Aroma tak sedap kembali menyeruak dari rantai distribusi pupuk subsidi di Kabupaten Lampung Tengah. Kali ini, dugaan permainan lapangan mencuat di wilayah Bumi Aji, Kecamatan Anak Tuha.
Lampung (Netizenku.com): Anggota DPRD Provinsi Lampung, Miswan Rody, bereaksi keras. Ia menerima laporan bahwa petani tak kunjung menerima pupuk, meski proses penebusan sudah dilakukan sejak bulan lalu.
Kondisi ini dinilai bukan sekadar kendala teknis biasa. Miswan menegaskan bahwa masalah ini sangat serius karena menyangkut nasib produksi pangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Petani sudah menebus, tapi barangnya tidak ada. Ini kelalaian serius. Jangan-jangan ada yang sengaja menahan distribusi,” tegas Miswan pada, Rabu (6/5/2026).
Keresahan petani kini memuncak. Apalagi, musim tanam terus berjalan tanpa kepastian pasokan pupuk yang menjadi hak mereka.
Tak hanya soal keterlambatan, Miswan juga mengungkap indikasi praktik monopoli dalam proses pengangkutan. Ada dugaan kuat bahwa jalur distribusi dikendalikan oleh oknum tertentu.
“Saya dapat informasi ada oknum yang menguasai angkutan pupuk ini. Distribusi pupuk subsidi itu bukan lahan bisnis pribadi,” ujar Ketua NasDem Lampung Tengah tersebut.
Miswan memperingatkan semua pihak, mulai dari distributor hingga dinas terkait, untuk segera membenahi alur distribusi. Jika tidak ada solusi cepat, ia meminta aparat penegak hukum (APH) segera bertindak.
Menurutnya, praktik transaksional ini merusak kepercayaan publik terhadap program subsidi pemerintah. Transparansi kuota dan rantai pasok menjadi harga mati.
“Jangan main-main dengan hak petani. Kalau ada yang coba ambil keuntungan, saya pastikan akan saya bongkar sampai tuntas,” pungkasnya.
Hingga saat ini, pihak distributor maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab mandeknya pupuk di Bumi Aji. (*)








