BERBAGI

Pesawaran (Netizenku.com): Sebaiknya momentum pilkada tahun ini, pemuda  Kabupaten Pesawaran harus  bisa lebih aktif dalam membangkitkan gairahnya apalagi ditengah pandemi covid-19. Jangan sampai momen pilkada tahun ini, hanya dimanfaaatkan sekedar untuk mencari keuntungan semata, harus lebih mampu berperan aktif dalam mempertahankan kemurnian demokrasi. Jangan sampai dikotori dengan politik uang (Money politics-Red), maupun politik menyimpang.

“Disini peran pemuda akan menjadi catatan penting dalam keterlibatan pilkada tahun 2020 dan ini akan menjadi ajang nyata bagi pemuda dalam menampilkan peran mereka secara langsung,” kata Alfan Rois salah satu pemuda Kabupaten Pesawaran yang juga Mahasiswa Universitas Tulang Bawang Lampung Fakultas ilmu sosial dan politik Prody Adm Publik,Sabtu (21/11).

Apalagi ditilik dari catatan sejarah, pemuda memiliki peran sangat penting dalam setiap perubahan yang terjadi di negeri ini. Dari catatan peristiwa besar menunjukan aksi nyata dan peran pemuda untuk kemajuan bangsa. Sejak sebelum proklamasi kemerdekaan hingga sekarang, kejadian penting tidak bisa dipisahkan dari cerita anak muda bangsa.

“Berdirinya Budi Utomo pada tahun 1908, Sumpah Pemuda 1928, Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, Peristiwa Malari 1974, hingga masa reformasi oleh gerakan mahasiswa pada 1998 adalah bukti kuat peran pemuda,” ucap dia.

Salah satu contoh peran aktif pemuda dalam ajang pilkada dapat direalisasikan melalui ikut menjadi pengawas dan mengajak pemilih pemula dan seluruh masyarakat untuk datang ke TPS. Dengan demikian pemuda bisa belajar dan mengenal kepemiluan serta dunia politik melalui ikut berpartisipasi menjadi penyelenggara tingkat kecamatan (PPK), kelurahan (PPS), ataupun KPPS.

“Untuk mewujudkan pilkada yang sehat. dengan jiwa idealis serta keberanian dan keterbukaan sikap pemuda yang kritis dapat menjadi formula untuk menangkal politik uang, maupun politik menyimpang,” ungkapnya.

Hadirnya pemuda dapat menggiring opini masyarakat secaa luas, terkhusus di daerah untuk menghapus stigma bahwa politik itu kotor. Dengan demikian proses penyelenggaraan pilkada bisa di jalani sesuai dengan keinginan masyarakat luas.

“Memang tatanan politik yang baik yang sesuai harapan memerlukan proses dan waktu yang panjang untuk mewujudkan hal tersebut. Hadirnya pemuda dengan kreativitas harus dituangkan secara aktif dan nyata, guna mensosialisasikan pilkada yang sehat dan bersih melalui penggunaan media sosial dimana hari ini media sosial lebih dari sekedar kebutuhan sehari-hari,” jelasnya.

Oleh sebab itu lanjut dia lagi, pemuda bisa lebih berperan aktif dalam ikut serta pada proses politik di dalam penyelenggaraan pilkada. Pemuda dengan penggunaan media sosial yang sangat lekat secara tidak langsung menumbuhkan jaringan-jaringan baru yang timbul diantara para pemuda seperti, organisasi, komunitas dan lainnya yang cenderung dilakukan oleh pemuda saat ini. Partisipasi aktif pemuda bisa meningkatkan angka pemilih dalam pilkada.

“Saya juga mengajak untuk semua kaum millenial, ayo kita sama sama menjaga pilkada pesawaran sehingga pemilihan di pesawaran bisa kondisif, nyaman, sejuk dan damai,” ungkapnya (S


oheh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here