oleh

Walikota Metro Buka Germas Komunitas Peduli TBC-HIV

Metro (Netizenku.com): Walikota Metro, Wahdi, membuka acara Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), pada Komunitas Peduli TBC-HIV di Masa Pandemi Covid-19. Kegiatan berlangsung di Oemah TBC Kelurahan Ganjar Asri, Kecamatan Metro Barat, Senin (15/11).

Selain dihadiri walikota, turut hadir dalam acara tersebut, Plt direktur RSU Ahmad Yani Metro, camat Metro Barat, lurah Ganjar Asri, kepala Puskesmas Ganjar Agung, Forkopimda, serta para tamu undangan lainnya. Acara dibuka secara langsung oleh Wahdi.

“Ya, dalam pelayanan kesehatan itu, selain lima pelayanan dasar, tentunya kita sekarang harus perhatian terhadap pandemi Covid-19, dengan cara 3T (Testing, Tracing, Treatment). Kegiatan ini rupanya menimbulkan ide baru, untuk kedepannya mengapa tidak dilakukan 3T juga kepada mereka-mereka yang terkena TBC. Ini seharusnya masuk dalam early warning, karena hampir setiap penyakit menular HIV dan TBC itu early warning, kemudian 3T itu harus dilakukan bersama,” ujarnya.

Baca Juga  Metro Sosialisasi Aturan Ormas

Wahdi juga menyampaikan, untuk kasus HIV di Kota Metro masih ada, yang artinya dalam hal ini, memutus mata rantai penyakit itu harus sampai zero.

“Tentunya di sini kita masih perlu edukasi-edukasi lagi, untuk menangani virus tersebut. Kemudian, untuk penyakit TBC, lakukan pengobatan penyakit TBC secara tepat, karena TBC dapat disembuhkan. Semoga, kegiatan ini dapat berjalan dengan baik, dan kepada teman-teman, masyarakat, mohon dukungannya untuk kegiatan ini. Dan saya berharap, untuk kedepannya, kegiatan seperti ini, dapat diadakan di seluruh kelurahan dan kecamatan yang berada di Kota Metro,” tegas Wahdi.

Baca Juga  Pemkot Metro Berpredikat WTP 8 Tahun Berturut-turut

dr. Melly selaku Kepala Puskesmas Ganjar Agung menyampaikan, di Kota Metro ini ada dua fasilitas kesehatan yang saat ini menangani HIV, yaitu yang pertama RSU Ahmad Yani Metro, dan yang kedua Puskesmas Ganjar Agung.

“Untuk penanganan HIV, memang betul tadi yang disampaikan oleh walikota, hampir setiap penyakit menular HIV dan TBC itu early warning yang pertama kali, kemudian lakukan 3T (Testing, Tracing, Treatment) itu harus dilakukan bersama. Karena, tercatat di kami, sekitar 70 orang yang melakukan pengobatan di Puskesmas Ganjar Agung. Tetapi, untuk Kota Metro sendiri sekitar 33%,” ujar Melly.

Melly juga menyampaikan, untuk penyakit HIV Aids itu tidak bisa dibilang sembuh, karena mereka yang terkena HIV mendapatkan pengobatan seumur hidup. Akan tetapi, kalau penyakit TBC bisa sembuh total.

Baca Juga  BPN Akan Usulkan Metro Jadi Kota Lengkap

“Untuk melakukan pengobatan atau memaninalisir HIV dengan cara, melakukan pola hidup yang baik, pola sex yang aman, dan jauhi narkoba, karena itu salah satu pintu masuk penyakit HIV juga. Kalau untuk pengobatan HIV dilakukan seumur hidup, untuk nama pengobatannya yaitu ARV (Antiretroviral), jadi pengobatannya itu tidak sekali dipakai, akan tetapi seumur hidup, karena tidak bisa menjamin kuman itu total mati, melainkan mengurangi dan membuat kuman lemah,” ujar Melly.

Dilanjutkannya, di sini juga selalu mendorong para pasien untuk menjaga pola hidup sehat, agar stamina antibodinya dapat bagus. Sehingga, nantinya dapat melawan virus-virus tersebut,” pungkas Melly. (Rival)

Komentar