oleh

Tanggamus Kaji Ulang Wacana Belajar Tatap Muka

Tanggamus (Netizenku.com): Kegiatan Belajar Tatap Muka (BTM) bagi para siswa/siswi di Tanggamus saat ini masih harus menunggu kajian ulang, lantaran kabupaten yang sekarang dipimpin Dewi Handajani itu baru saja terlepas dari zona merah Covid-19, Senin (23/8).

Harapan mayoritas wali murid di Kabupaten Tanggamus, agar anak-anak mereka sudah bisa belajar tatap muka (BTM) masih belum akan terlaksana dalam waktu dekat. Hal ini diketahui dari pernyataan Dewi Handajani di sela kegiatannya saat meninjau vaksinasi di Puskesmas Rawat Inap Kecamatan Talangpadang pada Jumat (20/8) lalu.

“Kami masih mengkaji (BTM), karena bagi saya keselamatan tetap dikedepankan, jangan sampai ini (KBM) dilaksanakan belajar bertatap muka malah menimbulkan klaster baru,” terangnya.

Baca Juga  Bupati Tanggamus Beri Bantuan Petugas Kebersihan

Usai beberapa waktu, Kabupaten Tanggamus berada pada zona merah, dan belum sepekan berada kembali ke titik zona orange (level tiga). Oleh sebab itu, pemerintah setempat tidak mau gegabah ambil sikap, walau telah dinyatakan ada di level tiga. Meski diakui bupati, telah ada aturan dari Kemendikbud terkait diperbolehkannya melaksanakan KBM bagi wilayah yang berada di zona orange atau level tiga. Namun tidak untuk di Kabupaten Tanggamus, bupati mengaku masih trauma akibat tingginya penambahan kasus corona beberapa pekan lalu.

Baca Juga  Kecewa Dengan Netralitas Perangkat Pekon, Saifulloh Lapor Polisi

“Kita tidak mau ini dilonggarkan, tetapi mendatangkan klaster baru, kita baru saja keluar dari zona tidak aman (merah), dan baru beberapa hari lalu kita di zona aman. Kasus sudah menurun, angka kematian sudah nol, jangan sampai kondisi ini membuat lega sehingga kita lalai dan abai. Jangan sampai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Tanggamus tidak terkendali lagi, saya berharap semua pihak untuk bersabar karena bagaimana pun juga keselamatan masyarakat yang diutamakan,” urainya.

Baca Juga  Pilkakon Banjar Agung Udik Diprotes Warga

Ia menambahkan, agar masyarakat untuk bisa bersabar lagi, bila hal itu dipaksakan dikhawatir kasus Covid-19 di wilayahnya akan kembali meningkat tajam. Dan alasan penundaan ini demi untuk menjaga keselamatan warga Tanggamus semata. Berapa lama penundaan ini akan diberlakukan ia sendiri belum menjelaskan akan berapa lama waktu tersebut akan berlangsung.

Dari laporan juru bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tanggamus, dr Eka Priyanto, pada Minggu 22 Agustus 2021, tercatat telah mencapai 2359 kasus selama masa pandemi Covid-19 tahun 2020 sampai 2021. (Jeni/Arj/len)

Komentar