BERBAGI

Pesawaran (Netizenku.com): Meski penyebaran virus Corona di wilayah Kabupaten Pesawaran masih terus meningkat, bahkan ada beberapa perkantoran serta rumah sakit sempat ditutup untuk sementara waktu, lantaran ada beberapa pegawai hingga kepada OPD terpapar Covid-19.

Namun, pemerintah kabupaten setempat terkesan tidak mengindahkan bahaya virus tersebut, bahkan dalam waktu dekat ini berencana akan mengumpulkan ratusan orang di tujuh kecamatan guna melaksanakan sosialiasi dan pembinaan kepada ratusan Rukun Tetangga (RT) yang ada.

Disisi lain, kegiatan yang digagas Sekretariat Daerah Pesawaran itu juga dimungkinkan mengabaikan maklumat Kapolri Nomor Mak/2/III/2020 tentang Kepatuhan terhadap Kebijakan Pemerintah dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona (Covid-19). Dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19).

Diketahui dalam surat edaratan yang ditandatangani oleh Sekda Kabupaten Pesawaran, yang juga Plh Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Kusuma Dewangsa, tertanggal 23 November 2020 dengan nomor surat 140/5559 IV. Sekretariat Daerah akan melaksanakan Sosialisasi dan Pembinaan kepada para ketua RT.

Masing-masing dari Kecamatan Waylima, Kedondong, Waykhilau, Padangcermin, Punduh Pidada, Marga Punduh dan Teluk Pandan. Dengan Jadwal pelaksanaan Minggu (6/12/2020) dilakukan di empat Kecamatan dan dihari Senin (7/12/2020), itu dilakukan di tiga kecamatan.

Sontak hal ini banyak kecaman dari berbagai kalangan masyarakat.

“Mesti pelaksanaan kegiatan pembinaan RT dibagi perkecamatan pastinya menimbulkan kerumunan, simpelnya bila dalam satu desa ada 10  RT maka jika di satu kecamatan ada 12 desa bukankah ratusan orang yang akan kumpul, sementara kita ketahui bersama Pesawaran saat ini masuk zona orange penyebaran Covid-19,” tegas Darul Qutni, mantan anggota DPRD Pesawaran periode 2009-2014, Rabu (2/12).

Seyogyanya pelaksanaan pembinaan bagi RT itu bisa saja di lain waktu, mengingat kondisi penyebaran Covid-19 cukup tinggi di Bumi Andan Jejama saat ini. Apalagi ditambah suasana Pilkada yang sudah masuk hitungan hari dan menjelang masa tenang.

“Memutus mata rantai penyebaran Covid-19 adalah menghindarkan kerumunan, nah ini malah Pemda akan memfasilitasi kerumunan, kan hal aneh dan jadi pertanyaan, ada apa ini?  entah jika ada unsur indikasi lain diadakannya kegiatan pembinaan RT ini menjelang hitungan hari Pilkada,” ungkapnya.

Terpisah Kesuma Dewangsa saat dikonfirmasi terkait adanya rencana pembinaan untuk RT di 7 kecamatan di tengah meningkatnya penyebaran Covid-19 di Kabupaten Pesawaran, terkesan menutupi dan buang badan. Meski surat edaran yang ditujukan untuk 7 camat itu jelas ditandatangani olehnya.

“Kita minta diatur jumlahnya dan tetap sesuai dengan aturan prokes,” ucapnya.

Sedangkan saat ditanya mengenai berapa jumlah RT yang bakal mengikuti kegiatan tersebut lagi-lagi dia terkesan ngeles dengan alasan surat yang nyata-nyata telah ditandatanganinya itu belum masuk ke pihaknya.

“Untuk jumlah itu bukan ranah saya coba konfirmasi dengan pihak PMD, karena suratnya belum masuk ke saya, karena saya di sini selaku gugus tugas Covid-19, dan kegiatan itu mesti ada izin dari gugus tugas, kalau memang tidak ada izin dari gugus tugas kegiatan itu tidak bisa dilaksanakan,” kilahnya. (Soheh/len)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here