Lampung 2025: Surplus Perdagangan dan Gelombang Baru Hilirisasi Produk Unggulan

Ilwadi Perkasa

Jumat, 19 September 2025 - 19:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ekspor Lampung naik pesat, neraca perdagangan tetap surplus, dan program hilirisasi mulai menghasilkan nilai tambah nyata. Provinsi ini siap menjadi pusat inovasi industri pangan di Indonesia.

***

Provinsi Lampung mencatat prestasi ekonomi yang membanggakan sepanjang 2025. Neraca perdagangan provinsi ini tetap surplus, dengan nilai ekspor Januari–Juli menembus US$3,6 miliar, meningkat 32,6 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Lonjakan ekspor ini didorong oleh sektor pertanian dan industri pengolahan, dengan kopi, teh, dan rempah-rempah sebagai produk unggulan. Sektor industri pengolahan juga mencatat pertumbuhan signifikan, menunjukkan bahwa Lampung tidak hanya menjadi produsen bahan mentah, tetapi juga mulai menonjol sebagai pusat produk bernilai tambah.

Dinamika perdagangan dari bulan ke bulan menunjukkan pola sehat dan seimbang. Januari–Maret ekspor meningkat dari US$450 juta ke US$510 juta, sementara impor tetap moderat, menjaga surplus stabil. April sempat menjadi bulan koreksi, namun penurunan impor menahan risiko defisit. Mei–Juni menjadi puncak optimisme, dengan ekspor menembus US$600 juta, diikuti peningkatan impor bahan baku yang proporsional sehingga surplus melebar. Juli menunjukkan keseimbangan alami: ekspor sedikit turun, namun impor jatuh lebih tajam, memastikan neraca perdagangan tetap kuat.

Baca Juga  PAD Lampung Tersendat, Perencanaan APBD Dipertanyakan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain menjaga surplus, Lampung kini menjadi fokus program hilirisasi dan investasi besar dari pemerintah pusat. Desember 2025 akan dimulai peremajaan tanaman di sektor hulu dengan dana Rp180 miliar, sementara tahun depan akan dibangun pabrik pengolahan hilir untuk kopi, cokelat, gula, dan produk perkebunan strategis lainnya. Program ini bertujuan mengubah komoditas mentah menjadi produk bernilai tambah, membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan petani, dan memperkuat UMKM lokal.

Langkah hilirisasi sudah menunjukkan hasil nyata.  Lampung baru saja mengekspor 7 ton kopi bubuk robusta senilai hampir USD 49.000 ke Hong Kong. Ini sebuah kemajuan luar biasa, dari biji mentah bergeser ke kopi bubuk yang memiliki value lebih tinggi. Ekspor ini menegaskan transformasi ekonomi hulu-hilir yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat.

Baca Juga  Anggota DPRD AM Syafei Hadiri Konferwil IV Pagar Nusa Lampung

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menekankan bahwa mayoritas ekspor kopi Indonesia berasal dari Lampung, dan dengan hilirisasi, 70 persen nilai tambah akan tetap berputar di Lampung, mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

Marindo Kurniawan, Sekretaris Daerah Lampung, menambahkan bahwa ekspor kopi bubuk ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi titik awal gelombang baru. Produk kopi olahan kini memiliki identitas, kualitas, dan inovasi, sehingga Lampung siap bersaing di pasar global dan menjadi pusat inovasi kopi di Asia Tenggara. Rumah produksi kopi yang baru dibangun juga menampilkan proses hilirisasi mulai dari roasting, pengemasan, hingga inovasi produk kopi saset modern, membuka peluang bagi UMKM lokal untuk tumbuh lebih kompetitif.

Dengan kemajuan ini, Pemprov Lampung tentu saja akan melebarkan hilirasi pada produk lain seperti cokelat, gula, rempah, dan produk perkebunan lain agar Lampung menjadi pusat industri pangan bernilai tambah.

Untuk mempercepat proses itu, perlu penguatan ekosistem industri, kolaborasi hulu-hilir, penyediaan benih unggul, teknologi pengolahan modern, dan akses pasar  untuk mendukung UMKM dan industri lokal.

Baca Juga  Lewat Mini Soccer, Pemprov Lampung dan Jurnalis Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah

Ekspor kopi bubuk ke Hong Kong menunjukan pelaku bisnis di provinsi ini berhasil bersaing dan memperluas jaringan ekspor dan branding produk unggulan Lampung ke pasar global. Gelombang hilirisasi produk unggulan sebaiknya terus digerakan untuk memastikan surplus perdagangan dan hilirisasi memberi dampak langsung pada pendapatan petani, pekerja, dan UMKM agar pertumbuhan ekonomi lebih inklusif.

Dapat disimpulkan, Lampung 2025 menunjukkan kombinasi stabilitas perdagangan, surplus tinggi, dan transformasi ekonomi berbasis hilirisasi. Dominasi ekspor pertanian dan industri pengolahan, ditopang impor selektif untuk bahan baku dan modal, menciptakan ekosistem ekonomi yang seimbang dan berkelanjutan.

Dengan proyeksi total ekspor US$6,65 miliar, impor US$1,67 miliar, dan surplus hampir US$5 miliar, Lampung tidak hanya menutup tahun dengan prestasi, tetapi juga membuka lembaran baru transformasi ekonomi yang inklusif, inovatif, dan optimis. Provinsi ini siap menjadi motor ekonomi regional, pusat inovasi industri pangan, dan contoh keberhasilan hilirisasi komoditas unggulan di Indonesia.***

Berita Terkait

Safari Ramadan di Lampung Tengah, Gubernur Mirza Alokasikan Rp300 Miliar Perbaikan Jalan
Pemprov Lampung Gelar Apel Siaga Kamtibmas Ramadan 2026
Dishub Lampung Siapkan Strategi Ketat Angkutan Lebaran 2026, Antisipasi Lonjakan di Bakauheni
Gubernur Mirza Tinjau Perbaikan Jalan, Target Tuntas Sebelum Lebaran
Ketua DPRD Lampung Sebut Pendidikan Jadi Prioritas Utama
DPRD Lampung Mengingatkan Pengusaha Tak Ambil Untung Berlebihan saat Ramadan
DPW PKB Lampung Gelar Bukber Perdana, Luncurkan Lamban Zakat
Pemprov Lampung Percepat Integrasi Lampung In, Fokus SAIBARA dan SP4N LAPOR

Berita Terkait

Senin, 23 Februari 2026 - 22:00 WIB

Safari Ramadan di Lampung Tengah, Gubernur Mirza Alokasikan Rp300 Miliar Perbaikan Jalan

Senin, 23 Februari 2026 - 21:54 WIB

Pemprov Lampung Gelar Apel Siaga Kamtibmas Ramadan 2026

Senin, 23 Februari 2026 - 21:44 WIB

Dishub Lampung Siapkan Strategi Ketat Angkutan Lebaran 2026, Antisipasi Lonjakan di Bakauheni

Senin, 23 Februari 2026 - 20:39 WIB

Gubernur Mirza Tinjau Perbaikan Jalan, Target Tuntas Sebelum Lebaran

Senin, 23 Februari 2026 - 18:51 WIB

Ketua DPRD Lampung Sebut Pendidikan Jadi Prioritas Utama

Minggu, 22 Februari 2026 - 22:34 WIB

DPW PKB Lampung Gelar Bukber Perdana, Luncurkan Lamban Zakat

Jumat, 20 Februari 2026 - 19:09 WIB

Pemprov Lampung Percepat Integrasi Lampung In, Fokus SAIBARA dan SP4N LAPOR

Kamis, 19 Februari 2026 - 13:59 WIB

Komisi V DPRD Lampung, MBG Ramadan Tetap Aman dan Terpantau

Berita Terbaru

Lampung

Pemprov Lampung Gelar Apel Siaga Kamtibmas Ramadan 2026

Senin, 23 Feb 2026 - 21:54 WIB

Lampung

Ketua DPRD Lampung Sebut Pendidikan Jadi Prioritas Utama

Senin, 23 Feb 2026 - 18:51 WIB