oleh

\”Penyakit\” Desa Tertinggal Didominasi Tanggamus

Bandarlampung (Netizenku): Sebanyak 393 kepala desa dari berbagai kabupaten di Provinsi Lampung menghadiri lokakarya provinsi gerakan membangun desa (Gerbang Desa) yang diselenggarakan oleh dinas pemberdayaan masyarakat desa (PMD) di Hotel Emersia, Selasa (20/3).

Menurut koordinator program gerbang desa saburai (GDS) Provinsi Lampung, Amir Machmud Hasan, kegiatan lokakarya ini dimaksudkan untuk memberi pemahaman kepada kepala desa agar memiliki langkah yang tepat dan strategis dalam pembangunan desa.

Baca Juga  WALHI: Sampah Bandarlampung Level Memprihatinkan

\”Program ini sudah berjalan dari tahun 2015. Waktu itu kita masih mencoba 30 desa, selanjutnya 2016, kita coba 100 desa, pada tahun 2017 kita naikkan lagi menjadi 250 desa. Dan sekarang kita maksimalkan menjadi 380 desa,\” jelasnya.

Amir mengakui, munculnya angka 380 desa tertinggal, bersumber dari data indeks kemajuan desa (IKD) badan pusat statistik (BPS). Dan dat tersebut menunjukkan Kabupaten Tanggamus menempati urutan tertinggi dengan 101 desa tertinggal.

Baca Juga  Aksi Tolak Omnibus Law, Mahasiswa & TNI/Polri Tandatangan Piagam Tugu Adipura

Ia berharap dengan adanya lokakarya ini, kepala desa lebih bisa mengembangkan desanya. \”Disini, kepala desa kita beri strategi, cara dan upaya untuk menghilangkan \”penyakit\” desa tertinggal. Kita punya program, punya cara, dan punya modal. Insyaallah 2018 tidak ada lagi desa tertinggal di Lampung,\” pungkasnya.

Perlu diketahui, 393 kepala desa yang hadir pada lokakarya provinsi kali ini adalah gabungan desa yang mendapatkan program GDS dan program lama yaitu, Program Pembangunan Desa Induk (PPDI), program dari Bappeda tahun 2015. (Aby)

Baca Juga  Wiyadi Ajak Siswa Pecinta Alam Berdiskusi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *