Perlindungan terhadap masyarakat membutuhkan sinergi antarlembaga agar setiap persoalan dapat ditangani secara cepat dan tepat. Kolaborasi antara DPRD Kota Bandar Lampung dan Polresta Bandar Lampung menjadi salah satu contoh upaya menghadirkan layanan publik yang lebih berpihak kepada masyarakat.
Bandar Lampung (Netizenku.com): Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Bandar Lampung sekaligus Anggota Komisi IV, Dewi Mayang Suri Djausal, mengatakan selama kurang lebih satu tahun tujuh bulan terakhir koordinasi dengan Polresta Bandar Lampung di bawah kepemimpinan Kombes Pol. Alfret Jacob Tilukay, S.I.K., M.Si., selalu berangkat dari kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, berbagai laporan yang diterima DPRD kerap berkaitan dengan kekerasan terhadap perempuan dan anak, tindak pidana perdagangan orang (TPPO), hingga persoalan korban yang kesulitan memperoleh layanan visum karena keterbatasan biaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami datang bukan membawa kepentingan lembaga semata. Kami datang membawa cerita masyarakat yang membutuhkan perlindungan. Yang paling kami syukuri bukan hanya komunikasi yang berjalan baik, tetapi adanya respons dan tindak lanjut sehingga masyarakat benar-benar merasakan kehadiran negara,” ujar Mayang, Selasa (4/8/2026).
Salah satu bentuk kolaborasi yang dinilai paling dirasakan manfaatnya adalah hadirnya layanan visum gratis bagi korban yang tidak mampu. Program tersebut terlaksana melalui kerja sama Polresta Bandar Lampung, RSUD Abdul Moeloek, Baznas Provinsi Lampung, serta dukungan berbagai pihak.
Menurut Mayang, selama ini biaya visum kerap menjadi hambatan bagi korban kekerasan untuk melanjutkan proses hukum, padahal visum merupakan salah satu alat bukti penting dalam pembuktian perkara.
“Bagi sebagian orang, visum hanyalah dokumen. Namun bagi korban, visum adalah pintu menuju keadilan. Ketika biaya tidak lagi menjadi penghalang, kita sedang memberi mereka kesempatan memperoleh perlindungan yang layak,” katanya.
Selain layanan visum gratis, kolaborasi juga diwujudkan dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, pendampingan korban, penanganan TPPO, serta koordinasi berbagai persoalan sosial yang membutuhkan respons cepat lintas lembaga.
Mayang menilai keberhasilan kolaborasi tidak ditentukan oleh kesamaan pandangan dalam setiap persoalan, melainkan oleh kesamaan tujuan untuk melindungi masyarakat.
“Dalam setiap koordinasi tentu ada diskusi dan pertukaran pandangan. Namun yang selalu kami rasakan, Pak Alfret membuka ruang dialog, mendengar, dan berupaya mencari solusi sesuai kewenangannya. Itu yang membuat koordinasi berjalan efektif,” ujarnya.
Di bawah kepemimpinan Kombes Pol. Alfret Jacob Tilukay, Polresta Bandar Lampung juga menghadirkan berbagai inovasi pelayanan publik, termasuk penguatan layanan kesehatan melalui Klinik Tantya Sudhirajati.
Seiring amanah baru yang diemban Alfret Jacob Tilukay di Mabes Polri, DPRD Kota Bandar Lampung menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdiannya selama memimpin Polresta Bandar Lampung.
Mayang menegaskan, jabatan seorang pemimpin dapat berganti, namun dampak dari kebijakan yang memberikan perlindungan kepada masyarakat akan terus dikenang.
“Jabatan akan selalu berganti. Tetapi setiap keputusan yang memberi perlindungan, setiap kolaborasi yang mempermudah masyarakat memperoleh keadilan, dan setiap langkah yang menghadirkan harapan akan selalu hidup dalam ingatan orang-orang yang pernah merasakan manfaatnya,” pungkasnya. (*)








