Tubaba Masuk Dalam 8 Wilayah Potensi Kekeringan

Redaksi

Selasa, 20 Agustus 2019 - 16:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulangbawang Barat (Netizenku.com): Umar Ahmad, SP, Bupati Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) mengimbau pihak perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan, dan masyarakatnya untuk menjaga dan mengantisipasi kebakaran lahan.

Sebab, pembakaran yang sembarang berdampak pada meningkatnya polusi udara yang terkontaminasi dengan asap. Bahkan, berdasarkan Buku Lindungi Diri dari Kabut Asap yang dikeluarkan oleh World Health Organization (WHO) dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia asap dalam kebakaran hutan mengandung zat berbahaya bagi kesehatan yakni berdasarkan Indek  Standar Pencemaran Udara (ISPU) mengandung Karbon Monoksida (CO), Sulful Dioksida (SO2), Nitrogen Dioksida (No2), dan Ozon Permukaan (O3).

\”Tubaba masuk dalam 8 wilayah potensi kekeringan, untuk mengantisipasi terjadi kekeringan dan polusi udara, jangan bakar lahan dan sampah termasuk membuang puntung rokok sembarangan,\” kata bupati yang diamini Kepala Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Ir. Amrullah, MT kepada Netizenku.com, Selasa (20/8).

Baca Juga  Tiyuh Gunung Timbul Realisasikan Dana Desa 2025 untuk Infrastruktur

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bupati mengatakan, Kabupaten Tubaba sebagian besar merupakan wilayah perkebunan baik karet maupun sawit yang sangat rentan sekali terhadap kebakaran. Apalagi pada musim kemarau panjang ini, banyak pohon dan ladang mengering sehingga dengan mudah bisa terbakar jika ada pemicu apinya.

\”Hati-hati membakar sampah atau lebih baik diolah menjadi kompos guna menjaga kelestarian dan terjadinya global warming (pemanasan global). Sementara untuk pihak perusahaan dapat membuat imbauan lewat baliho atau sejenisnya untuk mengkampanyekan ajak masyarakat mencegah kebakaran dan jangan membuang puntung rokok sembarangan yang dapat menjadi pemicunya\”pintanya.

Baca Juga  Pemerintah Tiyuh Candra Jaya Salurkan BLT-DD kepada 20 KPM

Untuk kelestarian lingkungan, bupati juga mengajak masyarakat di Kabupaten Tubaba berkomitmen untuk mengurangi sampah plastik dan penggunaan minuman dalam kemasan (air mineral) karena sampah plastik ini berbahaya.

\”Sebaiknya menggunakan tumbler untuk membawa air putih dari rumah, daripada membeli air mineral kemasan. Dan, alhamdulillah gerakan ini sudah kita mulai di Tubaba dari sekolah tingkat dasar dengan akan membagikan tumbler secara gratis kepada seluruh siswa tingkat dasar se-Tubaba,\”paparnya.

Selain itu, lanjut bupati, mengurangi dampak kekeringan dan mengurangi sampah organik, Pemkab Tubaba melalui Dinas Lingkungan Hidup juga akan membuat gerakan menabung dan memanen air dengan metode Biopori, yakni dengan membuat lubang resapan air berdiameter 10 centimeter secara vertikal dengan kedalaman hingga 100 centimeter yang dibuat di pekarangan warga, dan fasilitas umum.

Baca Juga  Joko Kuncoro Resmi Pimpin NasDem Tubaba Periode 2025-2029

\”Biopori ini adalah teknologi sederhana untuk penyerapan air hujan. Selain untuk resapan air, biopori juga berguna sebagai pengolah sampah rumah tangga yang dapat diterapkan di lahan pemukiman warga,\” jelasnya.

Saat ini, pihaknya tengah mempersiapkan segala peralatan yang dibutuhkan untuk pembuatan Biopori ini. Nantinya, Biopori ini akan dimulai di lingkungan perkantoran bupati.\”Kita persiapkan dulu alat-alatnya. Nanti kita buat biopori di sekitar kantor bupati,\” pungkasnya. (Arie)

Berita Terkait

Forkopimda Tubaba Ikuti Rakornas 2026 di Bogor
Kecamatan Tumijajar Gelar Musrenbang, Serap Aspirasi Warga untuk Pembangunan
Pemkab Tubaba Gelar Rakor KMP, Perkuat Ekonomi Kerakyatan
DPC PDIP Tubaba Gelar Musancab, Target 10 Kursi Pemilu 2029
Joko Kuncoro Resmi Pimpin NasDem Tubaba Periode 2025-2029
Kejari Tubaba Imbau Warga Waspadai Penipuan Catut Nama Pejabat
Pastikan Layanan Merata, Wabup Tubaba Tinjau Pengobatan Gratis Tubaba Q Sehat
Pimpin Apel Bulanan, Sekda Tubaba Tegaskan Penegakan Disiplin ASN

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 13:39 WIB

Lewat Mini Soccer, Pemprov Lampung dan Jurnalis Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah

Jumat, 13 Februari 2026 - 13:51 WIB

Pemprov Lampung Tebar 50 Ribu Benih Ikan dan Bersih Bersih di PKOR Way Halim

Kamis, 12 Februari 2026 - 18:38 WIB

Wakil Gubernur Lampung Resmikan Penerbangan Internasional Lampung–Kuala Lumpur

Rabu, 11 Februari 2026 - 17:00 WIB

DPRD Lampung Dorong Keberlanjutan Rute Internasional Lampung–Malaysia

Selasa, 10 Februari 2026 - 23:27 WIB

Gubernur Mirza Pimpin HLM TPID Jaga Stabilitas Harga Jelang Ramadhan

Selasa, 10 Februari 2026 - 15:59 WIB

Kostiana Dorong Digitalisasi UMKM di Peringatan HUT ke-51 IWAPI Lampung

Selasa, 10 Februari 2026 - 13:20 WIB

Yusnadi, Jembatan Kali Pasir Segera Dibangun, Ada Solusi Sementara

Senin, 9 Februari 2026 - 23:55 WIB

Pemprov Lampung Raih Opini Kualitas Tertinggi Ombudsman RI

Berita Terbaru