‘Menari’ di Antara Kendaraan, Warga Balam Kesampingkan Jembatan Penyebrangan

Redaksi

Selasa, 6 Februari 2018 - 23:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dari jembatan penyebrangan di ruas Jalan RA Kartini, tampak 2 pejalan kaki  menerobos laju kendaraan

Dari jembatan penyebrangan di ruas Jalan RA Kartini, tampak 2 pejalan kaki menerobos laju kendaraan

Bandarlampung (Netizenku): Bertambah jumlah kendaraan dengan intensitas yang tinggi, pastinya membuat pemerintah untuk berpikir bagaimana untuk meminimalisir terjadinya  kecelakaan di jalan raya.

Untuk mengentaskan permasalahan itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung sudah sejak lama membangun jembatan penyebrangan dipusat kota, yang juga merupakan salah satu pusat perekonomian di Kota Tapis Berseri, seperti jembatan yang ada di ruas Jalan RA Kartini.

Baca Juga  3 Konstituen Dewan Pers di Lampung Bentuk Sekretariat Bersama

Walaupun demikian, kesadaran masyarakat untuk menggunakan sarana tersebut, masih dihalangi oleh berbagai alasan. Salah satunya Nadya (21), ia lebih memilih ‘menari’ diantara kendaraan, ketimbang menggunakan jembatan penyebrangan dengan alasan terburu-buru.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya buru-buru mas, makany tidak pakai jembatan. Kalau harus naik dulu ke jembatan penyebrangan, pastinya lebih memakan waktu,” ujarnya, saat diwawancarai di ruas Jalan RA Kartini kemarin, Selasa (6/2).

Baca Juga  Smart BRT Itera, Model Transportasi Masa Depan Lampung

Berbeda dengan Nadya, Diki (16) salah seorang siswa SMA di Bandarlampung, mengaku lebih memilih jembatan penyebrangan untuk keselamatan dirinya. “Lebih aman lewat sini sih bang. Kalau lewat bawah terlalu banyak mobil sama motor. Bukannya apa-apa, nanti malah ngerepotin orang rumah kalau kenapa-kenapa,” tuturnya.

\"\"

Berdasarkan pantauan lapangan, dalam kurun waktu 10 menit, jembatan penyebrangan di ruas Jalan RA Kartini hanya dilalui oleh 2 orang, sedangkan yang menyebrang langsung di jalan mencapai 13 orang. Hal ini merupakan cermin dari kurangnya kesadaran atas keselamatan warga di Bandarlampung.(AGIS)

Baca Juga  Baru 50 Persen SPPG di Bandar Lampung Kantongi SLHS

Berita Terkait

Solusi Banjir Kota Bandar Lampung, Forum DAS Siapkan 1.500 Titik Prioritas
Smart BRT Itera, Model Transportasi Masa Depan Lampung
Baru 50 Persen SPPG di Bandar Lampung Kantongi SLHS
3 Konstituen Dewan Pers di Lampung Bentuk Sekretariat Bersama
Pompa Air di Perum Bukit Beringin Raya Rusak, Kadis Perkim Minta PT Sinar Waluyo Tanggung Jawab
Kwarda Lampung Sambut Pembentukan Racana UIM
Disdikbud Lampung Kembali Gelar UKG
Yuliana Safitri, Kontraktor Perempuan Lampung yang Kini Menjalani Penahanan, Tetap Teguh Menghadapi Proses Hukum

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:05 WIB

Lampung Siap Bangun 2 Pabrik Bioetanol, Harga Singkong Petani Bakal Melambung Tinggi

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:22 WIB

Lampung Jadi Pilot Project Bioetanol Nasional, Siap Pasok 10 Persen Kebutuhan E10 Indonesia

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:36 WIB

Kisruh Verifikasi Domisili SPMB Lampung 2026, Ribuan Calon Siswa Terancam Gagal Masuk SMAN

Senin, 8 Juni 2026 - 22:55 WIB

Nasib Eks Pekerja BUMD Lampung, 3 Tahun Menanti Pesangon Meski Menang di Pengadilan

Senin, 8 Juni 2026 - 19:39 WIB

Jaga Identitas Daerah, Gubernur Lampung Komit Lestarikan Kebudayaan Lampung

Senin, 8 Juni 2026 - 18:03 WIB

Kawal Aspirasi Warga, DPRD Lampung Teruskan Hasil Diskusi BPN Terkait Waydadi ke Pemprov

Senin, 8 Juni 2026 - 15:14 WIB

Hadiri Wisuda Perdana Universitas Indonesia Mandiri, Jihan Ajak Lulusan Kembali Bangun Daerah Asal

Minggu, 7 Juni 2026 - 19:52 WIB

Wahrul Fauzi Silalahi Masuk Radar Calon Ketua Karang Taruna Lampung

Berita Terbaru