Pemerintah Provinsi Lampung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyatakan siap memberikan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Lampung (Netizenku.com): Kepala BPBD Provinsi Lampung Rudy Syawal mengatakan, pihaknya masih menunggu arahan pemerintah pusat terkait bentuk bantuan yang akan diberikan kepada daerah terdampak.
“Pemprov Lampung siap memberikan bantuan. Namun, saat ini kami masih menunggu arahan dari pusat. Nanti akan kami koordinasikan, termasuk dengan provinsi lain, terkait bantuan apa yang dibutuhkan,” kata Rudy, Minggu (16/8/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Rudy, Lampung memiliki kapasitas dan jejaring penanggulangan bencana yang cukup kuat. Kondisi tersebut memungkinkan BPBD Lampung berkoordinasi dengan daerah lain apabila sewaktu-waktu dibutuhkan dalam penanganan bencana di NTT.
“Pada intinya BPBD Lampung siap jika nanti dibutuhkan untuk mengirimkan relawan ke NTT. Tentu semuanya akan kami laporkan terlebih dahulu kepada Pak Gubernur,” ujarnya.
Rudy mengatakan, bencana gempa bumi di NTT menjadi pengingat bagi seluruh daerah, termasuk Lampung, agar tidak lengah terhadap potensi bencana.
Lampung memiliki wilayah pesisir yang luas dan berada di kawasan dengan potensi aktivitas kegempaan serta ancaman tsunami. Selain itu, keberadaan Gunung Anak Krakatau juga menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai.
“Gempa yang terjadi di NTT merupakan bagian dari dinamika atau siklus aktivitas di laut. Lampung juga memiliki wilayah pesisir. Kita juga memiliki potensi bencana, termasuk aktivitas Gunung Anak Krakatau dan ancaman tsunami,” jelasnya.
Karena itu, Rudy meminta masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir Lampung, meningkatkan kewaspadaan dan memahami langkah evakuasi apabila terjadi gempa kuat maupun peringatan tsunami.
Menurutnya, mitigasi bencana tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat juga harus memiliki pengetahuan dan kesiapan untuk menghadapi bencana sebelum bantuan datang.
“Alhamdulillah, kita sudah memberikan pelatihan kepada masyarakat. Harapannya, masyarakat tetap tangguh dan mampu menghadapi musibah kapan pun datang,” katanya.
Rudy menambahkan, keberadaan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS), serta informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.
“EWS dan informasi dari BMKG sangat membantu. Tetapi yang paling penting adalah masyarakat memahami apa yang harus dilakukan ketika peringatan dini dikeluarkan,” ujarnya.
Di tengah musibah yang melanda NTT, Rudy menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan keluarga yang terdampak.
“Atas nama BPBD dan Pemerintah Provinsi Lampung, kami turut berbelasungkawa atas musibah yang terjadi kepada saudara-saudara kita di NTT. Semoga para korban yang berada di lokasi segera mendapatkan bantuan, baik makanan maupun pengobatan dari pemerintah dan pihak terkait,” tuturnya.
Ia juga mendoakan para korban meninggal dunia agar mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta masyarakat terdampak diberikan kekuatan.
“Semoga korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik dan husnul khatimah. Semoga masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan seluruh proses penanganan bencana dapat berjalan dengan baik,” pungkas Rudy. (*)








