Edwin Rusli: tidak bisa masyarakat umum mixing vaksin

Redaksi

Jumat, 27 Agustus 2021 - 20:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung, dr Edwin Rusli, saat mengikuti Apel Pengarahan Wali Kota kepada Satgas Covid-19 di Kantor Pemkot setempat, Jumat (27/8). Foto: Netizenku.com

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung, dr Edwin Rusli, saat mengikuti Apel Pengarahan Wali Kota kepada Satgas Covid-19 di Kantor Pemkot setempat, Jumat (27/8). Foto: Netizenku.com

Bandarlampung (Netizenku.com): Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung, dr Edwin Rusli, meminta masyarakat tidak melakukan praktik mixing vaksin atau dosis 1 dan dosis 2 menggunakan jenis vaksin Covid-19 yang berbeda.

“Tidak bisa masyarakat melakukan mixing vaksin. Masyarakat yang pakai Sinovac ya Sinovac dulu,” kata dia usai mengikuti Apel Pengarahan Wali Kota kepada Satgas Covid-19 di Kantor Pemkot setempat, Jumat (27/8).

Selain Sinovac, beberapa merek vaksin telah tiba di Indonesia, yakni AstraZeneca, Sinopharm, Moderna dan Pfizer.

Baca Juga  Pemkot Bandar Lampung Salurkan Bantuan Beras untuk Warga Terdampak Kemarau

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau sekarang ada Moderna untuk masyarakat umum, tapi untuk yang belum divaksinasi sama sekali. Tidak boleh vaksin pertama pakai Sinovac kemudian vaksin kedua pakai Moderna,” tegas dia.

Sebelumnya, Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito, menyampaikan terkait praktik menyuntikkan vaksin jenis yang berbeda pada satu orang atau mixing vaksin harus dilakukan berdasarkan studi lanjutan.

Baca Juga  Cuaca Panas dan Angin Kencang, Eva Dwiana Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Sejauh ini, kata dia, beberapa jenis kombinasi vaksin yang sudah lolos uji di populasi di antaranya pencampuran antara AstraZeneca dan Pfizer di Jerman, AstraZeneca dan Sputnik di Ajerbaizan, Sinovac dan AstraZeneca di Thailand, Sinovac dan Moderna di Indonesia.

“Jenis vaksin yang dapat dikombinasikan ini dapat dinamis seiring dengan berkembangnya uji lanjutan lainnya,” ujar Prof Wiku, Kamis (26/8) malam, dalam konferensi pers virtual.

Khusus praktik mixing vaccine di Indonesia sejauh ini, lanjuy dia, Kementerian Kesehatan hanya menetapkan peruntukannya untuk booster dosis ketiga bagi tenaga kesehatan.

Baca Juga  Gerak Jalan Beregu Pramuka Bandar Lampung Dorong Semangat Kebersamaan

“Hal ini mengingat jenis vaksin Sinovac yang diterima oleh tenaga kesehatan pada dua dosis pertama, saat ini dialokasikan juga untuk populasi khusus misalnya anak, ibu hamil maupun yang menyusui,” kata dia.

Untuk itu diharapkan masyarakat dan pihak penyelenggara vaksinasi dapat mengikuti vaksinasi sesuai prosedur yang direkomendasikan demi melindungi diri sendiri maupun orang-orang terdekat. (Josua)

Berita Terkait

Cuaca Panas dan Angin Kencang, Eva Dwiana Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Gerak Jalan Beregu Pramuka Bandar Lampung Dorong Semangat Kebersamaan
APBD Perubahan Bandar Lampung Disepakati, Pemkot Kejar Realisasi Program dalam Tiga Bulan
Pemkot Bandar Lampung Salurkan Bantuan Beras untuk Warga Terdampak Kemarau
PPM Bandarlampung Gandeng Kodim 0410/KBL Gelar LKBB Tingkat SMP
Bunda Eva Siapkan 5 Sumur Bor untuk Atasi Kekeringan, Tahun Depan Tambah 50 Titik
LVRI, PIVERI, dan PPM Bandar Lampung Gelar Gathering, Rawat Semangat Perjuangan Antargenerasi
HUT Ke-81 RI, Pemkot Bandar Lampung Gelar Upacara dan Lomba Bersama Forkopimda

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:26 WIB

Andhika Wibawa Dukung Standar Akademik untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:36 WIB

Pendaftaran Ditutup, Wirahadikusumah dan Adi Kurniawan Jadi Pendaftar Tunggal Ketua PWI Lampung

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Karhutla TNWK Mulai Mereda, Asap Masih Tersisa di Lahan Gambut

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:45 WIB

Andika Wibawa Dukung Larangan Vape di Sekolah, Waspadai Penyalahgunaan Narkoba

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Mikdar Ilyas Sebut Harga Singkong Rp3.150 per Kg Hasil Perjuangan Pansus

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:29 WIB

Wamenaker Ajak JARNAS.INDO Perkuat Sinergi Pembangunan Ketenagakerjaan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Demokrat Lampung Siapkan Muscab, Edy Irawan Bidik Kursi Pimpinan DPRD

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Gubernur Lampung Fokus Tangani Karhutla TNWK, Lima Hektare Dipadamkan per Hari

Berita Terbaru