Monitoring KPK: LHKPN Pejabat Tubaba Masih Rendah

Redaksi

Minggu, 20 Februari 2022 - 19:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulangbawang Barat (Netizenku.com): Hasil monitoring Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Laporan Hasil Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) para pejabat di Kabupaten Tulangbawang Barat masih rendah.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Tubaba, Ir Novriwan Jaya SP, beberapa waktu lalu saat melakukan apel bulanan di Lapangan Upacara Kantor Bupati setempat.

“Kemarin kita rakor dengan KPK, presentasi LHKPN masih rendah, pejabat yang wajib lapor LHKPN segera, batas akhir di bulan Maret 2022,” ujar Novriwan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Novriwan juga meminta agar kepala inspektorat Kabupaten Tubaba dapat segera melayangkan surat untuk mengingatkan para pejabat dan anggota DPRD guna segera menyampaikan LHKPN.

“Inspektorat, ingatkan juga para anggota DPRD untuk menyampaikan LHKPNnya, sebab di DPRD juga masih sangat rendah,” singkatnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Inspektorat Tubaba, Prana Putera SH MH, tidak menampik terkait capaian LHKPN para pejabat yang masih tergolong rendah.

Baca Juga  Kwarcab Tubaba Bekali 41 Peserta Satgas Pramuka Peduli, Siapkan Relawan Muda Tangguh

“LHKPN para pejabat Tubaba memang rendah baik dikalangan pejabat, ASN maupun di kalangan anggota DPRD. Namun, juga perlu dioptimalkan yakni di jajaran anggota DPRD,” terangnya melalui sambungan ponsel kepada Netizenku.com, Minggu (20/2).

Inspektur merinci, pajabat di Tubaba yang wajib melaporkan kekayaannya yakni 30 anggota dewan, pejabat eselon II, kabag pada sekretariat daerah, kabag pada sekretariat DPRD, pejabat fungsional di inspektorat, Irban, bendahara pengeluaran pada dinas pendidikan, dinas PUPR, dinas kesehatan, bandara sekretariat dewan, dan bendahara sekretariat daerah.

“Jumlahnya sekitar 94 orang yang wajib melaporkan hasil kekayaannya, yakni pendapatan dan pengeluaran, harta tidak bergerak maupun yang bergerak yang diperoleh pada tahun 2021. Target kita pada 25 Februari 2022 selesai, sementara kita ditargetkan KPK hal ini tercapai 100 persen pada 31 Maret 2022 mendatang,” ujar pejabat yang sebelumnya pernah menduduki Asisten III Pemkab Tubaba ini.

Baca Juga  Pemkab Tubaba Siapkan Anggaran Pelaksanaan Putusan MA Terkait SDN Pagar Dewa

Kendati presentasi LHKPN para pejabat di Tubaba rendah, namun perolehan Monitoring Control for Prevention (MCP) kabupaten sudah bagus rata-rata mencapai 83,19 persen tahun 2021.

MCP KPK tersebut meliputi delapan fokus penilaian pencegahan tindak pidana korupsi, yakni perencanaan dan penganggaran APBD, pengadaan barang dan jasa, perizinan terpadu satu pintu, kapabilitas APIP, manajemen ASN, optimalisasi pendapatan daerah, manajemen Aset, tata kelola keuangan Dana Desa, dan optimalisasi pendapatan daerah.

“Dari delapan fokus penilaian itu jika dirata-rata mencapai 83,19 persen sehingga Tubaba masuk daerah hijau. Walapun memang ada yang perlu ditingkatkan,” tukasnya.

Fokus MCP KPK yang perlu ditingkatkan tersebut, lanjut Prana, berkaitan dengan peningkatan pendapatan daerah dengan melakukan inovasi untuk kenaikan perolehan sektor pajak. Pengadaan barang dan jasa yang dilaksanakan melalui Sistem Informasi Rencana Umum berbasis web (SIRUP) pada 2021 baru mencapai 56 persen, sehingga pada tahun 2022 ditargetkan tercapai 100 persen, reviw Harga Perkiraan Sendiri (HPS) pada sepuluh kegiatan strategis, peningkatan penyelesaian sertifikasi aset, dan penyelesaian tunggakan pajak yang masih mencapai delapan persen.

Baca Juga  Pemkab Tubaba Diminta Perketat Penganggaran Belanja Hibah dalam APBD 2027

“Nah, untuk penyelesaian tunggakan pajak ini, inspektorat akan turun mengambil alih agar terjadi peningkatan pada tahun ini,” ungkapnya.

Pihaknya berharap agar target MCP KPK dapat tercapai, semuanya dapat melaksanakan setiap program dan kegiatan sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku, transparansi, dan taat segala peraturan.

“Transparansi, hindari gratifikasi, laksanakan semua program kegiatan sesuai aturan. Insya Allah selamat,” tutupnya. (Arie/Leni)

Berita Terkait

Pemkab Tubaba Siapkan Anggaran Pelaksanaan Putusan MA Terkait SDN Pagar Dewa
PWI Tubaba Tegaskan Dukungan Penuh untuk Wirahadikusumah dan Adi Kurniawan
Disnak Keswan Tubaba Awasi 7 SPPG, Pastikan Bahan Pangan MBG Aman dan Berkualitas
Sekda Tubaba Pimpin Evkin ASN, Peringkat OPD Bakal Diumumkan Tiap Semester
Kwarcab Tubaba Bekali 41 Peserta Satgas Pramuka Peduli, Siapkan Relawan Muda Tangguh
Kwarcab Tubaba Buka KMD Angkatan X 2026, 75 Peserta Disiapkan Jadi Pembina Pramuka Berkualitas
Ribuan Warga Tubaba Salat Istisqa, Doakan Hujan Segera Turun
Pemkab Tubaba Cari Formula Pembiayaan Siltap Aparatur Tiyuh di Tengah Keterbatasan Fiskal

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Yusnadi Minta KNKT Investigasi Menyeluruh Insiden KMP Batumandi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Hadiri Wisuda ke-76 UBL, Gubernur Mirza Titip Pesan Kepada 539 Lulusan untuk Bangun Lampung

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:45 WIB

Jihan Nurlela Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Presiden Prabowo Salurkan Kredit Produktif Rp53,15 Triliun

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Pemprov Lampung Arahkan APBD 2027 untuk Hilirisasi dan Pemerataan Pembangunan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Gubernur Lampung Dorong Hilirisasi Pertanian Berbasis Desa, Bed Dryer Hasilkan Nilai Tambah

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Gubernur Lampung Apresiasi Pakan Ikan Mandiri, Biaya Produksi Turun 50 Persen

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Gubernur Mirza Ajak LPM Perkuat Sinergi Bangun Ekonomi Desa

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:25 WIB

KMP Batumandi Terbakar, Aprozi Alam Desak Kemenhub Evaluasi Total Keselamatan Pelayaran

Berita Terbaru