Ulah Segelintir Jamaah Umroh Indonesia, Bikin Kerajaan Saudi Meradang

Redaksi

Kamis, 1 Maret 2018 - 10:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dalam video yang beredar tampak segelintir jamaah umroh asal Indonesia bernyanyi dalam suara keras saat menjalani ibadah Sa\'i. (Foto: Ist)

Dalam video yang beredar tampak segelintir jamaah umroh asal Indonesia bernyanyi dalam suara keras saat menjalani ibadah Sa\'i. (Foto: Ist)

Bandarlampung (Netizenku): Kendati peristiwanya sudah lewat beberapa waktu lalu, namun video jamaah umrah Indonesia yang menyanyikan lagu Hubbul Wathan saat melakukan ibadah sa\’i (berlari-lari kecil dari Bukit Shafa dan Marwah) yang kemudian menyebar di dunia maya, ternyata menjadi perhatian serius Kerajaan Arab Saudi.

Buntutnya, baru-baru ini pemerintah Arab Saudi melayangkan teguran kepada duta besar Indonesia. Celakanya lagi, menurut Dubes Republik Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, protes tersebut berpotensi mengganggu hubungan diplomatik kedua negara.

Kegeraman pihak Arab Saudi tercermin dari ungkapan Dubes Kerajaan Saudi untuk Indonesia, Osama bin Mohammed Abdullah as-Shuaibi. Menurutnya, siapa pun yang menginjakkan kaki di Tanah Suci harus menjaga adab. “Kami imbau agar para jamaah fokus ibadah dan menjaga etika,” ujar dia, baru-baru ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia menegaskan video yang menampilkan jamaah umroh Indonesia bernyanyi saat menjalankan prosesi sai menjadi perhatian banyak pihak. Masyarakat dari berbagai kalangan mengomentari dan menyikapi video tersebut dengan beragam. Komentar keras bahkan dikeluarkan aparat Kerajaan Saudi yang menyayangkan kegiatan jamaah umrah tersebut.

Mereka tidak dapat membiarkan adanya aktivitas seperti itu.
Sebab, jika dibiarkan dikhawatirkan semakin meluas dan menimbulkan kegaduhan. Tanah Suci yang seharusnya tenang untuk beribadah, nantinya menjadi tidak kondusif. “Kami tidak ingin ada kegaduhan, seperti yang kerap dilakukan kelompok syiah zaman dulu,” kata Osama.

Dia menjelaskan, dulu Kelompok Syiah Qaramithah pernah menghimpun massa untuk menghancurkan al-Haram. Mereka merobek kiswah Ka’bah dan mencuri Hajar Aswad. “Bayangkan kegaduhan tersebut dampaknya begitu besar. Umat Islam dari berbagai penjuru dunia datang berhaji dan berumrah, ingin mencium Hajar Aswad, tapi tidak ada. 20 tahun batu hitam itu dicuri, hingga akhirnya kini sudah kembali lagi,” kata Osama menceritakan sejarah penghancuran al-Haram.

Baca Juga  Tubaba Gandeng ATR/BPN Integrasikan Data Pertanahan, Bidik Optimalisasi PAD

Oleh karenanya, sambung dia, Kerajaan Saudi mengimbau seluruh elemen umat Islam agar sama-sama menjaga keutuhan Tanah Suci. Mereka yang sudah mengikhlaskan dirinya untuk melaksanakan Rukun Islam kelima atau mengerjakan sunnah umrah, harus fokus beribadah. Mereka harus menjaga diri dengan berakhlak mulia.
Sementara pihak Kerajaan akan sekuat tenaga memberikan pelayanan terbaik. “Doakan kami agar selalu diberikan kekuatan melayani para tamu Allah yang hendak beribadah dalam kekhusyuan,” papar dia.

Dubes Agus Maftuh Abegebriel, juga sangat menyayangkan perilaku jamaah umrah yang bertindak tak pantas itu. Seperti tampak dalam video yang beredar luas, segelintir jamaah asal Indonesia melantunkan ikrar Pancasila dan menyanyikan lagu Ya Lal Wathan di tengah kerumunan umat yang ber-sai. Dubes Agus mengatakan KBRI melindungi seluruh ekspatriat Indonesia di Saudi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Baca Juga  Tubaba Masih Nol Kasus PMK, Tapi Vaksinasi Ternak Baru Capai 30 Persen

\”Jika ada ekspatriat Indonesia di Arab Saudi yang melakukan tindakan di luar kepatutan dan norma-norma yang berlaku akan diprotes oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi,\” katanya dalam keterangan tertulisnya.

Protes Pemerintah Kerajaan Arab Saudi itu akan dialamatkan secara diplomatik ke Dubes RI sebagai Pelayan Ekspatriat Indonesia di Arab Saudi. \”Aksi di Mas\’a (tempat sai) tersebut berpotensi mengganggu hubungan diplomatik Indonesia-Arab Saudi,\” ungkapnya.

Karena itu, Agus mengimbau seluruh ekspatriat Indonesia yang sedang atau akan berkunjung ke Arab Saudi, dapat mematuhi peraturan, kepatutan dan norma-norma yang berlaku di Arab Saudi. Jamaah diminta tidak mengulang kesalahan yang sama. (dbs/rol)

Berita Terkait

Abu Vulkanik Krakatau Ancam Siswa, Syukron Desak Sekolah Libur Sementara
Seminar Al-Aqsha di Lampung Dorong Generasi Muda Temukan Peran Nyata untuk Palestina
Perubahan KUA-PPAS 2026 Pringsewu Disepakati, Belanja Daerah Naik Jadi Rp1,195 Triliun
Gubernur Lampung Perkuat Operasi Terpadu Tangani Karhutla
Tubaba Nihil PHK Semester I 2026, Disnakertrans Siapkan Tim Monitoring ke Perusahaan
BPBD Padamkan Kebakaran TPA Bakung Teluk Betung Barat
32 Pramuka Tubaba Siap Bawa Nama Daerah ke Jambore Nasional XII 2026
Tubaba Gandeng ATR/BPN Integrasikan Data Pertanahan, Bidik Optimalisasi PAD

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 17:42 WIB

DPRD Lampung Khawatir Antrean Solar Ganggu Panen dan Distribusi Hasil Pertanian

Kamis, 17 September 2026 - 11:04 WIB

Asap Pabrik Gula Bunga Mayang Dikeluhkan, Mikdar Desak DLH Periksa Emisi

Rabu, 16 September 2026 - 19:08 WIB

Pemprov Lampung Komitmen Selesaikan Konflik Agraria yang Berlarut-larut

Rabu, 16 September 2026 - 12:14 WIB

DPRD Lampung Minta Sidak Peredaran Beras Usai Temuan 25 Merek Bermasalah

Selasa, 15 September 2026 - 15:34 WIB

Antrean Solar Meluas, DPRD Lampung Dorong Pembentukan Satgas Awasi Penyaluran BBM Subsidi

Senin, 14 September 2026 - 19:51 WIB

Lampung Mulai Bangun Ekosistem Bioetanol untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 14 September 2026 - 19:47 WIB

Mikdar Ilyas Dorong Pengawasan Beras Premium untuk Lindungi Konsumen

Senin, 14 September 2026 - 14:39 WIB

Antrean Solar Meluas, DPRD Lampung Dorong Penambahan Kuota BBM Bersubsidi

Berita Terbaru