Firsada Buka Rapat Rembuk Stunting Tubaba 2024

Leni Marlina

Kamis, 2 Mei 2024 - 19:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulangbawang Barat (Netizenku.com): Penjabat Bupati Tulangbawang Barat (Tubaba), M Firsada, membuka rapat rembuk stunting dan penandatanganan komitmen bersama percepatan penurunan stunting di kabupaten setempat tahun 2024 di ruang rapat bupati, Kamis (2/5/2024).

Firsada mengatakan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) mempunyai tugas mengkoordinasikan, mensinergikan, dan mengevaluasi, penyelenggaraan percepatan penurunan stunting di tingkat kabupaten dan kecamatan.

“Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) ini melibatkan semua dinas terkait yang juga turut berperan aktif dalam pelaksanaan program maupun kegiatan yang berfokus pada penurunan prevalensi stunting,” terangnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan kerja tim ini, diharapkan angka prevalensi stunting di Kabupaten Tubaba akan berangsur menurun sampai dengan zero stunting.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Tubaba Majril mengatakan, stunting merupakan kondisi gagal pertumbuhan pada anak atau pertumbuhan tubuh dan otak akibat kekurangan gizi kronis terutama dalam 1000 hari pertama kehidupan.

Baca Juga  Pemprov Lampung Kucurkan Rp38,5 Miliar Perbaiki Jalan di Tulang Bawang Barat

“Sehingga anak lebih pendek dari anak normal usianya dan memiliki keterbatasan dalam berpikir,” ulas Majril dalam materinya.

Majril melanjutkan, berdasarkan data UNICEF tahun 2023 angka prevalensi stunting di Indonesia menempati urutan ke-27 dari 154 negara dan urutan kelima di Asia.

“Prevalensi stunting di Tubaba periode 2018 hingga 2023, berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2018 berada di angka 27,2 persen, dan Survey Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2019 diangka 17,4 persen,” ungkapnya.

Kemudian, di tahun 2021 hasil SSGBI di Tubaba menunjukkan penurunan diangka 22,1 persen dan tahun 2022 turun 5 persen menjadi 17,4 persen.

Baca Juga  Tubaba Q Sehat, Jemput Bola Layanan Kesehatan Gratis di 16 Titik

“Selain upaya penurunan stunting dari Pemkab Tubaba, peran serta dari stakeholder juga sangat berperan penting dalam membantu percepatan penurunan ini,” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan verifikasi lapangan yang dilakukan Dinas Pengendalian Pendudukan dan Keluarga Berencana (PPKB) melalui PKB dan Kader TPK di 103 tiyuh di Tubaba, jumlah keluarga beresiko stunting pada tahun 2024 mencapai 3.006 keluarga dan ini mengalami penurunan dari tahun sebelumnya yang mencapai 11.882 keluarga beresiko.

Selanjutnya keluarga yang beresiko stunting dan mempunyai bayi berumur dua tahun (Baduta) pada tahun 2024 mencapai 413 keluarga, sementara keluarga beresiko stunting yang mempunyai bayi berumur lima tahun (Balita) berjumlah 1.034 keluarga, sehingga total keseluruhan mencapai 1.447 keluarga beresiko stunting.

“Intervensi yang dilakukan dengan pemberian makanan tambahan yang bersumber dari Dana Desa Rp10 juta/tiyuh, Baznas Peduli Rp300 juta, dan Gerakan Berbagi (Geber) orang tua asuh setiap Jumat di 17 tiyuh dengan sasaran lokus 265 keluarga,” ungkap Asisten I yang juga menjabat Plt. Kadis PPKB Tubaba, Bayana.

Baca Juga  Tubaba Usulkan Sekolah Nasional Terintegrasi, Siapkan Kawasan Pendidikan Bertaraf Internasional

Selain pemberian makanan tambahan, lanjut Bayana, Pemkab Tubaba juga melaksanakan gerakan seribu jamban untuk keluarga beresiko stunting (Geser Ban Resing) dengan target 1.006 keluarga.

“Program Geser Ban Resing ini berjalan disupport dari DD tiyuh, Dinas PUPR, dan Baznas Peduli. Kita juga memberikan keluarga beresiko stunting ini buku saku cinta Balita, dan semua bantuan yang diberikan kepada keluarga ini dicatat, sehingga dapat diketahui berapa banyak bantuan yang diterima dan progres yang tercapai,” tutupnya. (Leni/Arie)

Berita Terkait

Pemkab Tubaba Raih Opini WTP ke-15 Kali Berturut-turut
Tubaba Usulkan Sekolah Nasional Terintegrasi, Siapkan Kawasan Pendidikan Bertaraf Internasional
Tubaba Siapkan Tim Lintas Sektor untuk Awasi Aktivitas Usaha
Tulang Bawang Barat Targetkan Siltap Aparatur Tiyuh Dibayar Sebelum Iduladha
Program Tubaba Berkurban 2026 Himpun 7 Sapi dan 477 Kambing
Wabup Tubaba Gotong Royong Perbaiki Jalan Bersama Warga
Kementan Salurkan Bantuan Tebu, Kopi, dan Kakao untuk Petani Tubaba
Wabup Nadirsyah Lantik 30 Pejabat Tubaba, Tekankan Capaian Target Program.

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 15:14 WIB

Hadiri Wisuda Perdana Universitas Indonesia Mandiri, Jihan Ajak Lulusan Kembali Bangun Daerah Asal

Minggu, 7 Juni 2026 - 19:52 WIB

Wahrul Fauzi Silalahi Masuk Radar Calon Ketua Karang Taruna Lampung

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:38 WIB

Koni, Tenis Meja Jadi Cabor Andalan Lampung

Jumat, 5 Juni 2026 - 22:45 WIB

SMAN 12 Bandar Lampung Loloskan 244 Siswa ke PTN dan Kampus Australia

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:53 WIB

Jihan Nurlela Lantik Mabicab dan Kwarcab Pramuka Mesuji, Dorong Peran Strategis Pemuda

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:27 WIB

Menunggu Evaluasi Kemendagri, Perda WIUP Lampung Siap Atur Pertambangan Rakyat

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:14 WIB

Lampung Perkuat Sinergi Tingkatkan Keaktifan Peserta JKN

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:08 WIB

Pemprov Lampung Perkuat SAKIP dan Zona Integritas 2026

Berita Terbaru

Lampung

Koni, Tenis Meja Jadi Cabor Andalan Lampung

Sabtu, 6 Jun 2026 - 19:38 WIB