BERBAGI
Pemkot Bandarlampung Buka Balai Latihan Kerja untuk Lulusan SMA
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana-Deddy Amarullah bersama Asisten I Bidang Pemerintahan Sukarma Wijaya meninjau lokasi BLK di Jalan H Umar Kelurahan Sumur Putri, Telukbetung Selatan, Jumat (5/3). Foto: Netizenku.com

Bandarlampung (Netizenku.com): Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung berencana mendirikan sejumlah Balai Latihan Kerja (BLK) untuk membekali masyarakat setempat, khususnya lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Banyak bidang yang akan kita berikan pelatihan kepada anak-anak supaya bisa mandiri. Selama ini anak-anak putus sekolah khususnya pasca SMA,” kata Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana didampingi Wakil Wali Kota Deddy Amarullah, dan Asisten I Bidang Pemerintahan Sukarma Wijaya saat meninjau lokasi BLK di Jalan H Umar Kelurahan Sumur Putri, Telukbetung Selatan, Jumat (5/3).

Pemkot akan menggandeng beberapa perusahaan yang relevan untuk bekerja sama memberikan keterampilan seperti teknik mesin atau otomotif serta pelatihan komputerisasi.

“Ini adalah awal langkah saya dengan pek Deddy, untuk anak-anak di Bandarlampung usia 17-25 tahun yang putus sekolah,” ujar Eva Dwiana.

Ketua Umum Majelis Taklim Rachmat Hidayat Lampung ini berharap lulusan SMA yang belum bekerja dan tidak kuliah bisa mendapatkan pekerjaan yang layak.

“Dengan adanya BLK ini, anak-anak tidak kalah dalam prestasi dengan yang lainnya,” tegas dia.

Pemkot akan melakukan pendataan peserta pelatihan di setiap RT, kelurahan, kecamatan dengan mengutamakan warga Kota Bandarlampung.

“Rencana kita bukan hanya di sini, tapi akan ada lagi supaya semua anak-anak yang putus sekolah tertampung,” kata Eva Dwiana.

BLK yang didirikan akan dilaporkan ke pemerintah pusat untuk mendapatkan bantuan peralatan yang dibutuhkan dalam pelatihan.

“Kita sudah lihat lokasi dan tempatnya, insyallah akan segera kita perbaiki dan dibuka dalam waktu secepatnya,” kata dia.

Usai mendapatkan pelatihan, para peserta akan disalurkan ke perusahaan-perusahaan sesuai kompetensi yang dibutuhkan.

“Tentunya harus ada pendekatan juga¬† pada mereka. Kami ingin menjadi orang tua asuh bagi anak-anak putus sekolah yang ada di Bandarlampung,” pungkas Eva Dwiana. (Josua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here