Mediasi Sengketa Penutupan Jalan di Sidodadi Temui Jalan Buntu

Redaksi

Kamis, 9 Juli 2020 - 18:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesawaran (Netizenku.com): Mediasi yang dilakukan pihak Pemerintah Kabupaten Pesawaran untuk upaya membuka jalan menuju pantai Sari Ringgung yang ditutup menggunakan pagar beton, sepertinya menemui jalan buntu. Pasalnya Anton selaku pemilik lahan meskipin sudah dilakukan mediasi oleh pihak Pemkab.

Akses jalan yang setiap harinya dilalui masyarakat dan pedagang di Dusun Ringgung RT 002 RW 001 Desa Sidodadi, Kecamatan Teluk Pandan, untuk berjualan tersebut tidak juga dibuka. Bahkan dalam pertemuan yang difasilitasi Sekda, Kusuma Dewangsa, yang juga menghadirkan pihak BPN, Kepolisian dan masyarakat itu, Anton malah lebih memilih penyelesaiannya melalui jalur hukum.

\”Pertemuan tadi ada dua agenda, ini yang mengundang pihak BPN, dari pertemuan sebelumnya kita beri waktu 14 hari agar masing-masing pihak untuk mengajukan pengukuran ulang, akan tetapi ternyata kedua belah pihak antara pemilik Sari Ringgung dan Anton tidak mengajukan, sehingga tidak menghasilkan kesimpulan yang akhirnya pihak Anton menempuh jalur hukum,\” kata Kusuma Dewangsa, saat ditemui usai melakukan mediasi  kedua belah pihak di aula Pemkab, Kamis (9/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pertemuan tersebut, Sekda berupaya memberikan wacana kepada masing-masing pihak agar bisa secara ikhlas menyerahkan tanah yang dilalui masyarakat tersebut kepada Pemkab, untuk dimanfaatkan sebagai fasilitas umum, supaya dapat dibangun jalan dan bisa digunakan masyarakat terutama para pelaku usaha.

Baca Juga  Warga Waykhilau Resah Atas Kepulangan R Pasien Positif Covid-19

\”Kalau pihak Sari Ringgungnya bersedia untuk menghibahkan tanahnya. Akan tetapi pihak dari Anton tetap kekeh tidak mau membuka jalan itu, dengan alasan ingin menghormati  hukum yang sedang berjalan. Jadi mereka pihak Anton tetap meminta supaya persoalan ini diserahkan ke pihak hukum, apa pun keputusan hukum mereka akan menerima. Untuk meyerahkan jalan itu nanti setelah ada keputusan ingkrah dari pengadilan,\” jelas Sekda.

Jadi terkait hal ini tegas Sekda pihak Pemkab bukan tidak berupaya membantu masyarakat, akan tetapi keputusan pembukaan jalan itu ada di pihak Anton.

\”Jadi keputusannya sekarang masyarakat juga tahu, bahwa sudah cukup hari ini terakhir mediasi yang dilakukan pihak Pemkab, ke depan kedua belah pihak ini tidak perlu dimediasi lagi, jadi permasalahan ke,dua belah pihak ini kita serahkan ke pihak pengadilan biar pengadilan yang menentukan,\” ungkapnya.

Sementara itu ibu War yang ikut menghadiri pertemuan tersebut, selaku perwakilan masyarakat Dusun Ringgung Desa Sidodadi, dengan raut muka kecewa, mengutarakan mediasi yang telah dilakukan pihak Pemkab ini gagal total. Pasalnya apa yang diharapkan para pelaku usaha tersebut tidak membuahkan hasil.

Baca Juga  Pesawaran Tuan Rumah Harvesting Gernas BBI

\”Jadi upaya pemerintah untuk memfasilitasi ke dua belah pihak, kami anggap gagal, karena pihak Anton hatinya masih belum terketuk dalam hal ini. Kami sebagai masyarakat yang berdagang yang mengharapkan akses jalan dibuka kembali pupus, menelan kekecewaan,\” sesalnya.

Saat ini dirinya bersama para pelaku usaha yang lain, hanya bisa pasrah kepada tuhan, berharap Anton yang melakukan penutupan jalan tersebut dibukaan hatinya oleh yang maha kuasa.

\”Yang jelas kami sangat kecewa dengan hasil keputuan tadi Pemkab tidak bisa berbuat apa-apa kepada kami, padahal semua pihak sudah dihadirkan termasuk pihak BPN, tapi hasilnya nol. Karena bapak Anton yang terhormat itu belum sama sekali terketuk hatinya untuk kami, akan tetapi kami tetap akan berjuang apa pun yang terjadi, kami saat ini hanya bisa pasrah meminta kepa Allah supaya mereka itu bisa terketuk hatinya untuk kami masyarakat kecil. Kata bapak bapak di dalam tadi mereka sudah berupaya tapi pihak Anton kekeh tidak mau membuka jalan itu,\” keluhnya.

Terpisah, Andri selaku Direktur Utama PT Sari Ringgung saat ditemui, dirinya menjelaskan dalam permasalahan tersebut sebetulnya pihak Sari Ringgung tidak pernah bermasalah atau pun bersengketa dengan pihak Anton, apa lagi dengan masyarakat Desa Sidodadi yang memang kesehariannya berjualan di wisata Sari Ringgung.

Baca Juga  Sambut HUT Pesawaran, Pemkab Siapkan Beragam Perlombaan

\”Kalau dari pihak Sari Ringgung kita sudah menghibahkan secara notaris tanah milik kita untuk jalan umum. Sebenarnya inti sari dari mediasi ini kami pun di sini kurang begitu jelas dan kurang paham,  karena kami selama ini kooperatif kepada pemerintah, dan apa pun hasilnya kami menerima, namun di sini kami tegaskan bahwa dalam perkara aksi kemarin ini tidak ada sangkut paut dengan pihak Sari Ringgung. Disini kita pihak Sari Ringgung juga selaku korban, karena awalnya pagar kita dulu yang dirobohkan dan kami di sini tidak ada masalah dengan yang namanya pak Anton,\” ucapnya.

Dijelaskannya, diperkara ini sebenarnya ada dua subjek masalah, pihak Sari Ringgung bersengketa dengan Suheri, sedangkan Anton bersengketa dengan masyarakat.

\”Jadi di sini kami dengan masyarakat tidak ada masalah, bahkan jalan itu kita yang memberikan dan membangunnya. Karena jelas dengan adanya wisata Sari Ringgung dibuat untuk mendukung perekonomian masyakat sekitar, silahkan berusaha di sana karena tujuan adanya tempat wisata Sari Ringgung ini membuka lapangan kerja seluas dan sebanyak-banyaknya, jadi kami sangat mendukung upaya masyakat untuk mencari rezeki di sana,\” pungkasnya. (Soheh/Leni)

Berita Terkait

Disdikbud Pesawaran “Mengakali” Proyek Pembangunan Lab Tanpa Perabot
Dendi Siap Terima dan Dukung Kebijakan Presiden Terpilih
Dinas Pendidikan Pesawaran, Diduga Lakukan Penyimpangan Proyek Pengadaan 2023
Duet Aries Sandi-M Nasir Lahirkan Pertarungan Pemilukada Pesawaran
Bupati Pesawaran Ajak Warga Wujudkan Pilkada Sehat dan Beradab
M Nasir Siap Dampingi Aries Sandi Maju Pilbup Pesawaran
MPAL Lampung Dukung Pelaporan MPAL Pesawaran ke Kejari
Tenun Talam Pesawaran Melenggang di Bali Fashion Parade 2024

Berita Terkait

Rabu, 19 Juni 2024 - 21:25 WIB

Relawan Kami Gibran Temui RMD, Bahas Koneksitas Program Prabowo-Gibran dengan Program Pemprov Lampung

Rabu, 19 Juni 2024 - 14:09 WIB

Keterlibatan Parpol dan ‘Titip Nama’ Petugas Coklit Jadi Perhatian Bawaslu

Jumat, 14 Juni 2024 - 17:35 WIB

Bawaslu Bandarlampung Perketat Pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih untuk Pilkada 2024

Selasa, 11 Juni 2024 - 11:45 WIB

Dinilai Anggap Remeh, KPU Bandarlampung akan Didemo 

Minggu, 9 Juni 2024 - 23:02 WIB

RMD Resmikan Rumah Relawan

Minggu, 9 Juni 2024 - 22:31 WIB

Partai Perindo Lampung Gelar Fit and Proper Test Calon Bupati dan Wakil Bupati Tubaba

Minggu, 9 Juni 2024 - 16:31 WIB

Hanya 8 Parpol yang Terima Dana Hibah Pemkot Balam

Sabtu, 8 Juni 2024 - 21:33 WIB

Mantan Guru SMP Kenang Rahmat Mirzani Djausal: “Cerdas, Berakhlak, dan Aktif”

Berita Terbaru

Pejuang Siliwangi Kabupaten Tubaba menyatakan Sikap Dukungannya kepada Nona (Novriwan Jaya-Nadirsyah). (Arie/NK)

Tulang Bawang Barat

Pejuang Siliwangi Tubaba Dukung Pasangan Novriwan-Nadirsyah Maju Pilkada

Jumat, 21 Jun 2024 - 21:09 WIB

Suasana program

Pringsewu

Polres Pringsewu Ajak Masyarakat Ciptakan Situasi Kamtibmas

Jumat, 21 Jun 2024 - 20:27 WIB

Sri Haryanto (Kajari Tubaba lama) saat berjabat tangan tanda perpisahan dengan  Novriwan Jaya, usai kegiatan Pisah Sambut Kajari Tubaba di Aula Rumdis Bupati, Panaragan Jaya, Jumat (21/6/2024). (Arie/NK)

Tulang Bawang Barat

Mantan Kejari Tubaba Sebut Novriwan “Bupati” di Hadapan Firsada

Jumat, 21 Jun 2024 - 20:05 WIB

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (UPTD PPPA) Provinsi Lampung, Rya Melanie,  ketika diwawancarai di ruang kerjanya. Foto: Arsip Luki.

Lampung

Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Didominasi KDRT

Jumat, 21 Jun 2024 - 17:00 WIB