Semaka (Netizenku.com): Pasca hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Tanggamus khususnya bagian Barat, Senin (30/8) malam, musibah banjir dan longsor kembali terjadi di Jalan Lintas Barat (Jalinbar) Kecamatan Semaka, Selasa (31/8) pagi.
Material banjir dan longsor sempat menutup akses jalan, baik dari arah Wonosobo maupun sebaliknya, sehingga personel rayonisasi dan Satlantas Polres Tanggamus melaksanakan pengaturan di sejumlah titik.
Berdasarkan data yang dihimpun Polsek Semaka, Polres Tanggamus, ada dua titik material longsor yang menimbun badan jalan di ruas Pekon Way Kerap sampai sekitar Mapolsek Semaka, dan tiga titik ke arah simpang Sedayu dengan material lebih sedikit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Arus lalu lintas dari kedua arah bisa dilalui oleh semua kendaraan, namun dilakukan buka tutup sebab terdapat kendaraan truck bermuatan kelapa sawit mengalami patah As di titik kedua sekitar area Mapolsek Semaka.
Pantauan di Jalinbar Semaka, personel gabungan Polres baik dari Satlantas, Satsabhara dan Polsek Rayonisasi, dipimpin Wakapolres, Kompol Moh Ali Muhaidori SIK, melaksanakan pengamanan, pengaturan, serta pembersihan material longsor dengan alat seadanya menunggu alat berat yang datang.
Menurut Kasat Lantas Polres Tanggamus, AKP Jonnifer Yolandra, SIK. MH., material longsor berupa tanah, pasir bercampur batuan di depan Mapolsek Semaka cukup banyak bersamaan dengan genangan air yang menutupi jalan tersebut.
Selanjutnya, satu titik material longsor di Pekon Way Kerap tidak jauh dari Mapolsek Semaka ke arah Pekon Sedayu, dan 3 titik material ke arah Pekon Sedayu dengan volume material lebih sedikit.
“Saat ini sedang dilaksanakan proses pengaturan arus lalu lintas oleh jajaran Satlantas Polres Tanggamus, dan berusaha mengevakuasi truck yang mengalami patah as,” kata AKP Jonnifer Yolandra mewakili Kapolres Tanggamus, AKBP Satya Widhy Widharyadi, SIK.
Kesempatan itu, Kasat mengimbau pengguna jalan untuk berhati-hati, sebab jalan masih licin karena material longsor tersebut.
“Agar pengguna jalan berhati-hati, karena jalan masih licin digenangi air dan material longsor,” imbaunya. (Arj/len)








