Terparah di Asia, Hari Ini 1 Dolar AS Rp 14.915

Avatar

Selasa, 25 September 2018 - 17:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: Ilustrasi/Istimewa)

(Foto: Ilustrasi/Istimewa)

Lampung (Netizenku.com): Pada perdagangan hari ini, Selasa (25/9/2018), nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah. Bahkan depresiasi rupiah menjadi yang terdalam di Asia.

Pada Selasa (25/9/2018), US$ 1 dihargai Rp 14.915 saat penutupan pasar spot.

Rupiah melemah 0,37% dibandingkan penutupan perdagangan hari sebelumnya. Ini merupakan posisi terlemah rupiah sejak 5 September.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengawali hari ini, rupiah sudah melemah 0,06%. Seiring perjalanan pasar, pelemahan rupiah semakin dalam. Bahkan dolar AS berhasil merangsek dan kembali ke level Rp 14.900.

Posisi terkuat rupiah hari ini ada di Rp 14.865/US$ yaitu kala pembukaan pasar spot. Sementara terlemahnya adalah Rp 14.915/US$, yang terjadi saat penutupan pasar.

Rupiah senasib dengan mata uang Asia yang juga melemah terhadap dolar AS. Namun dengan pelemahan 0,37%, rupiah jadi mata uang dengan depresiasi paling dalam di Benua Kuning.

Awalnya \’gelar\’ tersebut dipegang oleh rupee India. Namun sentimen positif dalam negeri berhasil mengangkat rupee, meski belum bisa menyentuh zona hijau.

Mengutip Reuters, seorang pejabat Kementerian Keuangan India menyatakan Bank Sentral India (RBI) bisa membeli obligasi melalui operasi pasar terbuka untuk stabilisasi nilai tukar rupee.

Tidak hanya itu, RBI juga dinilai punya ruang untuk menurunkan Cash Reserve Ratio (CRR) atau yang dikenal di Indonesia sebagai Giro Wajib Minimum (GWM).

Penurunan CRR bisa membuat likuiditas bank lebih longgar sehingga menjadi stimulus bagi penyaluran kredit dan pertumbuhan ekonomi. Saat ini, CRR India adalah 4%.

Kabar ini ampuh untuk mengurangi derita rupee yang sempat melemah di kisaran 0,6%. Meski masih melemah, tetapi depresiasi rupee sudah jauh berkurang. (cnbci/lan)

Berita Terkait

Bukan Padi dan Jagung, Hortikultura Jadi Penopang Daya Tawar Petani Lampung 2025
Inflasi Lampung 2025 Terkendali, Ditahan Deflasi Pendidikan dan Didorong Pangan
Inflasi Hulu Mengendap, APBD Lampung 2026 Diuji di Tengah Agenda Infrastruktur
Pabrik Etanol di Lampung: Antara Optimisme Hilirisasi dan Ujian Kenyataan
PAD Lampung Tersendat, Perencanaan APBD Dipertanyakan
Lampung 2025: Pariwisata dan Ekraf Tumbuh Cepat, Siap Naik Kelas
Refleksi Akhir Tahun Lampung 2025: Tumbuh Cepat, Tapi Belum Sepenuhnya Berbuah
Hotel Lampung Ramai Lagi, Tapi Tamu Cuma Singgah Sebentar

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Pemkab Pringsewu Gelar Gerakan Penetrasi Pasar untuk Kendalikan Harga dan Inflasi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:19 WIB

Bupati Pringsewu: Ormas Punya Peran Strategis dalam Pembangunan Daerah

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Bupati Pringsewu Ajukan R-APBD 2027 Senilai Rp1,138 Triliun

Minggu, 4 Oktober 2026 - 21:07 WIB

Catur PWI Lampung Bidik Tiga Emas pada Porwanas 2027

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:37 WIB

Kejari Pringsewu Tempuh Restorative Justice dalam Kasus Pencurian HP

Rabu, 30 September 2026 - 12:29 WIB

Kejari Pringsewu Musnahkan Barang Bukti dari 72 Perkara, Ada Sabu hingga Senjata Api

Selasa, 29 September 2026 - 19:39 WIB

105 Pelaku UMKM Pringsewu Ikuti Pelatihan Kemitraan Bersama Indomaret

Senin, 28 September 2026 - 19:56 WIB

Jambret Tas Berisi Rp1,6 Juta di Gadingrejo Terjatuh Saat Kabur

Berita Terbaru

Lampung

BULOG Lampung Serap 241.319 Ton Beras hingga Oktober 2026

Jumat, 9 Okt 2026 - 15:46 WIB