Warga Eks Pasar Griya Lebih Memilih Nomaden

Redaksi

Kamis, 13 September 2018 - 19:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga eks Pasar Griya kini tinggal di emperan Pasar Waydadi yang tak terpakai.

Warga eks Pasar Griya kini tinggal di emperan Pasar Waydadi yang tak terpakai.

Bandarlampung (Netizenku.com): Puluhan warga eks Pasar Griya kini menjalani hidup dengan nomaden (berpindah-pindah) lantaran tak memiliki tempat tinggal. Sekitar 25 kepala keluarga (KK) korban penggusuran tersebut lebih memilih berpindah-pindah ketimbang memiliki tempat tinggal namun tak bisa menyambung hidup.

Para korban penggusuran telah membongkar tenda darurat yang sudah lama berdiri dan mereka diami selama satu bulan lebih di pelataran Kantor DPRD Kota Bandarlampung. Pembongkaran tersebut dilakukan pada Rabu (12/9) malam, dan kini mereka tinggal di emperan Pasar Tempel Waydadi yang tak lagi terpakai.

Baca Juga  Pemkot Bandar Lampung Kembali Serahkan Alat Kesehatan bagi Warga

Tak hanya 2 tempat tersebut, sebelumnya warga eks Pasar Griya juga telah mendirikan tenda di depan Rumah Dinas Walikota Bandarlampung dan tidur di tengah puing reruntuhan pasca penggusuran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mewakili warga, Sekretaris Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Lampung, Risky Selvia, menyatakan bahwa warga tak mengambil tawaran pemerintah lantaran tak diberi ruang untuk melakukan profesi mereka sebagai pemulung.

Baca Juga  Eva Dorong Pelestarian Kuliner Tradisional Lampung

\”Warga tidak mengambil rusunawa yang ditawarkan karena pemerintah tak memberikan pekerjaan kepada warga,\” ujar Rizky saat dihubungi pada Kamis (13/9).

Sebelumnya diberitakan, Ketua Komisi I DPRD Kota Bandarlampung telah mempertemukan warga eks Pasar Griya dengan perwakilan pemerintah. Dalam kesempatan itu DPRD telah memberikan rekomendasi kepada pemerintah agar tuntutan tersebut dikabulkan oleh pemerintah. Namun sayang pemerintah tak mampu mengabulkan permintaan warga mengenai penyediaan lahan untuk menaruh barang rongsok.

Baca Juga  BPBD Bandar Lampung Salurkan Air Bersih untuk Warga Panjang

\”Kami sudah memberikan rekomendasi kepada pemerintah, terkait tempat tinggal dan jaminan pendidikan anak-anak untuk pindah sekolah. Namun pemerintah tak mampu mengabulkan permintaan penyediaan lahan untuk barang bekas atau rongsokan warga,\” kata Ketua Komisi I, Nu\’man Abdi.(Agis)

Berita Terkait

APBD Perubahan Bandar Lampung Disepakati, Pemkot Kejar Realisasi Program dalam Tiga Bulan
Pemkot Bandar Lampung Salurkan Bantuan Beras untuk Warga Terdampak Kemarau
PPM Bandarlampung Gandeng Kodim 0410/KBL Gelar LKBB Tingkat SMP
Bunda Eva Siapkan 5 Sumur Bor untuk Atasi Kekeringan, Tahun Depan Tambah 50 Titik
LVRI, PIVERI, dan PPM Bandar Lampung Gelar Gathering, Rawat Semangat Perjuangan Antargenerasi
HUT Ke-81 RI, Pemkot Bandar Lampung Gelar Upacara dan Lomba Bersama Forkopimda
Eva Dwiana jadi inspektur upacara HUT ke-81 RI
Eva Dwiana Kukuhkan 38 Anggota Paskibraka Bandar Lampung

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 12:11 WIB

Kejari Lampung Selatan Tetapkan Yayasan Bussaina sebagai Wali Sah Delapan Anak

Jumat, 11 September 2026 - 15:04 WIB

Zulkifli Hasan Pastikan Bantuan Pangan Beras Berlanjut hingga Akhir 2026

Selasa, 8 September 2026 - 12:25 WIB

32.415 Warga Lampung Selatan Terdampak Erupsi Anak Krakatau

Minggu, 6 September 2026 - 19:14 WIB

Mendes PDT Soroti Kebun Anggur BUMDes Merak Berseri di Lampung Selatan

Minggu, 6 September 2026 - 18:38 WIB

Komisi X DPR RI Dorong Revitalisasi Sekolah dan Penyelesaian Status Guru PPPK

Minggu, 6 September 2026 - 18:21 WIB

Komisi X DPR RI Dorong Pemerataan Sarana Pendidikan melalui Program Revitalisasi Sekolah

Minggu, 6 September 2026 - 18:18 WIB

Erupsi Gunung Anak Krakatau Meningkat, Pemkab Lampung Selatan Siapkan Langkah Antisipasi

Minggu, 6 September 2026 - 18:16 WIB

Gunung Anak Krakatau Level III, Pemkab Lampung Selatan Imbau Warga Tetap Tenang dan Waspada

Berita Terbaru