oleh

Polemik Gedung Galeri Pesawaran akan Berlanjut ke Ranah Hukum

Pesawaran (Netizenku.com): Terkait pembangunan gedung galeri yang dibangun di lahan pertanian Desa Negeri Sakti, Kecamatan Gedongtataan, yang menelan anggaran Rp1,6 miliar dari DAK pusat tahun 2020, disinyalir dibangun tidak sebanding dengan anggaran yang ada, terus berlanjut. Bahkan permasalalan tersebut akan dilaporkan ke pihak penegak hukum.

“Saat ini kita sedang menyusun datanya, insyaallah minggu depan kita akan buat pelaporannya ke lembaga hukum, agar segera ditindak lanjuti. Yang jelas permasalahan ini akan kita lanjutkan ke ranah hukum karena gedung ini sangat-sangat tidak layak dengan anggaran sebesar itu,” tegas Saprudin Tanjung, Tokoh Pemuda Pesawaran, Kamis (26/8).

Meskipun menurutnya dia, saat ini gedung tersebut sudah dilakukan perbaikan. Namun hasilnya tetap saja masih tidak sesuai dengan anggaran yang ada.

Baca Juga  HUT Ke-12 Pesawaran Gelar Pengajian Akbar

“Kita sudah turun yang kedua kalinya, memang kita lihat sudah ada tukang yang melakukan perbaikan dengan mengecat ulang gedung tersebut, kemudian lantai di depan gedung itu sudah dibongkar semua, walau pun lantainya tidak diganti.Tapi permasalahannya bukan di situ permasalahannya dasarnya gedung ini tidak layak dengan anggaran sebesar itu hanya menghasilkan gedung rongsokan,” ucapnya.

Seharusnya kata dia, dengan anggaran sebesar itu, gedung yang dibangun yang akan dijadikan sebagai obyek wisata ini sangat mewah tidak seperti yang terjadi saat ini terlihat sangat buruk.

“Seharusnya, apa lagi ini akan dijadikan obyek wisata, dengan anggaran sebesar itu gedungnya seharusnya mewah, banyak ornamen dan hiasan bermotif Lampung, akan tetapi ini tidak sama sekali, gedung ini terlihat polos saja. Artinya dengan gedung seperti itu kembali saya katakan dengan dana Rp800 juta saya kira sangat cukup sekali bahkan bisa lebih bagus dari ini,” katanya.

Baca Juga  Eriawan Akui Pelaksanaan APBD 2018 Belum Menyentuh Masyarakat

Pihaknya menilai, jelas ada yang salah di pembangunan gedung tersebut, dicontohkannya soal pengecatan ulang.

“Contoh mengapa dicat ulang karena saat pengecatan awal kualitasnya sangat rendah, karena luntur, secara logika jika kualitas catnya bagus lima tahun belum tentu luntur.┬áNah ini yang salah siapa, konsultannyakah, atau memang pemborongnya yang nakal, kenapa ketika speknya yang seharusnya bagus akan tetapi saat pelaksanaannya menggunakan bahan matrial yang buruk, nah ini nanti akan kita gali lagi akan kita telusuri,” ungkapnya.

Baca Juga  Dendi: ASN Jangan Terlibat Politik Praktis

Sementara itu, terkait hal ini komisi III DPRD Kabupaten Pesawaran berjanji akan ikut mengusut permasalahan tersebut, dengan segera memangil dinas terkait dan turun langsung ke lokasi guna melihat langsung kondisi gedung tersebut.

“Terkait hal ini kita akan segera rapatkan di komisi dan segera turun ke lapangan guna melihat langsung, apakah betul gedung yang dibangun dengan anggararan Rp1,6 miliar itu dibangun tidak sesuai dengan RAB yang ada, kemudian kita juga akan panggil pihak dinasnya,” janji Heri salah satu anggota komisi III. (Soheh/Len)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *