Pemprov dan BPOM Kendalikan Obat dan Makanan Berbahaya di Provinsi Lampung

Redaksi

Selasa, 16 Juni 2020 - 16:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandarlampung (Netizenku.com): Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengajak BPOM Lampung bersinergi dengan Pemerintah Daerah dalam mengendalikan obat dan makanan berbahaya di Provinsi Lampung.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi saat menerima audiensi dari Kepala Balai Besar BPOM Bandar Lampung Susan Gracia Arpan, di Ruang Kerja Gubernur, Kantor Gubernur Lampung, Bandarlampung, Selasa (16/6).

\”Semuanya harus dibangun harmonis. Sehingga upaya pengawasan obat dan makanan berbahaya dapat dilakukan. Untuk itu, BPOM Lampung harus kerjasama dan bersinergi baik dengan Pemerintah Daerah,\” ujar Gubernur Arinal.

Baca Juga  Marindo Kurniawan Tekankan Penguatan Forum Penataan Ruang untuk Dukung Investasi Lampung

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam kesempatan itu, Kepala Balai Besar BPOM Bandar Lampung Susan Gracia Arpan, menuturkan bahwa BPOM siap bersinergi dan mendukung Pemerintah Provinsi Lampung. \”BPOM Lampung siap mendukung dan membantu Pemprov Lampung,\” jelas Susan Grasia.

Dalam mendukung Pemprov Lampung, termasuk dalam penanganan Covid-19, Susan Grasia menuturkan bahwa BPOM Lampung memiliki alat PCR yang dapat digunakan untuk membantu Pemprov Lampung dalam menangani Covid-19.

Baca Juga  Marindo Kurniawan Lantik Imam Ghozali sebagai Staf Ahli Gubernur Lampung

\”PCR ini sedang dipersiapkan, dan minggu depan akan siap running guna membantu Pemprov Lampung dalam penanganan Covid-19,\” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu juga, Susan Grasia melaporkan terkait progres program kerja selama setahun. Dia menyampaikan 3 (tiga) program utama BPOM Lampung yaitu gerakan keamanan pangan desa, pangan jajanan anak sekolah, dan pasar aman dari bahan berbahaya.

Baca Juga  Fraksi PKB DPRD Lampung Rotasi Penugasan Anggota di AKD

Sementara itu, Kadis Kesehatan Provinsi Lampung Reihana menjelaskan bahwa koordinasi dengan BPOM Lampung sudah berjalan dengan baik. (rls)

Berita Terkait

Status GAK Naik ke Siaga, BPBD Lampung Larang Aktivitas dalam Radius 5 Kilometer
Marindo Kurniawan Tekankan Penguatan Forum Penataan Ruang untuk Dukung Investasi Lampung
Gubernur Mirza Tinjau Antrean BBM, Soroti Pelayanan SPBU dan Usulan Tambahan Kuota
Marindo Kurniawan Lantik Imam Ghozali sebagai Staf Ahli Gubernur Lampung
BULOG Lampung Serap 241.319 Ton Beras hingga Oktober 2026
IJP Lampung Desak Evaluasi Tim Media Gubernur
Inflasi Lampung Terendah di Sumatera, Mikdar Apresiasi Kinerja Gubernur
Gubernur Mirza Paparkan Strategi Penguatan Ekonomi dan Ketahanan Pangan Berbasis Desa

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Pemkab Pringsewu Gelar Gerakan Penetrasi Pasar untuk Kendalikan Harga dan Inflasi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:19 WIB

Bupati Pringsewu: Ormas Punya Peran Strategis dalam Pembangunan Daerah

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Bupati Pringsewu Ajukan R-APBD 2027 Senilai Rp1,138 Triliun

Minggu, 4 Oktober 2026 - 21:07 WIB

Catur PWI Lampung Bidik Tiga Emas pada Porwanas 2027

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:37 WIB

Kejari Pringsewu Tempuh Restorative Justice dalam Kasus Pencurian HP

Rabu, 30 September 2026 - 12:29 WIB

Kejari Pringsewu Musnahkan Barang Bukti dari 72 Perkara, Ada Sabu hingga Senjata Api

Selasa, 29 September 2026 - 19:39 WIB

105 Pelaku UMKM Pringsewu Ikuti Pelatihan Kemitraan Bersama Indomaret

Senin, 28 September 2026 - 19:56 WIB

Jambret Tas Berisi Rp1,6 Juta di Gadingrejo Terjatuh Saat Kabur

Berita Terbaru

Lampung

BULOG Lampung Serap 241.319 Ton Beras hingga Oktober 2026

Jumat, 9 Okt 2026 - 15:46 WIB