Syamsul Rahman: Underpass Unila Itu Antisipasi Macet Jangka Panjang

Redaksi

Senin, 16 April 2018 - 13:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandarlampung (Netizenku.com): Menanggapi keluhan pengendara atas kemacetan yang terjadi lantaran pembangunan Underpass Unila, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandarlampung, Syamsul Rahman minta warga bersabar untuk beberapa bulan kedepan.

Menurut Syamsul, yang namanya pembangunan di dekat jalan raya, pastinya berkonsekuensi dengan kemacetan. Namun pihaknya melakukan pelebaran jalan guna menyiasati kemacetan di Jalan ZA Pagar Alam, terutama pada jam-jam sibuk.

\”Pembangunan Underpass Unila sudah berjalan. Pastinya bakal macet kalau pembangunan di dekat jalan raya mah. Tapi kita siasati dengan melebarkan jalan, dan melakukan rekayasa lalulintas untuk meminimalisir kemacetan di sana,\” kata Syamsul saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (16/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Disinggung terkait tanggapan masyarakat yang menganggap bahwa pembangunan underpass di ZA Pagar Alam kurang perlu, dirinya menyatakan bahwa warga perlu tahu, kalau pembangunan tersebut sudah melalui tahap kajian.

\”Warga perlu tahu, pembangunan ini sudah melalui tahap kajian sampai ke pusat. Sekarang memang macetnya hanya pada jam sibuk saja, tapi dengan pertumbuhan masyarakat dan selalu bertambahnya kendaraan, kami memprediksi bahwa Kota Bandarlampung akan mengalami kemacetan yang lebih parah dalam 5 tahun kedepan,\” imbuhnya.

Bahkan, lanjut dia, keadaan akan diperparah setelah nanti Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) beroperasi. \”Karena dari Bakauheni, nanti yang mengarah ke kota akan dibuang melalui Jalan Riyacudu, Korpri. Ini pun akan berpengaruh dengan lalulintas kita. Jadi masyarakat harap bersabar sampai akhir tahun nanti, setelah kita akan semakin nyaman kok berkendara di Bandarlampung. Ini adalah antisipasi jangka panjang, pasti bermanfaat,\” pungkasnya

Sebelumnya diberitakan, Rita Saputri (19) salah seorang pengendara, mengeluhkan kondisi macet yang terjadi di Jalan ZA Pagar Alam. \”Tadi saya mau ke kampus, tiba-tiba kok jalan macet banget, biasanya tidak seperti ini,\” kata dia.

Saat mengetahui pengerjaannya memakan waktu 8 bulan, dirinya hanya meminta agar pemerintah kota dapat meminimalisir kemacetan yang disebabkan underpass tersebut. \”Kalau bisa diakalin lah. Jangan sampai macetnya terlalu parah. Kalau begini banyak yang rugi waktu,\” tandasnya.(Agis)

Berita Terkait

Pompa Air di Perum Bukit Beringin Raya Rusak, Kadis Perkim Minta PT Sinar Waluyo Tanggung Jawab
Kwarda Lampung Sambut Pembentukan Racana UIM
Disdikbud Lampung Kembali Gelar UKG
Yuliana Safitri, Kontraktor Perempuan Lampung yang Kini Menjalani Penahanan, Tetap Teguh Menghadapi Proses Hukum
Fadli Zon Jadikan Lampung Panggung Pernyataan Pentingnya Pelestarian Budaya
Kampanye Anak Indonesia Hebat, Purnama Wulan Sari Mirza Ajak Perkuat Pendidikan Karakter Anak Usia Dini
KPK dan DPRD Lampung Perkuat Sinergi Pencegahan Korupsi
DPP ABRI Gelar Pelatihan Paralegal Nasional 2025

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 19:10 WIB

IJP Lampung Jajaki Kolaborasi Promosi Wisata dengan Dinas Pariwisata

Kamis, 2 April 2026 - 19:04 WIB

Ketua DPRD dan Gubernur Lampung Hadiri Entry Meeting BPK, Tegaskan Komitmen Akuntabilitas

Kamis, 2 April 2026 - 12:24 WIB

BPBD Lampung Siapkan Sistem Peringatan Dini Banjir di Bandarlampung

Rabu, 1 April 2026 - 12:50 WIB

Sekdaprov Lampung Paparkan Strategi Tekan Pengangguran

Selasa, 31 Maret 2026 - 19:03 WIB

Disnakeswan Lampung Raih Peringkat 2 Kematangan Perangkat Daerah

Selasa, 31 Maret 2026 - 18:59 WIB

Ketua DPRD Lampung, Ajak Perkuat Gotong Royong di HUT ke-62 Lampung

Selasa, 31 Maret 2026 - 13:50 WIB

Lampung Usia 62, Pemprov Lampung Tegaskan Arah Pembangunan Berdaya Saing

Senin, 30 Maret 2026 - 20:08 WIB

Pansus LHP BPK DPRD Lampung Rampungkan Tugas, Soroti Temuan Berulang

Berita Terbaru

Pesawaran

Gandeng BPDLH, Pemkab Pesawaran Perkuat Pembiayaan Petani

Kamis, 2 Apr 2026 - 19:31 WIB