LAMPUNG SELATAN (Netizenku.com): Seperti cerita ajaib yang diambil dari halaman dongeng, pagi itu, Desa Bumi Sari, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, diselimuti kebahagiaan yang begitu tulus. Diantara para warga berhati mulia, terselip dua pria penyandang disabilitas bernama Arifin dan Wiyono, yang menjadi bintang di tengah-tengah kehangatan matahari pagi. Rahasia dibalik senyum cerahnya berkat kunjungan tak terlupakan dari Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi.
Diperkirakan sejak setahun yang lalu, Arifin hidup dengan keterbatasan fisik yang mengharuskannya menggunakan tongkat untuk berjalan. Namun, di hari itu, segala-galanya berubah ketika kedatangan Gubernur Arinal membawa harapan sekaligus mukjizat bagi pria penyandang disabilitas tersebut. Dengan tangan penuh kasih, Gubernur Arinal sendiri yang memasangkan kaki palsu pada Arifin dan Wiyono, menyiratkan pesan bahwa mimpi dapat menjadi kenyataan.
“Terima kasih Pak Gubernur, hadiah ini adalah karunia luar biasa! Tidak ada kata yang dapat menggambarkan rasa terima kasih saya,” kata Arifin dengan suara penuh emosi, sambil memeluk Gubernur Arinal dengan penuh haru, Senin (24/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, tak hanya kebahagiaan yang dibawa oleh Gubernur Arinal. Seperti seorang bapa penuh perhatian, beliau juga membawa harapan dan kehangatan bagi warga lain di Desa Bumi Sari. Paket sembako yang disalurkan ke tangan warga tak hanya berisi beras dan gula, tapi juga berisi rasa sayang dan kepedulian yang tulus dari pemerintah provinsi.
“Kami hadir untuk bersama-sama melangkah, membentang jembatan cinta untuk mengatasi setiap tantangan. Jangan pernah merasa sendirian, karena kita adalah keluarga besar Lampung yang saling mendukung dan merangkul,” ucap Gubernur Arinal dengan semangat luar biasa.
Di mata Arifin dan Wiyono, Arinal bukan hanya sekadar pemimpin, melainkan seorang pahlawan kemanusiaan yang memperjuangkan hak dan kebahagiaan bagi mereka yang sering terpinggirkan. Semangat dan dedikasi beliau dalam membantu masyarakat kurang mampu tak luput dari apresiasi tinggi. Penghargaan prakarsa inklusi dari komisi nasional disabilitas menjadi cermin nyata dari kepedulian beliau. (Luki)








