Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal resmi melantik I Komang Koheri sebagai Bupati Lampung Tengah sisa masa jabatan 2025–2030 di Balai Keratun Lantai III, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Selasa (3/11/2026).
Lampung (Netizenku.com): Dalam pelantikan tersebut, Mirzani meminta Komang memperkuat sinergi pembangunan dengan pemerintah provinsi, menjaga integritas, serta memastikan program pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Ketua TP PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza melantik Ni Ketut Dewi Nadi sebagai Ketua TP PKK, Ketua Tim Pembina Posyandu, dan Ketua Dekranasda Kabupaten Lampung Tengah untuk sisa masa bakti 2025–2030.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mirzani menyampaikan selamat kepada Komang Koheri dan berharap amanah tersebut dijalankan dengan sungguh-sungguh demi pembangunan serta kesejahteraan masyarakat Lampung Tengah.
Ia menegaskan, pembangunan kabupaten harus selaras dengan RPJMD dan RPJPD Provinsi Lampung agar penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik berjalan searah dengan visi Lampung Maju Menuju Indonesia Emas 2045.
Mirzani juga menitipkan tiga pesan kepada Komang, yakni membina aparatur sipil negara (ASN) berdasarkan sistem merit, menjaga integritas dengan menghindari korupsi dan penyalahgunaan wewenang, serta turun langsung ke lapangan untuk menyerap aspirasi masyarakat hingga tingkat kampung.
Selain itu, Pemkab Lampung Tengah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) diminta mengawal empat program prioritas nasional, yakni swasembada pangan, Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), dan penguatan pelayanan dasar.
Di sektor pangan, Mirzani menyebut Lampung merupakan salah satu penopang pangan nasional dengan produksi padi mencapai 3,25 juta ton pada 2025. Lampung Tengah sebagai salah satu lumbung pangan daerah diminta menjaga produktivitas pertanian melalui pengamanan irigasi, ketersediaan pupuk, dan penyerapan hasil panen dengan harga layak.
Ia juga mendorong hilirisasi komoditas pertanian agar nilai tambah ekonomi dapat dinikmati masyarakat di daerah penghasil.
“Kita tidak ingin petani gabah di Lampung Tengah menanam padi, menjual ke luar daerah Lampung Tengah, kemudian membeli lagi berasnya dari luar Lampung Tengah. Kita tanam padi, kita bisa hasilkan beras. Kita tanam jagung, kita bisa hasilkan pakan ayam,” ujarnya.
Terkait MBG, Mirzani mengatakan terdapat 1.007 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) aktif di Lampung dengan 2,8 juta penerima manfaat. Ia meminta pemerintah kabupaten memastikan seluruh SPPG beroperasi sesuai standar, aman, bersih, dan tepat sasaran.
Penggunaan bahan baku juga diminta memprioritaskan hasil produksi petani, peternak, dan pelaku UMKM lokal agar program tersebut turut menggerakkan perekonomian daerah.
Sementara itu, lebih dari 2.600 KDMP telah terbentuk di Lampung. Mirza mengingatkan agar koperasi tidak sekadar berdiri secara kelembagaan, tetapi benar-benar beroperasi, menyerap hasil panen petani, mendukung distribusi barang subsidi, serta membuka akses pasar bagi produk UMKM.
Pada sektor pelayanan dasar, Pemkab Lampung Tengah diminta memperkuat program cek kesehatan gratis dan Sekolah Rakyat. Seluruh program tersebut juga perlu disinergikan dengan program Desaku Maju milik Pemerintah Provinsi Lampung.
“Pusat memberi arah, pusat memberikan kebijakan besar, provinsi mendukung, kabupaten memastikan manfaatnya sampai ke rakyat,” katanya.
Kepada pengurus TP PKK, Tim Pembina Posyandu, dan Dekranasda Lampung Tengah yang turut dilantik, Mirza berharap ketiganya menjalankan tugas secara optimal, mulai dari pelaksanaan 10 Program Pokok PKK, enam Standar Pelayanan Minimal Posyandu, hingga pengembangan kerajinan daerah.
Menutup sambutannya, Mirzani menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan pendidikan, terutama pada jenjang PAUD, sekolah dasar, dan sekolah menengah pertama yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten.
“Kita untuk menuju Indonesia Emas tidak ada jalan lain kecuali menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas. Harus kita bina, harus kita didik, dan harus kita bentuk dari sekarang,” pungkasnya. (*)








