Warga Pesisir Bandarlampung Setuju Pemkot Tata Kawasan Pantai

Redaksi

Senin, 12 April 2021 - 20:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Sukaraja, Asih (60), pemilik warung di Pantai Sukaraja, Kecamatan Bumi Waras, Senin (12/4). Foto: Netizenku.com

Warga Sukaraja, Asih (60), pemilik warung di Pantai Sukaraja, Kecamatan Bumi Waras, Senin (12/4). Foto: Netizenku.com

Bandarlampung (Netizenku.com): Program Pemerintah Kota Bandarlampung yang akan menata kawasan pesisir menjadi objek wisata disambut baik warga pesisir di Sukaraja dan Panjang.

Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana sejak dilantik pada 26 Februari 2021 lalu berjanji akan menata permukiman kumuh di kawasan pesisir lewat Program Bedah Rumah serta menata sempadan pantai sebagai objek wisata untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Eva Dwiana menegaskan Pemerintah Kota akan melakukan penataan tanpa mengubah bentuk yang telah ada.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu warga pesisir di Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Bumi Waras, Asih (60), yang telah membuka usaha warung selama 10 tahun lebih di Pantai Sukaraja berharap penataan kawasan pesisir tetap memberdayakan warga setempat.

Asih tinggal bersama suami dan tiga anaknya di Pantai Sukaraja. Sang suami, Sanjaya, bersama anak-anaknya bekerja sebagai nelayan yang tergabung dalam Komunitas Nelayan Sukaraja.

Baca Juga  Pemkot Bandar Lampung Siapkan Rp2,5 Miliar untuk Olok Gading

\”Saya setuju tapi kalau bisa saya tetap berdagang, saya sudah puluhan tahun di sini masa mau diganti-ganti. Sedangkan kita usahanya di sini mati hidupnya,\” kata dia, Senin (12/4).

Hal senada disampaikan Daeng Pada (65) warga Kampung Baru Tiga (Kabarti) Kelurahan Panjang Utara, Kecamatan Panjang.

Daeng Pada dulunya merupakan nelayan yang tergabung dalam Kelompok Nelayan Cahaya Tirta Abadi. Namun sejak menderita sakit rematik, Daeng dipercaya untuk mengelola Taman Kabarti binaan Pemerintah Kota Bandarlampung, Pertamina, dan Mitra Bentala.

Taman Kabarti yang dibangun kurang lebih tiga tahun lalu, saat ini dalam kondisi memprihatinkan dengan banyaknya sampah yang memenuhi garis pantai.

Daeng Pada menyambut baik penataan kawasan pesisir oleh Pemerintah Kota Bandarlampung.

\”Bagus kalau begitu jadi saya bisa tenang kerjanya. Saya urus benar-benar sampah yang di (Taman Kabarti) sini. Cuma kalau yang di laut enggak sanggup, karena saya sendiri,\” ujar Daeng.

Baca Juga  Pemkot Ajak Warga Jaga Kerukunan, Rawat Perbedaan

Pria duda ini menuturkan sampah di pantai Taman Kabarti berasal pulau luar yang terbawa arus laut, kemudian dari kapal-kapal yang membuang sauh di Teluk Bandarlampung, dan sampah masyarakat dari gunung yang terbawa arus sungai Kali Bako.

\”Sudah susah menangani sampah soalnya kantong sampah di sini. Tidak ada petugas SOKLI karena sampah datang dari mana-mana, pulau, kapal, dan gunung lewat sungai,\” kata dia.

Daeng berharap Pemerintah Kota Bandarlampung dapat segera merealisasikan Program Penataan Kawasan Pesisir.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandarlampung Sahriwansah mengatakan penanganan sampah di pesisir membutuhkan kerja sama seluruh lapisan masyarakat.

Dia mengatakan untuk menyukseskan program kerja Wali Kota Eva Dwiana, baik Gerebek Sungai maupun Penataan Kawasan Pesisir, Dinas Lingkungan Hidup membuat Program Gerebek Sampah.

Baca Juga  Ratusan Ribu Warga Padati Jalan Sehat HUT Kota Bandar Lampung ke-344

\”Kita kan selalu melakukan Gerebek Sampah, jadi kewenangan kita itu daratannya, setelah sampai ke laut, 0-12 meter itu kewenangan provinsi,\” kata Sahriwansah. Masyarakat juga harus peduli, jangan membuang sampah ke laut dianggapnya selesai,  timbul masalah baru,\” kata dia.

Warga pesisir kerap membuang sampah ke laut disebabkan tidak adanya petugas satuan organisasi kebersihan lingkungan (SOKLI). Sementara petugas SOKLI kesulitan menjangkau permukiman warga pesisir karena akses jalan yang sempit.

\”Banyak (petugas SOKLI) yang tidak bisa masuk, makanya disiasati agar masyarakat mengumpulkan sampah di tempat yang telah disiapkan,\” ujar Sahriwansah.

\”Saya berharap ada pihak ketiga yang dapat membantu Pemda Kota. Dengan gagasan Ibu Wali Kota, saya yakin ke depannya akan terjadi suatu perubahan yang signifikan di daerah pesisir,\” lanjut dia. (JOSUA)

Baca Juga: Kementerian PUPR Tambah Kuota Bedah Rumah, Fokus di Pesisir Bandarlampung

Berita Terkait

LVRI, PIVERI, dan PPM Bandar Lampung Gelar Gathering, Rawat Semangat Perjuangan Antargenerasi
HUT Ke-81 RI, Pemkot Bandar Lampung Gelar Upacara dan Lomba Bersama Forkopimda
Bandar Lampung Peroleh Bantuan 300 Bedah Rumah BSPS
Pemkot Ajak Warga Jaga Kerukunan, Rawat Perbedaan
Pemkot Perkuat Tata Kelola Program
1,19 Juta Wisatawan Datang ke Bandar Lampung
292 Alat Bantu untuk Warga Bandar Lampung
PSEL Lampung Raya Mulai Dimatangkan

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:25 WIB

Diklat Paskibraka Pringsewu 2026 Resmi Ditutup

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:23 WIB

Ombudsman Nilai Pelayanan RSUD Pringsewu

Selasa, 18 Agustus 2026 - 00:11 WIB

HUT Ke-81 RI, Pemkab Pringsewu Gelar Upacara dan Serahkan Bantuan Bedah Rumah

Selasa, 18 Agustus 2026 - 00:08 WIB

Curanmor Mengintai Dini Hari, Polres Pringsewu Intensifkan Patroli

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:58 WIB

Setahun Buron Kasus Curanmor, Andi Lau Akhirnya Ditangkap Polisi di Tanggamus

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:49 WIB

Bupati Pringsewu Hadiri Paripurna Istimewa DPRD, Dengarkan Pidato Kenegaraan Presiden

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:47 WIB

Motor Petani Dicuri Saat Panen Kelapa, Dua Pelaku Curanmor Dibekuk Polisi

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:45 WIB

Pemkab dan DPRD Pringsewu Sepakati KUA-PPAS APBD 2027

Berita Terbaru

Lampung Selatan

PWI Lampung Selatan Dukung Pemanfaatan IKD

Jumat, 21 Agu 2026 - 21:30 WIB