Lirih Pedagang, Partai Hutang di Warung Hingga Jutaan

Redaksi

Jumat, 8 Maret 2019 - 17:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesawaran (Netizen.com): Nasib miris di alami Harni (44) seorang pedagang warung makanan warga Dusun 5 Desa Suka Raja Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran.  Dirinya merasa kecewa atas perlakukan Ketua Dewan Pimpinan Kabupaten Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (DPK PKPI) Kabupaten Pesawaran, Mardian Shah ST lantaran sudah satu tahun ini belum membayar hutang makan minum diwarungnya tersebut sebesar Rp1 juta.

Menurut Harni, terjadinya hutang sebesar Rp1 juta tersebut ketika para kader partai ini memesan makan, minum dan snek di warung milik nya saat setiap digelarnya rapat dikantor DPC PKPI Pesawaran di Desa Sukaraja Gedongtataan, yang kebetulan warung miliknya ini berdampingan tidak jauh dari kantor DPC PKPI Pesawaran.

\”Hutang ini sudah lama kurang lebih sudah satu tahun ini sebelum suami saya meninggal. Uang sebesar satu juta ini saat mereka, mesan makan, ngambil rokok, kopi,  teh dan snack yang diambil pada saat setiap rapat digelar, atas tanggung jawab Ketua DPK PKPI Kabupaten Pesawaran, Mardian Shah ST,\” kata dia.

Baca Juga  Pemkab Pesawaran Gelar Musrenbang RKPD 2027

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jadi, setiap mereka ngambil apa saja diwarungnya itu tidak pernah dibayar lunas paling cuma diberi uang Rp200 ribu Oleh Mardian sebagai uang cicilan.

Diutarakan wanita setengah baya ini, uang sebesar Rp1 juta tersebut menurutnya sangat berarti baginya untuk mencukipi kebutuhan warung dan hidup nya sehari-hari yang saat ini dirinya telah menjanda sejak ditinggal suaminya tiga bulan terakhir ini.

\”Dulu pernah saya tagih langsung ke Pak Mardian Shah nya, pak gimana hutangnya, tapi ga juga dibayar hanya memberikan janji, katanya sorenya dia akan balik lagi untuk melunasi semuanya sambil memesan rokok dan makanan, tapi yang terjadi dia tak kunjung datang untuk menyelesaikan hutangnya itu,\” keluhnya.

Tak putus asa sampai disitu Harni kembali mencoba menagih hutang itu via ponselnya0 saat suaminya sedang sakit dan di rawat di RS Adven. \”Tapi ya iitu, yang tadinya ditelpon diangkat sampai sekarang saya telpon, sms juga ga di bales, padahal saat itu saya lagi butuh sekali uang itu, untuk biaya berobat suami saya yang sedang sakit yang akhirnya hingga meninggal dunia pun hutang itu tak juga kunjung dibayar juga,\” lirihnya.

Baca Juga  Bimtek Posyandu di Pesawaran, Perkuat Sinergi Layanan Kesehatan

Dengan berlinang air mata Harni kembali menceritakan tentang kehidupan semenjak ditinggal pergi suaminya dengan 3 orang anak ini harus berjuang ektra untuk berjuang mencukupi kehidupannya bersama ke 3 orang anaknya ini.

\”Katanya partai itu memperjuangkan nasib masyarakat kecil tapi kok ini yang terjadi sebaliknya, malah mengsengsarakan rakyat seperti saya ini pedagang kecil. Saya sih berharap mudah-mudahan mereka ini terketuk hatinya dan segera menulani hutang yang menurut saya sangat besar dan berarti,\” harap Harni sambil mengusap air matanya.

Sementara itu saat wartawan ini mencoba mendatangi Kantor DPC PKPI Pesawaran di Desa Suka Raja Gedongtataan untuk mengklarifikasi, nampak terlihat kantor tersebut dalam keadaan terkunci dan tidak ada satu pun kader partai yang terlihat.

Baca Juga  Berkah Ramadan, NasDem Pesawaran Bagikan 1.000 Takjil

Ketua DPK PKPI Kabupaten Pesawaran Mardian Shah ST melalui ponselnya membantah, bahwa hutang tersebut mencapai hingga Rp1 juta. Menurutnya, hitungannya hanya tinggal Rp300 ribu. \”Sepengetahuan saya hutang tersebut sudah dibayar sekitar Rp600 ribu tingal 300 ribu lagi, karena posisinya Pak Eko selaku sekretaris bersama tim nya sering ngambil rokok, ngambil makan itu masuk bon saya, saya juga kaget kok bisa sampek sebesar itu. Artinya terkait hutang ini bukan ga dibayar tapi belum ada dananya. Karena kalo hitungan saya kurangnya hanya Rp300 ribu tapi sudah lah tidak ada maslah, sekarang sudah saya stop kalau ada yang ngambil jangan dikasih lagi, kecuali ada acara partai dan saya ada disitu ga masalah,\” jelasnya.

\”Emang bener kita ketua tapi kan bukan ketua yang mencetak duit jadi pasti akan kita selesaikan masalah ini soalnya kita tahu kan keadaan teh harni seperti apa,\” janji Mardian. (Soheh).

Berita Terkait

Pemkab Pesawaran Gelar FGD Penyusunan ADEM
Tekan Stunting, Pemkab Pesawaran Sosialisasikan Perencanaan Keluarga
Rakor Kades, Bupati Pesawaran Tekankan Respons Cepat dan Optimalisasi PBB
Ground Breaking Jalan Pesisir Pesawaran Dimulai, Akses Wisata Ditargetkan Lebih Lancar
BPS Pesawaran Canangkan Desa Cantik 2026
Bimtek Posyandu di Pesawaran, Perkuat Sinergi Layanan Kesehatan
Kejuaraan Pencak Silat Bupati Cup III IPSI Pesawaran Resmi Ditutup
Gandeng BPDLH, Pemkab Pesawaran Perkuat Pembiayaan Petani

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 12:46 WIB

Wagub Jihan Kunker ke Kemenkes, Dorong Layanan Kesehatan Lebih Merata

Selasa, 21 April 2026 - 12:38 WIB

Gubernur Lampung Sambut Kolaborasi Desaku Maju dan Desa BRILiaN BRI, Dorong Ekonomi Desa Berbasis Potensi Lokal

Selasa, 21 April 2026 - 11:14 WIB

Limbah Dapur MBG Dikeluhkan Warga, Pemprov Lampung Perketat Pengawasan dan Siapkan Sanksi Tegas

Senin, 20 April 2026 - 21:57 WIB

MBG Belum Maksimal Gerakkan Ekonomi Desa, DPRD Lampung Dorong Kemitraan SPPG dengan BUMDes

Senin, 20 April 2026 - 19:06 WIB

RDP DPRD Lampung Sepakati Solusi Sementara untuk Pengrajin Tanah Liat

Senin, 20 April 2026 - 15:09 WIB

Gubernur Lampung Dorong Penguatan SDM dan Digitalisasi UMKM Lampung

Senin, 20 April 2026 - 14:11 WIB

Perempuan Lampung Diajak Teladani Semangat Kartini Lewat Pendidikan

Jumat, 17 April 2026 - 18:03 WIB

Lampu Jalan Raib di Jalur Bandara, DPRD Lampung Soroti Pengawasan

Berita Terbaru

Bandarlampung

3 Konstituen Dewan Pers di Lampung Bentuk Sekretariat Bersama

Selasa, 21 Apr 2026 - 13:20 WIB