Polemik Susu Kental Manis, BBPOM Minta Masyarakat Selektif Membeli Produk

Redaksi

Minggu, 15 Juli 2018 - 16:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi/Ist

Foto: Ilustrasi/Ist

Bandarlampung (Netizenku.com): Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Kota Bandarlampung meminta masyarakat lebih teliti dalam membeli produk makanan ataupun minuman. Hal ini tak terlepas dari ramainya pemberitaan terkait susu kental manis (SKM) yang tidak memiliki kandungan susu.

Pemberitaan itu pun akhirnya menjadi perhatian masyarakat, lantaran tidak sedikit masyarakat yang menjadikan SKM sebagai minuman pengganti ASI bagi si kecil.

Baca Juga  Rajawali Bagikan Daging Qurban

Lepala BBPOM Kota Bandarlampung, Syamsuliani menyarankan masyarakat harus lebih teliti dalam membeli produk apapun. Soal SKM, lanjut dia, jelas tertera bahwa produk tersebut bukanlah susu, melainkan penambah rasa makanan, ataupun minuman. Maka sebab itu, ia meminta masyarakat tidal terkecoh dengan penamaan disuatu produk.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

\”SKM kan sudah ada labelnya dan jelas dianjurkan untuk apa, tidak untuk anak di bawah 12 bulan atau balita. Dan karena ramainya pemberitaan, telah disepakati bawah iklan SKM tidak tayang pada jam acara anak-anak,\” ujar Syamsuliani saat dihubungi Netizenku.com pada Minggu (15/7).

Baca Juga  KNPI Minta Wali Kota Evaluasi Kinerja BPBD Bandarlampung

Ia menerangkan, SKM bukanlan produk susu yang bisa digunakan sebagai pemenuhan asupan kebutuhan gizi, terutama untuk bayi dan balita. Nutrisi yang terkandung dalam SKM tidak memenuhi kandungan nutrisi susu atau setara dengan susu yang seharusnya menjadi asupan kebutuhan gizi seseorang.

Terkait polemik SKM, menurut Syamsuliani, pihaknya tengah menunggu keputusan dan arahan dari BBPOM Pusat. \”Saat ini kami sedang menunggu arahan dan instruksi dari pusat, teknisnya bagaiman nanti segera kami sampaikan, kemungkinan dalam minggu-minggu ini,\” pungkasnya.(Agis)

Berita Terkait

YKWS: Banjir di Balam Bukan Semerta Bencana Alam
Libur Lebaran, Lonjakan Wisata Balam Capai 30 Persen
Tak Hanya Citra Garden, Pengembang Perumahan Diminta Proaktif
Soal Banjir, Dewan Nilai Pemkot Balam bak Pemadam Kebakaran
Awal Mei PDI-P Balam Buka Penjaringan, Eva Dwiana Masih Miliki Kans
PLN UID Lampung Siap Amankan Pasokan Listrik Idul Fitri 1445H
PGN Pastikan Layanan Gas Bumi Aman dan Handal Selama Idul Fitri 1445 H
5.752 WBP Kanwil Kemenkumham Lampung Diusulkan RK Idul Fitri 2024

Berita Terkait

Jumat, 19 April 2024 - 20:05 WIB

Disnaker Lampung Bakal Turunkan Tim Pengawas dan Mediator untuk Selesaikan Permasalahan THR

Jumat, 19 April 2024 - 19:59 WIB

Disnaker Lampung Catat 13 Pengaduan Ikhwal THR

Jumat, 19 April 2024 - 19:49 WIB

Realisasi penyaluran KUR Peternakan Lampung Capai Rp1,51 triliun

Kamis, 18 April 2024 - 21:58 WIB

Umar Ahmad dan Sinyalemen Dukungan PDI Perjuangan

Kamis, 18 April 2024 - 20:42 WIB

Gubernur Arinal Ajak Semua Pihak Wujudkan Lampung Sebagai Lumbung Ternak Nasional

Kamis, 18 April 2024 - 19:49 WIB

DPD PDI Perjuangan Santai Tanggapi Rumor Umar Ahmad-Edi Irawan

Kamis, 18 April 2024 - 13:38 WIB

Lampung Memperkaya Kalender Pariwisata dengan 90 Kegiatan Tahun 2024

Kamis, 18 April 2024 - 12:42 WIB

6 Trayek Baru Angkutan Perintis Lampung Diajukan

Berita Terbaru

Ilustrasi THR. Foto: Ist.

Lampung

Disnaker Lampung Catat 13 Pengaduan Ikhwal THR

Jumat, 19 Apr 2024 - 19:59 WIB