Bandarlampung (Netizenku.com): Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lampung membubarkan sekitar 500 warga yang mengantre minyak goreng murah di halaman Kantor Disperindag Provinsi Lampung, Rabu (16/2).
Alhasil, ratusan warga seputaran Jalan Cut Mutia, Gulak Galik yang mengantre sejak pukul 07:00 WIB tersebut tidak mendapatkan minyak goreng murah.
Berdasarkan keterangan panitia, hal ini dilakukan untuk mencegah penularan covid-19. Apalagi, saat ini Bandarlampung masuk dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita tunda OP minyak goreng hari ini karena warga berkerumun dari pagi hari,” ungkap Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri (Kabid PDN) Disperindag Lampung, M Zimmi Skil.
Zimmi mengatakan, kedepannya akan menerapkan kebijakan “Door To Door” untuk mencegah kerumunan dan mencegah penyebaran covid-19.
“Nanti kita informasikan lebih lanjut teknis pelaksanaannya,” kata dia.
Ia memaparkan, saat ini kebutuhan minyak goreng di Lampung sekitar 840 ribu liter dalam waktu sebulan.
“Sekitar 360 ribu liter akan disebar dalam OP yang dilakukan pelaku usaha,” ujar dia.
Terpisah, warga sekitar, Riza Fadli mengaku mengantri sejak 08:00 WIB. Namun sampai pukul 10:00 WIB belum juga dibagikan justru ditunda.
“Ya pasti berkerumun soalnya dimana-mana minyak goreng murah habis,” kata Riza.
Ia berharap, Pemerintah Bandarlampung dan Pemerintah Provinsi Lampung terus mengadakan OP minyak goreng murah agar harga kembali stabil.(Agis)








