DPRD Lampung Temukan Fakta Menyedihkan, Anak Disabilitas Tak Terjangkau BPJS dan Bansos

Suryani

Rabu, 4 Februari 2026 - 19:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaksanaan kegiatan IPWK yang dilakukan Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Muhammad Junaidi, di Dusun Sukarame, Desa Haduyang, Kecamatan Natar, Rabu (4/2/2026), justru membuka potret buram pelayanan sosial di daerah.

Lampung (Netizenku.com): Di balik agenda resmi penyerapan aspirasi masyarakat, DPRD menemukan fakta pahit masih lemahnya perlindungan negara terhadap anak-anak penyandang disabilitas.

Dua keluarga mengungkap kondisi memilukan yang hingga kini belum tersentuh layanan jaminan kesehatan maupun bantuan sosial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satunya dialami Risky Maulana Saputra (15), anak penyandang Cerebral Palsy yang sejak kecil hidup dengan keterbatasan fisik. Ia harus bergantung pada kursi roda dan perawatan rutin, namun terapi yang dibutuhkannya tidak ditanggung olehBPJS Kesehatan.

Baca Juga  Pemprov Lampung Ajukan Perubahan KUA-PPAS 2026 dan Rancangan APBD 2027

Ibunda Risky, Nurdaria, mengaku terpaksa menghentikan terapi karena keterbatasan biaya.

Sebagai orang tua tunggal, ia harus memilih antara kebutuhan sehari-hari dan pengobatan anaknya.

“BPJS tidak bisa meng-cover terapi. Biayanya Rp200 ribu sekali terapi dan seharusnya rutin. Saya tidak sanggup lagi,” ujarnya dengan suara lirih.

Ironisnya, Risky juga tidak terdata sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH), meski kondisinya masuk kategori rentan dan membutuhkan pendampingan negara.

Kisah serupa disampaikan Yuli, warga setempat, yang putrinya Ziha Saputri (7,5) mengalami gangguan pendengaran berat.

Baca Juga  Gubernur Lampung Dorong KDMP Ubah Pola Ekonomi Desa agar Nilai Tambah Tak Mengalir ke Kota

Dokter menyarankan penggunaan alat bantu dengar dengan spesifikasi tinggi seharga puluhan juta rupiah, namun kebutuhan tersebut juga tidak ditanggung BPJS.

“Saya hanya ingin anak saya bisa mendengar,” ucap Yuli singkat.

Mendapati keluhan tersebut, Muhammad Junaidi langsung berkoordinasi dengan pihak BPJS di lokasi kegiatan.

Namun jawaban yang diterima justru mengarah ke prosedur lanjutan melalui Dinas Sosial.

Menurut Junaidi, kondisi ini menunjukkan masih adanya celah serius dalam sistem pelayanan sosial, khususnya bagi anak-anak disabilitas dari keluarga tidak mampu.

“Ini bukan sekadar soal administrasi. Negara harus hadir secara nyata. Anak-anak ini butuh tindakan cepat, bukan sekadar diarahkan dari satu kantor ke kantor lain,” tegasnya.

Baca Juga  DPRD Lampung Tegaskan Optimalisasi PAD Jadi Kunci Percepatan Pembangunan Infrastruktur

Ia memastikan seluruh temuan tersebut akan dibawa ke pembahasan Komisi V DPRD Provinsi Lampung untuk mendorong solusi konkret, termasuk koordinasi lintas instansi agar layanan kesehatan dan bantuan sosial benar-benar menjangkau kelompok paling rentan.

Bagi keluarga Risky dan Ziha, solusi bukanlah janji atau pembahasan di ruang rapat.

Solusi adalah terapi yang kembali berjalan, alat bantu yang berfungsi, serta kehadiran negara yang benar-benar dirasakan, bukan sekadar tercantum dalam regulasi. (*)

Berita Terkait

Fraksi PKB DPRD Lampung Rotasi Penugasan Anggota di AKD
Dugaan Pengeroyokan dan Pembakaran Motor di Lampung Tengah Dilaporkan ke Polda Lampung
Pendapatan Turun, Belanja Daerah Lampung Naik dalam Perubahan APBD 2026
Ismet Roni Desak Pertamina Pastikan Pasokan Solar di Lampung, Antrean SPBU Masih Mengular
BPK Periksa Pemprov Lampung, Lima Aspek Jadi Fokus Semester II 2026
Wagub Jihan Aktifkan Destana Hadapi Paparan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Abu Vulkanik Anak Krakatau Berpotensi Meluas, Komisi II DPRD Lampung Minta Mitigasi Diperkuat
Pemprov Lampung Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 12:36 WIB

Pascahujan Abu Vulkanik, Polsek Pardasuka Bersama Warga Bersihkan Masjid

Selasa, 8 September 2026 - 12:30 WIB

Pendapatan dan Belanja Pringsewu Naik dalam Perubahan APBD 2026

Jumat, 4 September 2026 - 20:02 WIB

PWI Pringsewu Bekali Siswa MAN 1 dengan Keterampilan Jurnalistik dan Literasi Media

Jumat, 4 September 2026 - 19:59 WIB

Polisi Pringsewu Tingkatkan Patroli, Warga Diimbau Perkuat Pengamanan Kendaraan

Rabu, 2 September 2026 - 15:03 WIB

Kapolres Pringsewu Bawa Tumpeng ke Kejari, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

Rabu, 2 September 2026 - 15:01 WIB

Pemkab Pringsewu Dorong Pemuda Jadi Pelaku Ekonomi Digital dan Ciptakan Lapangan Kerja

Rabu, 2 September 2026 - 14:51 WIB

Bupati Pringsewu Dorong Penguatan SPIP dan Manajemen Risiko hingga Level 3

Rabu, 2 September 2026 - 14:49 WIB

Bupati Pringsewu Serahkan Bantuan Pangan Beras Tahap II kepada 555 Warga Bumiarum

Berita Terbaru

E-Paper

Lentera Swara Lampung | 167 | Rabu, 9 September 2026

Rabu, 9 Sep 2026 - 02:29 WIB

Lampung

Fraksi PKB DPRD Lampung Rotasi Penugasan Anggota di AKD

Selasa, 8 Sep 2026 - 19:27 WIB