oleh

Peredaran Narkoba di Lampung Memprihatinkan

Bandarlampung (Netizenku.com): Melihat semakin maraknya peredaran Narkoba di Indonesia, Badan Narkotika Nasional (BNN) gelar dialog publik kampanye Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

P4GN adalah upaya sistematis berdasarkan data penyalahgunaan narkoba yang tepat dan akurat, perencanaan yang efektif dan efisien dalam rangka mencegah, melindungi dan menyelamatkan warga negara dari ancaman bahaya penyalahgunaan narkoba.

Dalam pemaparannya, Kepala BNN RI, Heru Winarko mengatakan, penyebaran narkoba bukan hanya melalui jalur darat, akan tetapi potensi besar masuknya narkoba berasal dari jalur laut. \”Tidak ada wilayah yang bersih dari Narkoba. Jalan masuk utamanya itu lewat jalur laut dan pelabuhan-pelabuhan tidak resmi,\” paparnya saat menyampaikan materi kampanye P4GN di Ruang Abung, Balai Keratun, Rabu (25/4).

Baca Juga  Pemprov Siapkan Alat Kontrol Keuangan Daerah

\"\"

Heru menambahkan, 250 juta penduduk Indonesia merupakan pasar potensial pengedaran Narkoba. \”Daya rusak yang ditimbulkan oleh Narkoba sangat besar, bahkan melebihi korupsi dan terorisme. Narkoba merusak fungsi otak, fisik dan emosi. Tidak ada jaminan sembuh bagi mereka yang sudah kecanduan Narkoba,\” tegas Heru.

Dalam kesempatan itu, Heru juga mengungkapkan fakta bahwa lapas saat ini telah dijadikan pusat kendali peredaran Narkoba. \”Kami sudah mengidentifikasi sebanyak 72 jaringan Narkoba yang sebagian besar dikendalikan dari dalam lapas. Karena itu program P4GN kedepan akan lebih fokus menyasar pada sosialisasi di lapas,\” tegasnya.

Baca Juga  Parkir di Tengah Jalan, Mitra Go-car Kembali Geruduk Kantor Go-jek

Sementara itu, Pejabat sementara (Pjs) Gubernur Lampung, Didik Suprayitno mengatakan, Lampung termasuk salah satu wilayah yang sangat memprihatinkan soal peredaran Narkoba. Saat ini Provinsi Lampung berada pada posisi terbesar nomor 3 peredaran Narkoba se-Sumatera dan nomor 8 dari seluruh provinsi se-Indonesia.

\"\"

\”Lampung ini dilalui alur laut kepulauan Indonesia yaitu jalur laut internasional. Hal inilah yang membuat Lampung menjadi provinsi yang sangat mudah dilalui, bahkan oleh bandar besar Narkoba,\” kata dia.

Baca Juga  Malam Ini, APFL Berkolaborasi dengan GueAriGaleri dan TFCA Bedah Rimba Sumatera

Oleh sebab itu, Didik mengharapkan dukungan dari BNN RI untuk terus membantu Provinsi Lampung dalam upaya memperkecil jumlah pengguna Narkoba.

\”Saya ucapkan terimakasih, karena Pak Heru mau hadir secara langsung ke Lampung, dan juga saya mengharapkan dukungannya, agar Lampung terbebas dari Narkoba,\” pungkasnya. (Aby)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *