Akademisi Membaca Lampung: Salah Tafsir Nilai Tradisi

Redaksi

Senin, 28 Agustus 2023 - 15:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandarlampung (Netizenku.com): Diskusi rutin satu malam 27-an di Gedung Graha Lt, Universitas lampung menghadirkan dua pembicara penting dari kalangan akademisi untuk membicarakan soal Kebudayaan Lampung dari perspektifnya.

Diskusi terbuka inisiasi dari KAULA tersebut dihadiri segenap pemerhati budaya di Lampung.

Faurani Santi singagerda, selaku Dosen IIB Darmajaya, dan Edi Siswanto, selaku Dosen FKIP Universitas Lampung adalah dua tokoh akademisi yang ditunjuk menjadi pembicara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berlangsungnya rangkaian kegiatan diskusi terbuka dipandu oleh Neri Juliawan, Pegiat Budaya Lampung.

Dikatakan oleh Faurani, nilai-nilai budaya Lampung bisa menjadi pertahanan kita dalam menghadapi gempuran budaya asing yang datang di tengah derasnya arus informasi saat ini.

Pihaknya menyayangkan bahwa saat ini malah banyak orang Lampung yang menyamakan makna ‘Piil’ dengan gengsi.

Baca Juga  PTPN I Kirim 17 Ton Bantuan untuk Korban Bencana di NTT

Menurutnya sebagai akademisi kita seharusnya bisa memberikan pendidikan yang benar pada generasi muda saat ini.

“Lampung sesungguhnya memiliki kekayaan nilai tradisi dan budaya yang layak menjadi counter culture, yaitu Piil Pesenggiri. Namun akhir-akhir ini, falsafah luhur itu telah banyak disalahartikan,” ujarnya, Minggu (27/8/2023).

“Misal, banyak orang Lampung menyamakan ‘Piil’ dengan gengsi, ga mau kalah unggul harta/materi dsb. Inilah yang musti diluruskan kembali. Tugas kita sebagai orang tua, dan khususnya saya sebagai akademisi, ialah memberikan pendidikan ini ke anak-anak kita,” tambah Faurani.

Sedangkan Edi mencoba mendiskursuskan nilai budaya lokal ke dalam budaya dalam lingkup lebih luas yakni Indonesia, yang dalam hal itu, Piil Pesenggiri mampu berkorelasi dengan Pancasila.

Baca Juga  Gubernur Mirza Dorong KDMP Pangkas Rantai Distribusi Beras di Lampung

Secara politis, Piil Pesenggiri mampu menjadi pijakan kita dalam menghadapi ‘peperangan’ budaya di era sekarang.

“Piil Pesenggiri tidak memiliki nilai yang menunjukkan adanya ‘aku individual’ (saya) melainkan ‘aku sosial/komunal’ (kami/kita). Jika ada orang lampung yang sukses, tapi tidak turut menyukseskankan kelompoknya/komunitasnya maka bisa dikatakan orang itu tidak punya Piil,” ujar Dosen PPKN itu.

Sementara dari sisi peserta diskusi, Bung Alex, mengafirmasi fenomena yang telah disampaikan.

Pihaknya menambahkan bila peran akademisi bukan hanya menyoal transfer ilmu pengetahuan di perkuliahan, tapi juga mampu melakukan re-conditioning kebudayaan.

Padahal akademisi sesungguhnya memiliki posisi politis yang strategis.

“Harus kita akui bahwa tafsir kita terhadap nilai-nilai budaya Lampung sudah tidak lagi memadai. Akibatnya, dengan mudahnya kita diserang oleh budaya asing. Seperti K-POP misalnya. Berapa banyak generasi muda kita yang sekarang begitu fanatik memuja artis-artis K-POP? Lantas apa pandangan akademisi di sini?” ujar Alex.

Baca Juga  Mahasiswa Malahayati Sosialisasikan Insinerator Minim Asap di Metro Timur

Faurani kemudian memaparkan bahwa kita patut belajar dari negara2 yang cukup berhasil dalam konteks budaya, korea misalnya, mereka memiliki grand design strategi budaya sejak 30 tahun lalu.

“Misalnya dengan cara industrialisasi budaya. Pemajuan budaya akan pesat jika kebudayaan bisa kita sandingkan dengan ekonomi,” tambahnya.

“Yang harus dilakukan adalah kita semua di sini, akademisi, budayawan, seniman, politisi, satu padu mendorong pemerintah untuk membuat grand design pemajuan kebudayaan yang tepat dan jitu, dan jangan hanya sibuk mengurusi pembangunan fisik semata,” ujarnya. (Rilis)

Berita Terkait

Lampung Mulai Bangun Ekosistem Bioetanol untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Mikdar Ilyas Dorong Pengawasan Beras Premium untuk Lindungi Konsumen
Antrean Solar Meluas, DPRD Lampung Dorong Penambahan Kuota BBM Bersubsidi
Gubernur Mirza: Pemimpin Harus Pahami Pasal 33 UUD 1945 untuk Sejahterakan Rakyat
Pemprov Lampung Bentuk FKLPID, Perkuat Sinergi Dunia Industri dan Pendidikan
BULOG Pastikan Bantuan Pangan Beras Menjangkau Masyarakat Lampung Selatan
98 Kepala Sekolah di Lampung Resmi Dilantik, Sejumlah Jabatan Dirotasi
APBD Perubahan 2026 Lampung Difokuskan Perkuat Program Prioritas dan Pertumbuhan Ekonomi

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 14:12 WIB

Pengurus Baru Pramuka Tulang Bawang Udik Resmi Dilantik, Ini Pesan Tegas Ketua Kwarcab Tubaba

Kamis, 10 September 2026 - 17:19 WIB

DPRD Tubaba Sahkan Raperda APBD-P 2026, Busroni Tegaskan Pengawasan Tak Berhenti di Paripurna

Selasa, 1 September 2026 - 20:09 WIB

Pramuka Tubaba Diminta Jadi Teladan, Bupati Novriwan Soroti Pangan, Disiplin, dan Penanganan Sampah Plastik

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:11 WIB

Kapolres Tubaba Ajak Pers Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

Rabu, 19 Agustus 2026 - 20:24 WIB

PAD Tubaba Digenjot, Aset Daerah dan Pajak Mulai Dioptimalkan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:24 WIB

HUT ke-25, Demokrat Tubaba Hadir Lewat Aksi Nyata di Tengah Masyarakat

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:36 WIB

Bupati Tubaba: Hilangkan Sekat, Satukan Komando untuk Percepat Pembangunan

Senin, 17 Agustus 2026 - 19:12 WIB

Bupati Tubaba: Disiplin Kunci Raih Cita-cita

Berita Terbaru