Pemahaman tentang sasaran Program Makan Bergizi Gratis ternyata masih banyak yang keliru. Sejumlah yayasan dan mitra pelaksana di daerah kedapatan salah arah. Mereka mengira program ini hanya berfokus untuk anak sekolah saja.
(Netizenku.com): Kekeliruan ini muncul karena pengaruh penggunaan istilah school meal di tengah masyarakat. Akibatnya, para mitra di lapangan telanjur sibuk menjalin kerja sama dengan sekolah. Mereka mengabaikan sasaran prioritas utama yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.
Fakta ini membuat Badan Gizi Nasional (BGN) bergerak cepat meluruskan salah kaprah tersebut. Pemerintah menegaskan bahwa program ini mengusung target yang jauh lebih mendasar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, menyampaikan hal itu saat konsolidasi di berbagai daerah. Sony Dia meminta seluruh pihak menyamakan persepsi agar pelaksanaan di lapangan tidak melenceng.
Fokus utama intervensi gizi ini sebenarnya menyasar kelompok masyarakat yang paling rentan. Sasaran tersebut meliputi ibu hamil, ibu menyusui, serta anak balita.
Kelompok ini sedang berada dalam masa krusial 1.000 hari pertama kehidupan. Setelah kebutuhan kelompok rentan ini terpenuhi, barulah program menyentuh para peserta didik.
Investasi Strategis Menuju Indonesia Emas 2045
Upaya penyamaan persepsi ini melibatkan banyak unsur pelaksana di tingkat daerah. Koordinasi diperkuat mulai dari Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yayasan mitra, hingga Satgas MBG kabupaten dan kota.
Sinergi ini penting agar seluruh instansi bergerak seirama demi menyelamatkan generasi masa depan. Pemenuhan gizi bagi ibu dan anak merupakan investasi jangka panjang bagi bangsa.
Program mulia ini menjadi fondasi utama untuk mencetak sumber daya manusia yang berkualitas tinggi. Pemerintah berharap intervensi ini mampu melahirkan generasi yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045.
Sony mengingatkan seluruh jajaran pelaksana agar memegang teguh komitmen ini. Pengelola SPPG dan mitra di daerah dilarang keras membuat kebijakan yang menyimpang dari aturan.
“Mengutamakan pemberian MBG kepada kelompok rentan, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita, merupakan esensi Program MBG sebagai investasi strategis bangsa Indonesia. Hal ini harus betul-betul dijiwai oleh seluruh pelaksana program MBG di lapangan. Jangan coba-coba menyimpang dari tujuan utama,” tegas Sony Sonjaya dalam keterangannya, Minggu (31 Mei 2026).
Program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini menuntut pengawasan ketat dari semua pihak. Setiap elemen yang terlibat wajib saling mengawal jalannya program di lapangan. Kerja sama yang solid akan memastikan bantuan gizi ini sampai ke tangan yang tepat.(*)








