Menengok Destinasi Wisata \’Kampung Kopi\’ Lambar

Redaksi

Senin, 26 Maret 2018 - 18:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

\"\"

Untuk tahap awal, sambung Tri, pihaknya telah memusatkan pelaksanaan program tersebut pada kebun kopi milik masyarakat di Pekon Rigisjaya, Kecamatan Air Hitam. \”Potensi utama kampung wisata tersebut adalah kopi robusta. Dimana prinsip pengembangan wisatanya berkaitan dengan proses budidaya tanaman kopi sampai pengolahan kopi. Pengunjung dapat menikmati wisata kebun kopi dengan latar pemandangan pengunungan yang sejuk. Setelah itu pengunjung bisa rehat sekaligus menikmati aroma khas kopi robusta Lambar di kedai kopi yang banyak tersedia,\” jelasnya.

Baca Juga  Seminar Al-Aqsha di Lampung Dorong Generasi Muda Temukan Peran Nyata untuk Palestina

Melalui terobosan Kampung Kopi ini, Tri menambahkan, diharapkan mampu memberi multiflier effect yakni mampu menghadirkan berbagai fungsi pengembangan manusia (human capital), kelembagaan (institutional capital), dan material (material capital). Sehingga pada akhirnya dapat  memberi kontribusi secara masif bagi pengembangan kopi untuk kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Dampak ikutan lainnya, sambung Tri, juga memberi manfaat terhadap perlindungan sumber daya dan ekosistem perkebunan kopi, melalui kegiatan pelestarian kehidupan sosial dan budaya masyarakat lokal, dan juga pengembangan pariwisata di sekitar perkebunan kopi. \”Poin penting lain dari upaya ini  diharapkan secara signifikan mampu mendorong tumbuh kembangnya kewirausahaan masyarakat setempat,” terangnya.

Baca Juga  Abu Vulkanik Krakatau Ancam Siswa, Syukron Desak Sekolah Libur Sementara

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan data terakhir produksi total kopi Lambar mencapai 51.482 ton dengan luas hamparan lahan 53.976,9 hektar (82,14 %). Sedangkan tingkat produktivitas lahan per hektar rata-rata 1.051,8 kilogram per tahun. Kegiatan perkopian ini sedikitnya melibatkan 35.737 KK dan 995 kelompok tani. (Iwan)

Baca Juga  Marindo Buka Evaluasi Pembinaan Bahasa Indonesia, Enam Lembaga Raih Apresiasi

Berita Terkait

Marindo Buka Evaluasi Pembinaan Bahasa Indonesia, Enam Lembaga Raih Apresiasi
Abu Vulkanik Krakatau Ancam Siswa, Syukron Desak Sekolah Libur Sementara
Seminar Al-Aqsha di Lampung Dorong Generasi Muda Temukan Peran Nyata untuk Palestina
Perubahan KUA-PPAS 2026 Pringsewu Disepakati, Belanja Daerah Naik Jadi Rp1,195 Triliun
Gubernur Lampung Perkuat Operasi Terpadu Tangani Karhutla
Tubaba Nihil PHK Semester I 2026, Disnakertrans Siapkan Tim Monitoring ke Perusahaan
BPBD Padamkan Kebakaran TPA Bakung Teluk Betung Barat
32 Pramuka Tubaba Siap Bawa Nama Daerah ke Jambore Nasional XII 2026

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Mikdar Ilyas Desak Penertiban Pengerukan Bukit Tanpa Izin

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Pemprov Lampung dan BNPT Luncurkan Film Edukasi Pencegahan Radikalisme

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:43 WIB

Upacara Sumpah Pemuda ke-98, Pemprov Lampung Serukan Semangat Persatuan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Marindo Tekankan Pentingnya Akuntabilitas di Lingkungan Pemprov Lampung

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:26 WIB

Andhika Wibawa Dukung Standar Akademik untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Pemprov Lampung Raih Mandaya Award 2026 Kategori Penurunan Kemiskinan

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:36 WIB

Pendaftaran Ditutup, Wirahadikusumah dan Adi Kurniawan Jadi Pendaftar Tunggal Ketua PWI Lampung

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Karhutla TNWK Mulai Mereda, Asap Masih Tersisa di Lahan Gambut

Berita Terbaru

Lampung

Mikdar Ilyas Desak Penertiban Pengerukan Bukit Tanpa Izin

Rabu, 28 Okt 2026 - 20:02 WIB