Hidir Ibrahim Bahas Masalah Hoax di DTD Pringsewu

Redaksi

Sabtu, 15 September 2018 - 13:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pringsewu (Netizenku.com): Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Pringsewu gelar Diklat Terpadu Dasar (DTD) angkatan ke VIII. Acara tersebut diikuti oleh 116.

Para peserta merupakan calon anggota Ansor, Banser dan Denwatser dari zona utara yang meliputi Kecamatan Adiluwih, Sukoharjo, Banyumas, Pagelaran Utara dan beberapa peserta dari kabupaten lain diluar Pringsewu.

Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari yakni 14-16 September 2018 di Pekon Purwodadi Kecamatan Adiluwih.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selama pelaksanaan DTD, calon anggota Ansor, Banser dan Denwatser akan dibekali materi-materi ke-NU-an, ke-Ansor-an, Pendidikan Dasar ke-Banser-an, dan akan digembleng mental serta fisiknya oleh para instruktur guna menjadi kader-kader yang militan.

Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Provinsi Lampung, Hidir Ibrahim, menyampaikan bahwa program DTD adalah bagian dari upaya mencetak para kader Ansor Banser yang mempunyai mental dan karakter yang kuat untuk mengabdi dan berjuang menjaga akidah ahlussunah wal jama\’ah an nahdliyah, menjaga para kiai dan NKRI.

Baca Juga  Wabup Pringsewu Sidak Gedung Walet Berbau Menyengat, 30 Karung Bangkai Kelelawar Dievakuasi

Hidir juga menegaskan bahwa menjadi kader Ansor dan Banser haruslah total, tidak boleh setengah-setengah.

\"\"

\”Menjadi kader Ansor dan Banser haruslah total, jangan setengah-setengah. Kalau setengah-setengah, maka berjuangnya juga akan setengah-setengah,\” kata Hidir.

\”Dan berbahagialah kalian menjadi kader Ansor dan Banser, karena dengan menjadi kader Ansor dan Banser maka insyaallah, keberkahan akan kita dapatkan seperti yang telah dijaminkan oleh para alim ulama dan kiai kita,\” imbuhnya.

Baca Juga  Wabup Pringsewu Buka Penyaluran Bantuan Pangan 2026 di Pardasuka

Terkait makin maraknya hoax di media sosial, anggota legislatif provinsi dari Fraksi PKB itu juga meminta agar kader Ansor dan Banser harus multi-talenta. Contoh, sebagai kader Ansor dan Banser harus bisa juga menguasai teknologi informasi guna menangkal dan melawan hoax yang bertebaran di media sosial.

Diakhir sambutannya, Hidir secara resmi menyematkan tanda peserta diklat sebagai tanda dimulainya kegiatan DTD.(Agis)

Berita Terkait

Pemkab Pringsewu Percepat Implementasi Cek Kesehatan Gratis
Bupati Pringsewu Teken MoU dengan AM Farm, Terima Sapi Kurban Bantuan Presiden
Polres Pringsewu Gagalkan Tawuran Remaja, Tiga Pelaku dan Celurit Diamankan
Wabup Pringsewu Buka Penyaluran Bantuan Pangan 2026 di Pardasuka
Pemkab Pringsewu Apresiasi Perbaikan Jalan Provinsi oleh Pemprov Lampung
LSM Trinusa Unras di DPRD dan Kejari Pringsewu, Polisi Fasilitasi Dialog
Bupati Pringsewu Salurkan Bantuan Pangan untuk 693 KPM Rejosari
Bupati Pringsewu Dukung Polda Lampung Tindak Tegas Pelaku Begal

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 19:27 WIB

Sekber Konstituen Dewan Pers Sukses Gelar Sarasehan Jilid II Terkait Pajak

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:34 WIB

Momen Presiden Prabowo Naik Maung Garuda Sapa Pelajar Bandar Lampung

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:28 WIB

Antusiasme Warga dan Siswa Sambut Presiden Prabowo di Stadion Pahoman Bandar Lampung

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:35 WIB

Ketua MPR Ahmad Muzani Nikmati Pindang Salmon Khas Lampung

Selasa, 9 Juni 2026 - 22:22 WIB

DPRD Lampung, Koperasi Merah Putih Harus Berpihak ke Petani

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:05 WIB

Lampung Siap Bangun 2 Pabrik Bioetanol, Harga Singkong Petani Bakal Melambung Tinggi

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:22 WIB

Lampung Jadi Pilot Project Bioetanol Nasional, Siap Pasok 10 Persen Kebutuhan E10 Indonesia

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:36 WIB

Kisruh Verifikasi Domisili SPMB Lampung 2026, Ribuan Calon Siswa Terancam Gagal Masuk SMAN

Berita Terbaru

Pringsewu

Pemkab Pringsewu Percepat Implementasi Cek Kesehatan Gratis

Rabu, 10 Jun 2026 - 20:00 WIB

Tulang Bawang Barat

DPRD Tubaba Sidak Proyek Irigasi Rp48,35 Miliar yang Diduga Bermasalah

Rabu, 10 Jun 2026 - 14:46 WIB