Temu Wilayah Pesantren Warnai Harlah ke-28 PKB, Perkuat Sinergi Ciptakan Lingkungan Aman

Tauriq Attala Gibran

Rabu, 8 Juli 2026 - 18:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lampung menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran pesantren sebagai lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan ramah bagi santri. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Temu Wilayah Pesantren yang digelar dalam rangka Hari Lahir (Harlah) ke-28 PKB di Hotel Aidia, Kota Metro.

Lampung (Netizenku.com): Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi, diskusi, sekaligus penguatan sinergi antara kalangan pesantren, akademisi, tenaga profesional, dan aparat penegak hukum dalam upaya mencegah kekerasan seksual di lingkungan pendidikan berbasis pesantren.

Temu Wilayah Pesantren diikuti para kiai, pengasuh pondok pesantren, ustaz, dan santri dari Kabupaten Lampung Timur, Tulang Bawang, Mesuji, serta Kota Metro. Hadir sebagai narasumber di antaranya KH. Muallim Ridwan selaku Pengasuh Pondok Pesantren Riyadlatul Ulum Lampung Timur, Dr. Rika Damayanti, M.Kep., Ns., Sp.Kep.J., Wakil Dekan I Fakultas Psikologi UIN Raden Intan Lampung, Iptu Rizky Dwi Cahyo selaku Kasat Reskrim Polres Metro, serta KH. Muhammad Mabrur, Pengasuh Pondok Pesantren Asshiddiqiyah 09 Lampung Tengah.

Baca Juga  DPRD Lampung Minta Pemprov Perkuat Sektor Energi, Potensi Migas Dinilai Sangat Menjanjikan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua DPW PKB Lampung, Hj. Chusnunia, Ph.D., mengatakan PKB akan terus hadir mendampingi dan memperjuangkan kemajuan pesantren di Provinsi Lampung.

“Pesantren tidak akan berjalan sendirian. PKB siap terus mendampingi, mengayomi, dan menjadi benteng perjuangan bagi kemajuan pesantren di Lampung. Kami juga siap bersinergi dengan para tenaga ahli maupun profesional untuk mewujudkan pesantren yang ramah santri,” ujar Chusnunia, Rabu (8/7/2026).

Baca Juga  Bapenda Baru Siapkan 45 Water Meter, Munir Minta Seluruh Wajib Pajak Air Permukaan Terukur

Dalam kesempatan tersebut, Chusnunia juga mengingatkan pentingnya menjaga marwah pesantren, termasuk kehormatan gelar yang menjadi bagian dari tradisi kepesantrenan.

“Kita semua sebagai warga pesantren harus mampu menjaga marwah penyematan gelar kiai, gus, maupun ning. Gelar tersebut tidak boleh disematkan kepada sembarang orang yang tidak jelas asal-usul, keilmuan, maupun integritasnya. Bukan berarti kita anti terhadap siapa pun, tetapi ini sebagai upaya menjaga kehormatan dan nilai-nilai pesantren,” tegasnya.

Sementara itu, Pengurus DPW PKB Lampung yang juga Anggota Komisi I DPRD Provinsi Lampung, Abdul Azis, mengatakan forum tersebut bertujuan memperkuat pemahaman sekaligus membangun langkah konkret dalam mencegah kekerasan seksual di lingkungan pesantren.

Baca Juga  Gibran, Teknologi dan Budaya Harus Berjalan Selaras

“Melalui kegiatan ini kami ingin membangun kesadaran bersama agar kasus kekerasan seksual dapat diminimalkan. Harapannya, dengan edukasi dan kolaborasi semua pihak, kasus-kasus seperti ini bisa dicegah sejak dini,” kata Abdul Azis.

Dalam forum tersebut, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai penyebab terjadinya kekerasan seksual, faktor-faktor yang memengaruhi, strategi pencegahan, mekanisme penanganan korban dari aspek psikologis maupun hukum, hingga proses rehabilitasi.

Melalui kegiatan ini, DPW PKB Lampung berharap terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara pesantren, akademisi, aparat penegak hukum, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, inklusif, serta bebas dari segala bentuk kekerasan seksual. (*)

Berita Terkait

Fraksi PKB DPRD Lampung Rotasi Penugasan Anggota di AKD
Dugaan Pengeroyokan dan Pembakaran Motor di Lampung Tengah Dilaporkan ke Polda Lampung
Pendapatan Turun, Belanja Daerah Lampung Naik dalam Perubahan APBD 2026
Ismet Roni Desak Pertamina Pastikan Pasokan Solar di Lampung, Antrean SPBU Masih Mengular
BPK Periksa Pemprov Lampung, Lima Aspek Jadi Fokus Semester II 2026
Wagub Jihan Aktifkan Destana Hadapi Paparan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Abu Vulkanik Anak Krakatau Berpotensi Meluas, Komisi II DPRD Lampung Minta Mitigasi Diperkuat
Pemprov Lampung Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 19:27 WIB

Fraksi PKB DPRD Lampung Rotasi Penugasan Anggota di AKD

Selasa, 8 September 2026 - 18:06 WIB

Dugaan Pengeroyokan dan Pembakaran Motor di Lampung Tengah Dilaporkan ke Polda Lampung

Selasa, 8 September 2026 - 17:36 WIB

Pendapatan Turun, Belanja Daerah Lampung Naik dalam Perubahan APBD 2026

Senin, 7 September 2026 - 16:04 WIB

BPK Periksa Pemprov Lampung, Lima Aspek Jadi Fokus Semester II 2026

Senin, 7 September 2026 - 16:02 WIB

Wagub Jihan Aktifkan Destana Hadapi Paparan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Senin, 7 September 2026 - 14:59 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Berpotensi Meluas, Komisi II DPRD Lampung Minta Mitigasi Diperkuat

Senin, 7 September 2026 - 13:49 WIB

Pemprov Lampung Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

Minggu, 6 September 2026 - 18:30 WIB

PDI Perjuangan Lampung Selatan Bagikan Masker dan Bentuk Tim Mitigasi Gunung Anak Krakatau

Berita Terbaru

Lampung

Fraksi PKB DPRD Lampung Rotasi Penugasan Anggota di AKD

Selasa, 8 Sep 2026 - 19:27 WIB