Harga Gabah dan Jagung Naik, Komoditas Unggulan Tubaba Masih Stabil di Tengah Kemarau

Arie

Selasa, 11 Agustus 2026 - 22:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabar baik datang bagi petani di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Lampung. Di tengah musim kemarau yang berpotensi menekan produksi pertanian, harga gabah, jagung, dan karet justru mengalami kenaikan pada Agustus 2026, sementara sejumlah komoditas unggulan lainnya masih bertahan stabil.

Tulang Bawang Barat (Netizenku.com): Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Tubaba, Achmad Nazaruddin, mengatakan secara umum aktivitas perdagangan komoditas di tingkat pabrik dan lapak masih berjalan normal.

“Secara umum harga komoditas masih relatif stabil dan aktivitas jual beli di tingkat pabrik maupun lapak berjalan normal,” kata Achmad, Selasa (11/8/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan pemantauan Diskoperindag Tubaba, harga gabah mengalami kenaikan sekitar Rp200 per kilogram dibandingkan bulan sebelumnya. Saat ini gabah dibeli dengan harga mencapai Rp7.800 per kilogram di PP Suka Maju, Tiyuh Pulung Kencana, Kecamatan Tulang Bawang Tengah.

Kenaikan serupa terjadi pada jagung. Komoditas tersebut kini berada di kisaran Rp4.700 per kilogram, atau naik sekitar Rp200 per kilogram dari bulan sebelumnya di lokasi pemantauan yang sama.

Baca Juga  DPRD Tubaba Sahkan Raperda APBD-P 2026, Busroni Tegaskan Pengawasan Tak Berhenti di Paripurna

Sementara harga karet juga ikut terdongkrak. Di lapak karet Sang Ratu Grup, Tiyuh Gedung Ratu, Kecamatan Tulang Bawang Udik, harga pembelian berada di kisaran Rp15.000 hingga Rp17.000 per kilogram. Harga tersebut naik sekitar Rp300 per kilogram dibandingkan bulan sebelumnya.

Berbeda dengan tiga komoditas tersebut, harga sawit masih relatif stabil. Di Berkah Jaya, Tiyuh Candra Jaya, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, tandan buah sawit dibeli dengan harga sekitar Rp2.800 hingga Rp3.000 per kilogram.

Harga tebu juga belum mengalami perubahan berarti. Di PT GPM, harga pembelian tercatat sekitar Rp530 per kilogram.

Sementara harga singkong berada di angka Rp2.000 per kilogram dengan potongan 15 persen di PT BTJ, Tiyuh Karta.

Nazar mengatakan sejauh ini belum ditemukan kendala berarti yang mengganggu aktivitas perdagangan komoditas unggulan di Tubaba. Namun, pemerintah daerah tetap mewaspadai dampak musim kemarau yang berlangsung terhadap produksi pertanian.

Baca Juga  Sekda Tubaba Pimpin Evkin ASN, Peringkat OPD Bakal Diumumkan Tiap Semester

“Kondisi kemarau berpotensi memengaruhi ketersediaan hasil panen, produktivitas tanaman, waktu panen hingga pasokan komoditas ke pabrik atau lapak,” ujarnya.

Menurut dia, apabila kekurangan air berlangsung dalam waktu cukup lama dan menyebabkan produksi turun signifikan, kondisi tersebut dapat berpengaruh terhadap pasokan komoditas sekaligus mendorong perubahan harga di tingkat daerah.

Selain faktor cuaca, pergerakan harga komoditas juga dipengaruhi kebijakan pemerintah pusat. Sejumlah komoditas mengikuti regulasi nasional sehingga perubahan kebijakan dapat memberikan dampak terhadap harga di daerah.

Dinamika ekonomi global turut menjadi faktor yang harus diperhatikan, terutama perkembangan ekspor dan impor. Perubahan permintaan pasar internasional, kebijakan perdagangan, hingga kondisi ekonomi negara tujuan ekspor dapat berpengaruh terhadap harga komoditas di tingkat daerah.

“Dinamika ekonomi global, termasuk perkembangan ekspor dan impor, juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Perubahan permintaan pasar global, kebijakan perdagangan, serta kondisi ekonomi negara tujuan ekspor dapat memengaruhi harga komoditas di tingkat daerah,” jelasnya.

Baca Juga  Bupati Tubaba: Hilangkan Sekat, Satukan Komando untuk Percepat Pembangunan

Meski terdapat sejumlah faktor yang perlu diantisipasi, Diskoperindag Tubaba menilai kondisi perdagangan komoditas unggulan pada Agustus 2026 masih relatif kondusif.

Kenaikan harga gabah, jagung, dan karet menjadi perkembangan positif bagi petani karena meningkatkan nilai jual hasil produksi. Namun, pemerintah tetap perlu menjaga agar perubahan harga tidak bergerak terlalu tinggi maupun terlalu rendah sehingga tidak merugikan petani maupun pelaku usaha.

Nazar memastikan, Diskoperindag Tubaba akan terus melakukan pemantauan harga dan produksi secara berkala, termasuk mengantisipasi kemungkinan dampak musim kemarau terhadap hasil pertanian dan pasokan komoditas.

Koordinasi antara pemerintah daerah, petani, pabrik, dan pelaku perdagangan juga akan diperkuat untuk menjaga kelancaran distribusi serta stabilitas harga.

“Koordinasi antara pemerintah daerah, petani, pabrik dan pelaku perdagangan juga akan diperkuat. Selain itu, perkembangan kebijakan pemerintah pusat serta kondisi pasar nasional dan global akan terus dipantau,” pungkas Achmad.(*)

Editor : Arie

Berita Terkait

Disnak Keswan Tubaba Awasi 7 SPPG, Pastikan Bahan Pangan MBG Aman dan Berkualitas
Sekda Tubaba Pimpin Evkin ASN, Peringkat OPD Bakal Diumumkan Tiap Semester
Kwarcab Tubaba Bekali 41 Peserta Satgas Pramuka Peduli, Siapkan Relawan Muda Tangguh
Kwarcab Tubaba Buka KMD Angkatan X 2026, 75 Peserta Disiapkan Jadi Pembina Pramuka Berkualitas
Ribuan Warga Tubaba Salat Istisqa, Doakan Hujan Segera Turun
Pemkab Tubaba Cari Formula Pembiayaan Siltap Aparatur Tiyuh di Tengah Keterbatasan Fiskal
Pemkab Tubaba Diminta Perketat Penganggaran Belanja Hibah dalam APBD 2027
TP PKK Lampung Canangkan Desa TAPIS di Tubaba, Perkuat Pemberdayaan Keluarga

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:19 WIB

Lampung Perkuat Hilirisasi Kakao Pesawaran untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:08 WIB

Gubernur Lampung Raih Penghargaan Pendukung Zakat Terbaik di Grand BAZNAS Awards 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 - 23:46 WIB

Marindo Buka Evaluasi Pembinaan Bahasa Indonesia, Enam Lembaga Raih Apresiasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 23:42 WIB

Batin Wulan Lantik Pengurus PMI Kota Metro 2026–2031, Tekankan Kesiapsiagaan Bencana

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Marindo Kurniawan Raih Peringkat Kedua ADLG Awards 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Gubernur Lampung Dorong Tahura WAR Jadi Destinasi Unggulan Ekowisata Lampung

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:39 WIB

Gubernur Lampung Dorong ASITA Travel Fair 2026 Perkuat Konektivitas Wisata Lampung-Malaysia

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Gubernur Mirza Dorong Hilirisasi Komoditas dan Penguatan Ekonomi Desa di Lampung

Berita Terbaru

Sekretaris Daerah Kabupaten Tulang Bawang Barat, Iwan Mursalin

Tulang Bawang Barat

Sekda Tubaba Pimpin Evkin ASN, Peringkat OPD Bakal Diumumkan Tiap Semester

Kamis, 15 Okt 2026 - 20:49 WIB

Lampung Selatan

PUPR Lampung Selatan Sertifikasi 100 Tenaga Kerja Konstruksi

Kamis, 15 Okt 2026 - 13:45 WIB