Rasa haru dan lega menyelimuti Gilang Syahputra (25), warga Jalan Kampung Sinar Gunung, Kelurahan Panjang, Kecamatan Panjang Selatan, Kota Bandar Lampung. Sepeda motor Honda Vario 150 CC miliknya yang raib sejak 2021 akhirnya kembali berkat kerja keras jajaran Polres Pringsewu.
Pringsewu (Netizenku.com): Penyerahan kendaraan dilakukan di Mapolres Pringsewu, Senin (22/9/2025), oleh Kasat Reskrim AKP Johannes Erwin Parlindungan Sihombing. Gilang mengaku sempat tidak percaya saat mendapat kabar dari kepolisian.
“Awalnya saya pikir sudah tidak mungkin ketemu, karena hilangnya sudah lama sekali. Saya kaget sekaligus terharu saat dihubungi polisi. Apalagi kondisinya sudah berubah warna dari hitam jadi putih, dan platnya juga berbeda,” ungkap Gilang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Motor dengan nomor polisi BE 2834 ABB itu hilang saat diparkir di tempat kerjanya di Kelurahan Gunung Terang, Kecamatan Tanjung Karang Barat, Bandar Lampung, pada 10 Mei 2021. Saat itu motor baru dibeli secara tunai seharga Rp21 juta.
“Terima kasih sebesar-besarnya kepada Polres Pringsewu, khususnya tim Reskrim yang sudah berupaya hingga motor saya kembali. Ini benar-benar di luar dugaan,” ujar Gilang penuh syukur.
Kasat Reskrim AKP Johannes menjelaskan, motor tersebut ditemukan saat razia di sejumlah rumah kos di Pekon Tambahrejo, Kecamatan Gadingrejo, pada Jumat lalu. Razia digelar untuk menekan angka kriminalitas sekaligus merespons keresahan warga terkait banyaknya penghuni kos baru yang tidak melapor ke aparat setempat.
“Dari pemeriksaan, ada satu motor yang tidak dilengkapi surat-surat sah. Setelah ditelusuri, ternyata kendaraan itu hasil kejahatan dan milik saudara Gilang,” terang Johannes.
Ia menegaskan Polres Pringsewu akan terus meningkatkan operasi rutin untuk menekan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Polisi juga mengimbau warga selalu waspada dan melengkapi kendaraan dengan kunci pengaman tambahan.
“Partisipasi masyarakat sangat penting. Segera laporkan jika ada hal mencurigakan, termasuk keberadaan penghuni kos yang tidak jelas asal-usulnya,” tegasnya. (*)








