalangi.

Baca Juga  Atap Rapuh, Mimpi Anak Way Kanan Tak Boleh Runtuh

Padahal, di musim kampanye pilgub seperti sekarang, jangankan tampak berdekat-dekatan apalagi sampai menerima tim sukses peserta pilgub, sekadar berpose untuk berfoto saja para ASN sudah sangat sadar untuk tidak menunjukkan gerak jari atau simbol-simbol bahasa tubuh lainnya yang bisa diinterpretasikan sebagai bentuk dukungan terhadap salah satu paslon.

Nyatanya, semua sudah berlangsung. Semakin kencang aura yang memperlihatkan betapa kentalnya pengaruh salah satu kontestan pilgub di ranah lingkungan pemprov. Tapi menjadi menarik untuk menyimak curhatan seorang pejabat di sana yang merasa prihatin dengan kondisi sekarang. Pejabat strategis di jajaran Pemprov Lampung itu, tidak menampik nuansa keberpihakan rekan-rekannya seperti yang kental terasa.

Dia sangat menyayangkan perilaku latah bargaining atau tawar-menawar di ranah politik, sementara setiap pagi mereka masih mengenakan baju dinas dan embel-embel tanda kepangkatan yang menandakan sebagai abdi negara. Mestinya mereka bersikap netral, biarpun angin puting beliung berpusar di sekitarnya sekalipun. Pejabat itu menyebut disitulah letak komitmen seorang ASN.

Baca Juga  Mikdar Ilyas, Liburnya Program MBG Berdampak pada Harga Hasil Pertanian di Lampung

Sebaliknya, pejabat itu mengacungkan ibu jari pertanda salud pada ARD. Baginya, kendati petahana, ARD tidak pernah cawe-cawe menyeret mantan anak buahnya untuk membantu urusan politiknya. Dia juga menegaskan, ini bukan soal populer atau tidak populer. Apalagi, menurutnya, tidak kurang dari 90 persen pejabat eselon yang memperoleh kedudukan jabatan di lingkungan Pemprov Lampung hari ini, diangkat di era kepemimpinan ARD.

Pejabat itu kembali menegaskan, ini bukan soal popularitas atau kapasitas. Karena tidak dipungkiri ARD memiliki kedua kapasitas tersebut. Ini, masih menurut pejabat itu, mencerminkan integritas seorang ARD. Kendati punya kapasitas dan kesempatan, dia lebih memilih untuk tidak menggunakannya.

ARD disebut tidak rela menyeret-nyeret ASN untuk berkubang dalam peliknya politik. Karena kalau sampai tergoda melakukan, sama saja dirinya telah menjerumuskan ASN untuk berkhianat terhadap nilai integritas. Lantas siapa sesungguhnya yang Raja Tega mengorbankan kehormatan ASN untuk kepentingan diri sendiri? (*)

Berita Terkait

203 Titik Hotspot Terdeteksi, Karang Taruna Desa Diminta Waspada Karhutla
Kebakaran Berulang di Way Kambas, Komisi II DPRD Lampung Dorong Pencegahan Diperkuat
BPBD Lampung Siap Bantu Korban Gempa NTT
Atap Rapuh, Mimpi Anak Way Kanan Tak Boleh Runtuh
Gubernur Lampung Ikuti Upacara Detik Detik Proklamasi Secara Virtual
Gubernur Lampung, Kemerdekaan Harus Dirasakan Masyarakat melalui Pembangunan yang Nyata
Pengusaha Jambi Laporkan Dugaan Penipuan Proyek Fiktif Rp465 Juta ke Polda Lampung
Konflik PT BSA Memanas, Wahrul Desak Pemerintah Pusat Turun Tangan

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:25 WIB

Diklat Paskibraka Pringsewu 2026 Resmi Ditutup

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:23 WIB

Ombudsman Nilai Pelayanan RSUD Pringsewu

Selasa, 18 Agustus 2026 - 00:11 WIB

HUT Ke-81 RI, Pemkab Pringsewu Gelar Upacara dan Serahkan Bantuan Bedah Rumah

Selasa, 18 Agustus 2026 - 00:08 WIB

Curanmor Mengintai Dini Hari, Polres Pringsewu Intensifkan Patroli

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:58 WIB

Setahun Buron Kasus Curanmor, Andi Lau Akhirnya Ditangkap Polisi di Tanggamus

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:49 WIB

Bupati Pringsewu Hadiri Paripurna Istimewa DPRD, Dengarkan Pidato Kenegaraan Presiden

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:47 WIB

Motor Petani Dicuri Saat Panen Kelapa, Dua Pelaku Curanmor Dibekuk Polisi

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:45 WIB

Pemkab dan DPRD Pringsewu Sepakati KUA-PPAS APBD 2027

Berita Terbaru

Lampung Selatan

PWI Lampung Selatan Dukung Pemanfaatan IKD

Jumat, 21 Agu 2026 - 21:30 WIB